Anda Perlu Tahu Fakta Seputar Misteri Mr P

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 12:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Misteri organ penting pria, penis,  ternyata menyimpan banyak fakta yang menakjubkan.

Sebut saja sensasi ereksi.

Sejak dalam kandungan hingga setelah napas berhenti, pria tak kehilangan kemampuan ereksinya.

Bahkan ketika seorang pria meninggal dunia dalam posisi berdiri, gravitasi akan menyebabkan darah terakumulasi di kaki.

Tanpa denyut jantung, aliran darah juga akan mencapai dan memenuhi penis, menyebabkan organ ini ereksi.

Untuk Anda tahu, pria diberkati dengan tiga tipe ereksi: ereksi psikogenik atau ereksi yang terjadi karena fantasi.

Kedua adalah ereksi nokturnal atau ereksi yang terjadi di malam hari dan ketiga adalah ereksi refleksogenik atau ereksi yang terjadi saat pria bangun tidur di waktu pagi.

Para ilmuwan telah mengungkapkan panjang penis yang normal saat ereksi dan ketika tidak ereksi.

Pengukuran panjang penis menurut NHS adalah dari pangkalnya bukan dari skrotum dan dilakukan saat penis ereksi, bukan saat penis sedang lemas.

Bayi laki-laki yang masih di dalam kandungan juga bisa ereksi ketika usia janin sepuluh minggu. Ini fakta.

Institute for the Study of Urological Diseases mengklaim hal ini berdasarkan studi yang mereka lakukan.

diet Mediterania adalah diet yang mengutamakan konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, sayur dan minyak tak jenuh ganda seperti yang terkandung di dalam minyak zaitun murni.

Anda hendaknya jangan menilai ukuran penis dalam kondisi tak ereksi.

Pasalnya, penis yang terlihat kecil ketika sedang “terlelap” justru bisa memberi kejutan.

Ukuran penis dalam kondisi tak ereksi bisa menipu.

Sebab, ada dua tipe penis, menurut tampilannya, ketika sedang tak ereksi.

Yang pertama tipe shower alias tukang pamer. Mr P seperti ini menang di tampilan ketika sedang “terlelap”.

Secara fisik, bentuknya terlihat panjang dan besar.

Namun, ketika ereksi, pertambahan panjangnya tak signifikan.

Misalnya, ketika belum ereksi, ukurannya mencapai delapan sentimeter. Ketika ereksi, panjangnya dua belas sentimeter. Jadi, ‘hanya’ bertambah empat sentimeter. Tak signifikan.

Sementara itu, tipe grower itu pemalu, tetapi penuh kejutan.

Ketika “terlelap”, panjangnya mungkin empat hingga lima sentimeter. Namun, pertambahan panjangnya signifikan ketika ereksi.

Bisa jadi, ketika ereksi, panjangnya malah mencapai lima belas sentimeter. Nambahnya banyak, kanu.

Hal ini didukung oleh data ilmiah dan jurnal medis yang kredibel.

Salah satunya dari Journal of Sex Research bahwa ukuran penis sesungguhnya tak bisa diukur ketika sedang “terlelap”.

Ukurannya harus diukur dalam keadaan ereksi.

Lebih jauh, menurut jurnal tersebut, secara umum, tipe shower dan grower memiliki panjang yang tak jauh berbeda ketika sudah ereksi.

Yang jelas, penis tipe grower belum tentu kalah oleh tipe shower. Bahkan, sangat mungkin terjadi sebaliknya, tipe shower kalah oleh tipe grower.

Ada hal misteri lainnya yaitu ereksi spontan pada pagi hari, biasanya subuh saat mata masih mengantuk.

Fenomena tersebut memang sangat umum, dan dalam dunia kedokteran disebut juga dengan nocturnal penile tumescence .

Meski ereksi ini sering disadari di pagi hari, namun sebenarnya NPT dapat terjadi tiga sampai lima kali dalam semalam.

“Biasanya dialami pada remaja atau pria dewasa muda, karena di usia ini hormon sedang mencapai puncaknya. Hal itu juga menyebabkan frekuensi ereksi lebih tinggi dan butuh pelepasan,” kata Gloria Brame, Ph.D, ahli seksologi.

Brame mengatakan, seiring dengan usia NPT akan berkurang karena level testosteron dan fungsi seksual juga menurun.

Walau NPT sering dianggap terjadi karena mimpi seksual, tetapi para ahli menjelaskan bahwa ereksi spontan ini terjadi secara alami. Dengan kata lain, bermimpi atau tidak ereksi tetap terjadi. Bahkan, pada bayi di kandungan pun dapat terjadi.

“Tubuh pria secara spontan menghasilkan ereksi di tengah malam untuk mengoksigenasi penis dengan aliran darah baru,” kata Uta Demontis, seksolog klinis.

Pakar lain mengatakan bahwa saat tidur REM kita tidak bisa lagi mengontrol gerakan otot, termasuk penis.

“Sebagian besar ereksi spontan terjadi akibat lonjakan hormon dan peningkatan itu menyebabkan mimpi atau membuat pria menyadari penis mereka jadi sensitif,” kata Brame.

Di siang hari, otak akan mengeluarkan zat kimia anti-ereksi sehingga tidak akan terjadi ereksi pada waktu yang tidak tepat. Nah, ketika tidur faktor penghambat itu tidak ada, sehingga ereksi pun secara spontan terjadi.

Komentar