Zayn Malik Minta Perrie Setop Usik Gigi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Agustus 2017 | 15:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Meski sudah menggandeng model papan atas Gigi Hadid, Zayn Malik belum sepenuhnya bebas dari sang mantan Perrie Edwards.

Zayn kini meminta agar personel Little Mix itu tak lagi mengganggu hubungannya dengan Gigi.

Diberitakan Aceshowbiz, Zayn ingin agar Perrie tak lagi mengusik Gigi dengan membawa-bawa kisah masa lalu.

Perrie, sebelumnya, menyebut nama Gigi dalam penampilan Little Mix saat menyanyikan Shout Out to My Ex.

“Zayn kecewa dengan Perrie. Tak perlu lagi mengungkit-ungkit masa lalu dan membuat drama,” kata seorang sumber yang dekat dengan Zayn, kepada Hollywood Life.

Menurut sumber itu, Perrie tak seharusnya menyebut nama Gigi, lantaran model itu tak bersalah.

Sumber tersebut menyatakan bahwa Zayn yang sepenuhnya bersalah, sehingga menyebabkan kandasnya hubungannya dengan Perrie.

“Jika dia ingin mengatakan sesuatu, sampaikan saja secara langsung pada Zayn. Dialah yang menyakiti Perrie.”

“ Dia ingin agar Perrie tak mengganggu Gigi, Gigi tak melakukan apa-apa pada Perrie, sehingga tak ada alasan untuk menyakitinya,” tutur sumber itu.

Drama Perrie, Zayn, dan Gigi ini berawal ketika Perrie mengubah lirik lagu Shout Out to My Ex saat konser di Australia akhir pekan lalu.

Dalam lagu yang memang ditujukan untuk para mantan itu, Perrie mengubah salah satu liriknya dengan menyebut nama Gigi.

Perrie seharusnya melantunkan, “Hope she ain’t faking it like I did.” Namun dia menggantinya dengan nama Gigi.

Hope she ain’t faking it like Hadid,” kata Perrie dari atas pentas.

Belum diketahui apa maksud dari Perrie mengubah lirik tersebut. Zayn memang merupakan mantan Perrie. Mereka berpacaran selama empat tahun dan bahkan sempat bertunangan.

Namun pada 2015, Zayn memutuskan hubungannya dengan Perrie. Perrie mengaku diputus oleh Zayn hanya lewat pesan singkat.

Pertengahan tahun lalu, Zayn menggandeng Gigi sebagai kekasihnya.

Perrie pun kini sudah menjalin kasih dengan bintang sepak bola Inggris yang kini bermain untuk Arsenal, Alex Oxlade-Chamberlain.

Zayn Malik sendiri sudah tidak menutup-nutupi gangguan kecemasan yang dimilikinya.

Ia pernah terang-terangan mengungkapkan itu setelah memilih hengkang dari boyband yang membesarkan namanya, One Direction.

Sejak itu, Zayn bersolo karier sembari berjuang melawan gangguan kecemasan dan rasa tidak percaya diri untuk tampil langsung di atas panggung.

Namun kini setelah dua tahun berlalu, Zayn mengakui kecemasan dalam dirinya sudah mulai bisa diatasi.

“Ini bukan hal baru yang [harus] Anda singkirkan tiap malam, tapi sudah sampai ke hal yang lebih mudah diatasi. Saya pikir itu berasal dari kurangnya kepercayaan diri, hanya rasa tidak percaya pada diri sendiri,” katanya kepada Evening Standard, dilansir Ace Showbiz.

Pelantun Pillowtalk itu mengatakan bahwa keluar dari One Direction telah membantu dirinya mengendalikan dan mengatasi kegelisahan yang ia miliki.

“Anda memiliki kontrol rasa tertentu, yang mana itu bagus. Dan saya lebih percaya diri dengan kemampuan saya dan apa yang ingin saya berikan pada penggemar saya,” ungkapnya.

Saat ini, saat tampil di depan banyak orang ia melihat para penontonnya sebagai hal yang positif, tidak lagi sebagai sesuatu yang ia takuti seperti dahulu. Artinya, Zayn sudah siap kembali tur konser untuk para penggemarnya.

Zayn terakhir kali tampil di atas panggung pada Mei tahun lalu, dalam gelaran festival musik Wango Tango. Ia tidak melakukan tur konser setelah merilis debut album Mind of Mine, dengan alasan gangguan kecemasan yang masih menguasainya.

Selain itu, mantan tunangan Perrie Edwards itu juga sempat membatalkan dua acara besar tahun lalu karena mengalami kecemasan yang parah. Saat itu dia menuliskan pesan panjang melalui Twitter sebagai permintaan maaf pada para fan yang kecewa.

Kekasih model Gigi Hadid tersebut mengklaim bahwa kala itu kecemasan menghantuinya selama beberapa bulan terakhir. Beberapa bulan kemudian dia membatalkan sebuah pertunjukan di Dubai karena merasa tidak cukup yakin untuk tampil.

Meski sekarang sudah bisa lebih mengontrol kecemasan, Zayn belum punya jadwal konser, tidak seperti mantan rekannya di Onde Direction yang kini juga menjajal solo karier, Harry Styles. Akhir tahun mendatang Styles akan keliling dunia, termasuk konser di Asia.

Kabar lain juga datang Zayn Malik yang sempat dicurigi karena  nama dan tampilannya tidak bisa berbohong bahwa ada darah Pakistan.

Zayn pernah diperiksa sampai tiga jam di bandara saat pertama kali menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Padahal saat itu ia bersama rekan-rekannya di One Direction.

Pengalaman itu diungkap Zayn baru-baru ini kepada Evening Standar

Zayn mengatakan, ia harus menjalani pemeriksaan ketat, dan itu ada hubungannya dengan namanya. “Pertama kali saya datang ke Amerika, saya mendapatkan tiga jam pemeriksaan keamanan sebelum saya naik ke pesawat,” ujar pelantun Pillowtalk itu mengawali cerita.

“Pertama mereka mengatakan bahwa saya dipilih secara acak, lalu kemudian mereka mengatakan itu ada hubungannya dengan nama saya yang menandai sesuatu pada sistem mereka,” lanjutnya.

Nama asli Zayn adalah Zain Javvad Malik.

Bukan hanya sebelum naik pesawat, pemeriksaan berlanjut setelah ia mendarat. Mantan tunangan Perrie Edwards itu ditahan selama tiga jam dan banyak ditanyai hal gila.

“Umur saya saat itu 17 tahun, pertama kalinya di Amerika dan masih merasakan jet lag, membingungkan,” ujarnya. Dan kejadian seperti itu tidak hanya menimpanya sekali saja.

Sampai kelamaan, Zayn pun mengerti mengapa hal itu terjadi padanya. Ia mencoba berpikir positif bahwa itu hanya tindakan kewaspadaan dari pihak bandara belaka.

Ia juga menilai tidak ada gunanya marah karena ditahan dan diperiksa lebih ketat dibanding yang lain.

“Ini sesuatu yang terjadi karena suasana tertentu. Saya mengerti mengapa mereka melakukannya,” kata Zayn. Situasi yang dimaksudnya, adalah banyak terorisme.

Zayn lantas menghela napas saat ditanya pendapatnya soal radikalisme agama Islam di kalangan pemuda.

Seperti diketahui, di beberapa kasus terorisme yang belakangan terjadi terutama di Eropa, pelakunya justru kebanyakan pemuda berusia dua puluhan seperti Zayn.

“Saya tidak tahu bagaimana cara mengetahui psikologi mengapa orang. Dan saya tidak tahu bagaimana mengatasi itu. Saya hanya berharap orang memiliki banyak cinta, perhatian dan kasih sayang untuk manusia lain,” tuturnya melanjutkan.

Zayn tidak memungkiri bahwa dirinya memang dibesarkan dengan keyakinan agama Islam. Kendati demikian, dia ingin tetap dipandang sebagai dirinya sendiri, seorang manusia.

“Jadi itu akan selalu bersama saya, dan saya sangat mengenal budaya ini. Tapi saya tetaplah saya. Saya tidak ingin didefinisikan karena agama atau budaya yang melatari diri saya,” katanya.

Komentar