Adaptasi Saja Dekor Lewat “Fashion”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 April 2014 | 10:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Janga pusinglah. Mau dekor rumah? Ambil saja gaya “fashion.” Jangan malu, karena tren “fashion” kini sudah menyelinap ke ruang-ruang setiap pemilik rumah. Bahkan tren “fashion” pun sudah “hinggap” dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari.

Situs terkenal “decoist,” dalam artikel terbarunya, bahkan menyatakan bahwa fashion sudah mendikte perilaku masyarakat. Tidak sedikit orang menyadari, bahkan hapal, dengan baju-baju atau aksesoris yang digunakan oleh para pesohor di karpet merah. Baju dan aksesoris ini seketika menjadi tren.

Selain digunakan kembali oleh masyarakat, tren ini pun digunakan kembali untuk mendekor rumah.
Umumnya, warna-warna baju yang menjadi pilihan para pesohor akan muncul kembali sebagai warna utama barang-barang dekorasi.

Anda bisa menemukan hal ini dengan mudah di toko-toko perlengkapan rumah tangga, maupun di majalah.

Berikut ini beberapa tren fashion musim semi yang bisa digunakan pula untuk mendekor rumah.
Tren pertama adalah rumbai. Biasanya, rumbai menjadi hiasan bagi kalung, anting-anting, bahkan sepatu. Kini, rumbai bisa juga menjadi hiasan di rumah Anda.

Tren kedua adalah slogan atau tulisan-tulisan tangan. Jika dunia fashion menggunakan slogan-slogan ini di permukaan kaos, Anda bisa menggunakannya untuk menghias dinding. Buat sendiri, atau cetak tulisan-tulisan menarik, pigura, kemudian pajang di dinding rumah Anda.

Tren ketiga adalah renda. Anda sudah menyaksikan Katy Perry dan beberapa pesohor lain di dunia mulai memilih brokat dan renda untuk menyempurnakan penampilan mereka. Kini, waktunya rumah Anda menggunakan ornamen serupa sebagai gorden. Bagi rumah bernuansa klasik, tentu renda menambah keindahan interior rumah. Kain bernuansa renda juga bisa Anda gunakan sebagai taplak meja.

Tren keempat adalah lapisan tembus pandang. Hampir sama dengan renda, Anda juga bisa menggunakan lapisan-lapisan tembus pandang untuk gorden. Menggunakan lapisan tembus pandang sama dengan bermain tekstur. Hal ini membuat interior rumah lebih “kaya”.

Tren lain yang bisa Anda adaptasi ke dekorasi rumah adalah penggunaan bahan kulit dan corak bunga. Gunakan gesper tidak terpakai sebagai aksen cantik di rumah Anda.

Anda bisa menggunakan gesper tersebut untuk menghias vas bunga, bahkan untuk menghias bantal. Sementara itu, corak bunga bisa Anda gunakan untuk wallpaper, maupun sarung bantal.

Pernahkah Anda merasa wallpaper yang tersedia di toko-toko pemasok kebutuhan dekorasi interior tidak mampu menjawab kebutuhan Anda?

Atau, pernahkah Anda merasa ukuran rumah terlalu kecil, hingga sulit mendekor interiornya?

Tentu, bukan hanya Anda mengalami masalah-masalah seperti itu. Para pemilik rumah lain di seluruh dunia pun pernah merasakannya.

Berikut ini beberapa masalah dan solusi sederhananya. Anda tidak perlu meminta bantuan profesional untuk menyelesaikan masalah tersebut. Singsingkan lengan baju Anda, dan mulailah menyelesaikan masalah-masalah mendekor tersebut sekarang juga.

Masalah pertama mengenai wallpaper. Jika enggan menggunakan wallpaper karena tidak sesuai selera, Anda bisa mencoba menggunakan metode roller dalam mengecat dinding rumah.

Berbeda dari metode stensil, roller relatif lebih konsisten dan lebih mudah. Roller bercorak pun bisa memberikan nuansa berbeda pada dinding tanpa perlu melapisinya dengan wallpaper.

Masalah kedua yang biasa dialami pemilik rumah moderen adalah kabel berserakan. Anda tentu tidak perlu meminta bantuan profesional untuk menyelesaikan masalah ini.

Gunakan kreatifitas Anda dan lakukan sedikit prakarya. Cobalah cara ini untuk menyembunyikan masalah seputar kabel-kabel tersebut.

Masalah selanjutnya adalah pencahayaan yang buruk. Minimnya sinar matahari bisa membuat interior rumah Anda tampak tidak menarik.

Selain menambah titik-titik lampu di rumah Anda, Anda juga bisa memilih lantai berwarna terang. Tidak harus putih. Lantai kayu dengan nuansa terang juga cukup membuat ruang terasa terang.

Kemudian, jika Anda tinggal di rumah mungil, cobalah menggunakan barang-barang dwifungsi. Misalnya, gunakan lemari yang bisa dimanfaatkan juga sebagai kredensa atau meja konsol.

Menggunakan meja sebagai meja kerja juga bukan ide buruk. Gunakan ide kreatif Anda. Sebagai contoh, jika kekurangan tempat penyimpanan dan tidak mungkin menambah lemari, gunakan saja sistem braket di dinding Anda. Intinya, manfaatkan barang-barang Anda sebaik mungkin!

Komentar