TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Apa Hubungan Duduk dan Panjang Umur?

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 5 September 2014 | 11:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah pertanyaan menggelitik datang dari Per Sjorgren, seorang professor peneliti dari Universitas Uppsala, Swedia, yang menegaskan tentang keterkaitan antara duduk dengan pendek dan panjangnya umur.

Lewat penelitian yang mengacak-acak DNA, Per Sjorgren, seperti dirilis oleh situs “healthday.com,” menulis bahwa mengurangi duduk akan mampu memperpanjang usia. Ini berarti, siapa yang duduknya lebih lama akan memiliki umur pendek.

Mengurangi waktu duduk, kata Sjorgren, dan lebih aktif bergerak bukan hanya membuat kita bugar, melainkan juga memperpanjang usia karena DNA kita jadi lebih muda.

Sudah sejak lama para ahli mewanti-wanti bahaya duduk terlalu lama. Makin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk, makin pendek panjang DNA yang disebut telomer.

Telomer berfungsi untuk melindungi ujung kromosom. Seiring usia, telomer akan terus memendek hingga batas tertentu. Pada batas maksimalnya hingga telomer tidak bisa memendek lagi, maka sel akan mati.

“Data kami menunjukkan bahwa memanjangkan telomer adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan,” kata Per Sjogren, pemimpin penelitian sekaligus profesor di Universitas Uppsala, Swedia.

Meski demikian, para peneliti masih berhati-hati terhadap kesimpulan penelitian ini karena skala penelitian kecil.

“Telomer telah menarik banyak perhatian beberapa tahun terakhir ini. Alasannya, telomer terletak di ujung kromosom dan terbukti penting untuk replikasi DNA serta ketahanan sel. Ketertarikan untuk mengetahui apa telomer berdampak pada kesehatan dan usia panjang seseorang semakin tinggi,” ujar Sjorgren.

Telomer mencegah kromosom saling terpisah atau menyatu sehingga merusak kode genetik yang dibawanya. Namun, peneliti belum menemukan alasan pasti mengapa mengurangi posisi duduk dapat memperpanjang telomer. “Itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab,” katanya.

Dr David Katz, Direktur Pusat Riset Pencegahan Universitas Yale, mengatakan, “Telah dibuktikan sejak lama bahwa semakin lama kita duduk setiap harinya, semakin berkurang pula sisa hidup kita. Orang yang hidupnya aktif cenderung berusia lebih panjang,” katanya.

Menurut Katz, bukti-bukti kuat ini menunjukkan bahwa gaya hidup memengaruhi gen dan panjang telomer. “Studi ini melengkapi potongan informasi dengan menekankan bahwa terdapat hubungan antara pengurangan lama duduk dan pemanjangan telomer,” katanya.

Tentang bahaya terlalu lama duduk hampir semua orang tahu. Dan mereka juga tahu risiko kematian karena banyak duduk juga mendatangkan penyakit.

Belum lama ini, sebuah studi dalam Journal of the National Cancer Institute menemukan, orang yang menghabiskan paling banyak waktu duduk memiliki risiko kanker usus.

Bahkan meski seseorang berolahraga, namun ketika banyak menghabiskan waktunya sehari-hari untuk duduk, ia tetap memiliki risiko mengalami penyakit-penyakit degeneratif. Peneliti menyebutnya, penyakit terlalu banyak duduk.

Nah, berikut ini merupakan beberapa cara yang mungkin akan membantu untuk mengurangi waktu duduk Anda sehari-hari.

Stel alarm. Terdengar aneh, namun alarm bisa membantu mengingatkan Anda bila sudah terlalu lama duduk. Para ahli merekomendasikan untuk selalu berdiri 10 menit setiap satu jam duduk.

Ada beberapa kegiatan yang mampu dilakukan sambil berdiri, misalnya mengangkat telepon atau mengobrol. Coba mulai sekarang untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dengan duduk, tetapi berdiri.

Anda akan terkejut mengetahui berapa banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berjalan, namun selama ini Anda lupakan, ,misalnya waktu setelah makan siang. Bahkan berjalan setelah makan akan membantu Anda untuk membakar lemak lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa memarkir kendaraan lebih jauh daripada biasanya untuk memberikan kesempatan kaki Anda bergerak lebih banyak.

Daripada duduk di depan meja makan, cobalah untuk duduk di kursi bar. Bentuk kursi tersebut akan membantu Anda menjaga tulang punggung tetap lurus sehingga distribusi berat badan pun lebih merata.

Dengan akses teknologi yang lebih mudah, orang menjadi cenderung lebih malas untuk bergerak. Keperluan dengan orang lain pun bisa diselesaikan dengan mengirim email, telepon atau pesan, bahkan orang yang berada tidak jauh dari Anda. Nah, kini mulailah untuk berjalan menemui orang tersebut selama masih mampu dijangkau.

sumber : www.health.com dan www.healthday.com

Komentar