2017 Dicatatkan Tahun Terpanas di Bumi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Januari 2018 | 15:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Tahun lalu menjadi catatan  tahun terpanas kedua yang pernah tercatat dalam sejarah.

Dan  jika El Nino tak diperhitungkan, tahun itu  naik ke nomor satu.

Seperti ditulis laman “futurism,” hari ini, Jumat, 05 Januari,  Anda tentu  masih ingat bagaimana panasnya matahari tahun lalu di kulit

Bahkan saat malam hari, matahari seakan masih bertengger di langit.

Hal itu diungkapkan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Dibandingkan dengan  tiga tahun lalu, terjadi kenaikan panas pada tahun lalu.

Dua tahun lalu memang sempat diberikan predikat El Nino terparah dan terkuat dalam sejarah. Saat itu sistem cuaca di dunia menjadi kacau.

Banjir dan kenaikan suhu juga menyapu belahan bumi bagian utara. Namun, rekor itu telah dipatahkan oleh panas sepanjang tahun itu.

Untuk diketahui, El Nino murni siklus alami bumi. Kehadirannya bukanlah konsekuensi perubahan iklim.

Sementara itu, pada tahun silam, yang terjadi adalah El Nino Southern Oscillation, siklus yang berputar sebelum terjadinya El Nino dan dingin tak normal akibat La Nina.

Dengan kata lain, tahun 2017 merupakan tahun “netral”.

Dana Nuccitelli, dalam artikelnya di Guardian, membandingkan panas bumi beberapa tahun.

Menghentikan pemanasan global merupakan perbuatan yang mustahil dilakukan. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan rumah biru kita?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan  di jurnal Nature Climate Change, memasukkan variabel perilaku manusia dalam model perubahan iklim.

Tindakan sederhana seperti pemasangan panel surya juga ikut berpengaruh terhadap konsentrasi gas rumah kaca yang lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan Brian Beckage dan koleganya menemukan bahwa dengan mempertimbangkan respons manusia, suhu global diperkirakan mengalami kenaikan bervariasi

Tanpa mempertimbangkan respons manusia, kenaikan iklim

Sebagai ilustrasi, mengendarai mobil hibrida punya manfaat terbesar dalam jangka panjang, dibandingakan dengan penyesuaian jangka pendek seperti penyesuaian termostat atau jarak tempuh yang lebih pendek.

Meski demikian, antisipasi perubahan iklim tidaklah cukup jika berhenti pada respons individu. Lelehan es di kutub dan kebakaran hutan membuat kerusakan ekonomi dan lingkungan yang tak terhitung.

Untuk itu diperlukan tata kelola dan rencana yang matang antara pemerintah, ilmuwan, dan sektor swasta.

Salah satu contoh kerjasama yang berhasil adalah Protokol Montreal

Hingga kini ratusan negara telah meratifikasi untuk melindungi lapisan ozon dan meniadakan produksi sejumlah zat.

Komentar