Amankah Bagi Tubuh Ngopi Saat Puasa?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Juni 2018 | 10:04 WIB

Dibaca: 1 kali

Bagi Anda yang biasa ngopi, biasanya minum kopi dilakukan pada pagi dan/atau siang hari.

Nah, bagaimana saat puasa?

Dikarenakan terbatasnya waktu untuk minum kopi ini, apakah menikmatinya saat berbuka dan sahur aman bila ditinjau dari segi kesehatan?

Mengenai efek kafein untuk meningkatkan konsentrasi

Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, kafein diketahui dapat merangsang norepinefrin yang memiliki efek positif terhadap memori.

Selain itu, kafein juga memperkuat komunikasi antara saraf-saraf di region CA2 hipokampus, yang merupakan bagian dari otak yang mengatur memori.

Pertama, jika Anda ingin mengonsumsi kopi saat berbuka puasa,  disaranlkan untuk mengambil jeda waktu sekitar satu hingga dua jam usai azan magrib.

Penting untuk tidak langsung minum kopi saat berbuka, karena kafein yang masuk ke dalam lambung kosong dapat melukai dan merusak mukosa lambung.

Sementara itu, minum kopi saat sahur dapat menyebabkan sejumlah kondisi tertentu pada diri Anda.

Jika minum kopi saat sahur, kemungkinan Anda akan sering buang air kecil dan dehidrasi. Hal ini disebabkan karena kafein bersifat diuretik, yakni meningkatkan produksi buang air kecil

Pendapat ini didukung oleh Rachel Olsen, Spesialis Gizi dari Youvit for Life.

Dehidrasi yang dirasakan saat berpuasa dapat berdampak buruk.

Ketika orang sering buang air kecil selama puasa, ini dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Sementara saat seseorang mengalami dehidrasi, ia harus segera mengganti cairan yang hilang tersebut.

Tak hanya itu, kopi juga bisa meningkatkan kesadaran seseorang. Padahal, setelah sahur sebaiknya seseorang tidur sejenak sebelum memulai aktivitas pada pagi hari.

Kalau kita minum kopi saat sahur, malah jadi tidak bisa tidur lagi.

Dijelaskan oleh Rachel lagi, jika Anda benar-benar ingin minum kopi, sebaiknya jangan meminumnya pada waktu sahur.

Minumlah selepas waktu buka puasa. Meski demikian, ini ada aturannya.

Rachel menganjurkan untuk memilih kopi yang rendah kadar kafein.

Bila sulit untuk mendapatkannya, Anda bisa melakukan siasat tertentu seperti menambahkan lebih banyak air, menambahkan susu rendah lemak, atau susu almon.

“Kopinya sedikit saja, yang penting ada rasa kopinya,” tegasnya.

Kendati begitu, Rachel juga mengingatkan bahwa efek kafein pada kopi bisa terjadi selama 24 jam. Jika kita minum saat sahur, dampaknya kemungkinan baru berhenti saat sahur di keesokan harinya.

Sebetulnya selama tidak ada keluhan maka tidak masalah untuk ngopi selama bulan puasa.

Kafein yang terdapat pada kopi, teh, cokelat, dan minuman bersoda merupakan stimulan yang kuat dan memiliki beberapa efek samping seperti gelisah, cemas, dan insomnia.

Mengonsumsi kafein sebanyak dua ratus hingga tiga ratus milligram per hari atau setara dengan dua hingga empat gelas kopi per hari, merupakan batas aman yang dapat ditoleransi oleh orang dewasa yang sehat secara fisik.

Konsumsi kafein yang berlebih, yaitu lebih dari lima ratus hingga enam ratus milligram per hari, dapat menyebabkan: insomnia, gelisah, perasaan khawatir, gangguan lambung, denyut nadi lebih cepat, serta tremor (tangan jadi gemetar).

Perlu diketahui, kafein dalam jumlah rendah pun dapat menimbulkan efek samping.

Beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein, bahkan jika hanya minum  satu atau dua gelas kopi atau teh dapat timbul efek samping.

Faktor lainnya adalah berat badan, usia, obat-obataan yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan tertentu.

Untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan saat mengonsumsi kopi selama bulan puasa, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kondisi tubuh Anda sekaligus anjuran minum kopi yang tepat.

Prioritaskan untuk tetap menjaga kesehatan selama berpuasa sehingga tidak mengganggu ibadah yang Anda jalani.

Komentar