Tahukah Anda Apa Itu Ejakulasi Tertunda?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 November 2017 | 14:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda atau siapapun pasti pernah tahu tentang ejakulasi dini.

Ya, ejakulasi dini adalah “loyo” sebelum berkembang.

Nah,  pernahkah Anda mendengar tentang delayed ejaculation?

Secara harfiah, kelainan ini disebut ejakulasi yang tertunda.

Kondisi ini dapat didefinisikan sebagai keadaan di mana seorang pria membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mencapai ejakulasi.

Ejakulasi tertunda adalah gangguan ejakulasi di mana seorang pria membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk mencapai klimaks seksual dan mengeluarkan air mani dari penis

Sebagian pria yang menderita ejakulasi tertunda bahkan tidak dapat berejakulasi sama sekali.

Ejakulasi tertunda dapat bersifat sementara atau merupakan masalah seumur hidup.

Adalah hal normal bagi pria untuk mengalami ejakulasi tertunda dari waktu ke waktu.

Ejakulasi tertunda menjadi suatu masalah hanya jika kondisi ini berkepanjangan atau menyebabkan stres bagi Anda atau pasangan Anda.

Ejakulasi tertunda dapat menyerang pasien pada usia berapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda.

Dalam keadaan yang terparah, para penderitanya sampai tak bisa mencapai ejakulasi. Hal ini tentu amat mengerikan bagi penderitanya.

Berdasarkan hasil studi yang dilansir laman Performance Insiders, disebutkan, pria yang mengalami kelainan ini hanya mampu mencapai orgasme 20 persen dari seluruh aktivitas seksualnya.

Riset yang sama pun mengungkapkan, sama halnya dengan problem seksual lain, kelainan ini bukan topik yang dibicarakan secara terbuka oleh para pria.

Padahal, kegagalan mencapai ejakulasi dapat menghasilkan banyak masalah serius, di kehidupan seksual yang bersangkutan.

Selain itu, penderitanya pun rentan dihinggapi masalah kesehatan mental.

Lantas, apa yang menjadi penyebab, apa gejala, dan bagaiman metode pengobatan untuk menangani gangguan ejakulasi ini?

Problem semacam ini bisa muncul karena penyalahgunaan zat tertentu, masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental, atau karena kombinasi antara masalah kesehatan fisik dan mental.

Penyebab fisik antara lain, kecacatan sejak lahir yang berdampak negatif pada organ reproduksi laki-laki.

Beberapa jenis infeksi, seperti infeksi saluran kemih. Lalu, dampak operasi prostat, dan neurologis lainnya.

Beberapa penyebab mental yang menyebabkan ganguan ejakulasi adalah: anxiety, depresi, atau kondisi kesehatan mental lainnya.

Citra buruk, masalah hubungan personal, atau pun keyakinan akan hal yang ditabukan secara agama, bisa berdampak pada terjadinya gangguan ejakulasi.

Beberapa obat dan zat yang menyebabkan ganguan ejakulasi adalah, obat antidepresan, obat diuretik, alkohol, dan obat tekanan darah tinggi.

Patut diingat, memiliki kemampuan untuk bertahan lama di atas ranjang bersama pasangan, amat berbeda dengan kondisi pada gangguan ejakulasi.

Sehingga, tidak terlalu sulit untuk mengetahui apakah seseorang menderita masalah ejakulasi atau tidak.

Biasanya, seseorang penderita masalah ini mengalami penundaan ejakulasi hingga 30 menit.

Ada pun, gangguan ejakulasi dapat dibagi menjadi dua kategori:

Dalam kasus gangguan ejakulasi  seumur hidup, penderita sudah mengalami gangguan sejak pertama kali menginjak usia dewasa.

Sementara, untuk yang “baru didapat”, kasus tersebut biasanya muncul setelah sebelumnya penderita tersebut pernah mampu menikmati kehidupan seksual.

Jika seseorang hanya mengalami ejakulasi tertunda dalam situasi tertentu, maka ini adalah masalah situasional.

Sedangkan, jika masalah seorang penderita selalu terjadi dalam kondisi apa pun, maka kasus ini adalah gangguan ejakulasi umum.

Metode pengobatan untuk problem kesehatan ini amat bergantung pada penyebabnya.

Pertama-tama, dokter akan menggali penyebab yang menjadi pangkal permasalahan si pasien.

Jika dokter menangani masalah, -misalnya, penyalahgunaan alkohol atau penyalahgunaan obat terlarang, maka dokter akan memberikan solusi terkait dengan persoalan tersebut.

Jika sejumlah obat yang dikonsumsi malah mendatangkan masalah, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk menurunkan dosis obat spesifik tersebut.

Jika tidak berhasil, maka dokter mungkin akan meminta pasien untuk melepaskan penggunaan obat-obatan tersebut.

Terkadang hal itu bisa memperbaiki masalah. Sebab, tidak ada obat khusus untuk mengatasi masalah ejakulasi yang tertunda.

Beberapa obat umum yang digunakan untuk mengobati kondisi ini adalah Amantadine (untuk parkinson), Buspirone (anti-anxiety), dan cyproheptadine (alergi).

Jika problem si pasien disebabkan oleh beberapa persoalan psikologis, maka konseling psikologis dapat membantu mengatasi masalah.

Konselor akan membahas masalah, seperti kecemasan, depresi, dan lainnya, yang mungkin memicu kondisi ini.

Terkadang, lebih baik bagi penderita untuk mendapatkan bantuan dari konselor kesehatan mental yang memiliki keahlian dalam menangani masalah seksual.

Terapi ini bisa membantu mengatasi masalah gangguan ejakulasi.

Dalam beberapa kasus, si penderita juga harus berbicara terbuka dengan pasangan. Pasangan itu nantinya bisa bekerjasama untuk mencoba mengatasi gangguan ejakulasi bersama.

Segala macam masalah seksual harus ditanggapi dengan serius.

Studi tersebut menunjukkan bahwa masalah seksual adalah salah satu penyebab utama perceraian di Amerika Serikat.

Anda tidak ingin merusak kehidupan perkawinan Anda, bukan?

Jika Anda menderita masalah gangguan ejakulasi, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.

Jangan ragu untuk membahas masalah Anda. Mereka akan membantu mengatasi masalah Anda, sampai tingkat yang lebih tinggi.

Jika Anda mengatasi gangguan seksual Anda, maka Anda akan dapat mengalami peningkatan drastis -baik dari sisi kehidupan seksual, maupun kehidupan perkawinan Anda.

Komentar