TekoKopi - Promo HARBOLNAS

Anda Mungkin Punya Kepribadian Tipe A

Penulis:: Darmansyah

Senin, 8 Agustus 2016 | 08:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu kepribadian tipe A dan dampaknya bagi kesehatan?

Kalau nggak tahu, berarti Anda termasuk dari banyak orang yang bingung tentang jenis kepribadian ini.

Kepribadian tipe A sudah dikembang sejak lima puluh tahun silam tanpa mendapat tempat yang luas di media sehingga kurang popiler.

Padahal, sebenarnya, kepribadian tipe ini banyak dimiliki orang.

Siapa pun bisa mengenali dengan cepat, terutama dari sifat kompetitifnya,  seorang pekerja keras, dan juga emosinya mudah tersulut

Inilah hal yang sangat mudah dikenali dari  orang dengan kepribadian tipe A.

Banyak pendapat mengenai ciri tipe kepribadian ini.

Scara umum ada beberapa ciri khasnya, terutama sifatnya yang kurang sabar.

Orang dengan kepribadian tipe A biasanya sangat mementingkan waktu, sehingga mereka tampak kurang sabar.

Tak heran jika mereka juga sering tidak suka mengantri lama, menginterupsi orang lain, berjalan dan berbicara dengan cepat, serta selalu memperhatikan waktu yang harus dipakai untuk mengerjakan sesuatu.

Selain itu mereka yang memiliki kepribadian tipe A biasanya gampang marah dan mengesankan agresifitas tinggi.

Sifat ini muncul bisa munul  oleh hal kecil, tidak sopan, dan juga tidak sabaran.

Sisi positif dari orang dengan tipe kepribadian ini antara lain kompetitif, berorientasi kuat pada pencapaian, dan rela bekerja keras.

Para ahli mengamati bahwa orang-orang yang memiliki kepribadian tersebut biasanya rentan menderita beberapa penyakit, terutama tekanan darah tinggi, stres, isolasi sosial, dan serangan jantung.

Sifat-sifat yang dimiliki orang dengan tipe A ini, menurut para ahli, merupakan reaksi dari faktor lingkungan, atau dipengaruhi oleh budaya dan struktur kerja.

Sebagian orang mungkin punya kecenderungan memiliki sifat yang intens, tetapi akan diperparah oleh stres atau lingkungan yang serba kompetitif.

Sebagian orang mungkin punya kecenderungan memiliki sifat yang intens, tetapi akan diperparah oleh stres atau lingkungan yang serba kompetitif.

Sering marah-marah ketika terjebak macet atau saat ada masalah pekerjaan?

Sebaiknya, kurangi kebiasaan marah-marah itu. Menurut sebuah penelitian, marah-marah bisa mempersingkat usia hidup seseorang.

Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University yang dipublikasikan di Jurnal Social Science & Medicine  melihat, bahwa kemarahan bisa menyebabkan proses fisiologis tubuh menjadi negatif.

Salah satunya menyebabkan aterosklerosis, yaitu arteri yang tersumbat oleh zat lemak atau plak. Penyumbatan pembuluh darah itu bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

Seorang psikolog di London Graham Price mengungkapkan, marah-marah bisa berdampak negatif bagi tubuh karena meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres.

“Kemarahan merupakan salah satu bentuk stres dan stres meningkatkan kadar kortisol dalam aliran darah,” jelas Graham.

Penelitian menunjukkan, jika kemarahan terus terjadi, bisa saja menyebabkan Irritable Bowel Syndromeatau peningkatan risiko stroke, serangan jantung, dan masalah kesehatan jantung lainnya.

Psikoterapis Hilda Burke di London mengatakan, kemarahan dapat diredam dengan cara menarik napas panjang, kemudian mengembuskannya kembali. Buatlah tubuh menjadi lebih rileks.

itu, Psikolog dari Harley Street, dokter Becky Spelman mengatakan, ada banyak hal untuk mengelola emosi.

Misalnya, meluangkan waktu untuk menuliskan isi pikiran atau apa yang Anda inginkan dari hidup. Bisa juga dengan menjalani hobi seperti menjahit, mendesain, menggambar, dan hobi kreatif lainnya.

Menurut Becky, kegiatan kreatif merupakan cara untuk meningkatkan ketenangan dan kesejahteraan

Selain itu, lakukan olahraga tiga kali per minggu, mengurangi asupan gula, dan minum alkohol. Olahraga penting dilakukan untuk tubuh lebih sehat, bugar, dan membuat pikiran lebih rileks.

Komentar