Yon “Koes Plus” Koeswoyo Ber”pulang”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Januari 2018 | 07:53 WIB

Dibaca: 4 kali

Legenda musik Indonesia, penyanyi sekaligus pemain gitar band Koes Plus, Yon Koeswoyo meninggal dunia, hari ini,  Jumat, 05 Januari, dalam suia tujuh puluh delapan  tahun..

Kabar “kepergian” Yon langsung membuat insan musik Indonesia yang mendengarkannya berduka.

Salah satunya vokalis band d’Masiv, Ryan Ekky Pradipta.

Ryan mengunggah foto kenangan terakhirnya bersama sang legenda saat sedang membesuk Yon yang terbaring di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Dalam deskripsi foto yang disebar lewat Instagram itu, Ryan menerangkan bahwa Yon telah menghembuskan napas terakhirnya hari ini.

Innalillahi wa inalillahi rojiun, telah wafat dgn tenang, Musisi dan penyanyi KOESPLUS YON KOESWOYO  pagi ini Jumat 05 Jan 2018. Rumah Duka di Jl. Salak, Pamulang. Berdoa semoga dilapangkan jalannya pulang ke Rumah Tuhan di Surga,” ujar Ryan seperti dikutip dari akun Instagramnya.

Tak lupa, sebagai penutup Ryan membacakan doa buat mendiang.

Selama ini Yon memang sering keluar masuk rumah sakit.

Ketika berbaring di rumah sakit  Yon sempat dijenguk oleh tiga musisi Bimbo.

Samsudin Hardjakusumah, Acil Darmawan Hardjakusumah, dan Jaka Purnama Hardjakusumah .

Yon yang  sudah beberapa hari terbaring sakit dihibur lewat sebuah nyanyian oleh Bimbo

Saat itu banyak tamu yang menjenguk anggota keluarga Koeswoyo yang masih aktif bernyanyi dan bertahan di bawah nama Koes Plus itu.

“Bila sedang sakit, ada yang menjenguk, biasanya menjadi gembira,” ujar Kang Sam, sapaan akrab Sam Bimbo.

Secercah perasaan senang pun tampak pada wajah dan sikap Yon. Apalagi pada kesempatan itu Bimbo dan Yon menyanyikan beberapa lagu Koes Plus.

Pertemuan penyanyi senior dari dua grup musik legendaris itu berlangsung akrab dan ditutup dengan doa untuk Yon yang dipimpin Sam Bimbo.

Dalam pertemuan itu, hadir pula Ishadi SK, tokoh pertelevisian nasional.

Grup musik keluarga Koes dimulai di awal tahun enam puluhan bernama Koes Bersaudara dengan personel Tonny Koeswoyo, Yon, Yok, dan Nomo.

Di akhir enam puluhan Koes Bersaudara berubah menjadi Koes Plus. Murry bergabung menggantikan Nomo sebagai drumer.

Lagu kondang dari masa ke masa Koes Plus antara lain “Kolam Susu”, “Diana”, dan “Bujangan”.

Dari Koes Bersaudara di antaranya lagu “Telaga Sunyi”, “Pagi yang Indah”, “Bis Sekolah”, dan “Dara Manisku”.

Hingga kini, para penggemar Koes terus bertahan, misalnya Jiwa Nusantara, komunitas penggemar Koes Plus dan Koes Bersaudara.

Melalui grup Junior yang terdiri atas anak-anak anggota Koes Plus, David dan Rico  keluarga Koes meneruskan kiprahnya di bidang musik.

Junior juga memopulerkan kembali lagu karya Murry, “Bujangan”.

September lalu Yon Koeswoyo genap berusia tujuh puluh delapan tahun

Sementara adiknya, Yok Koeswoyo,  juga di  September lalu menginjak usia tujuh puluh lima tahun.

Mereka membuktikan isi lagu yang mereka nyanyikan sendiri lima puluh tahun silam: “Oh penyanyi tua, lagumu sederhana/ Lagu dari hatinya/ terdengar di mana-mana…“.

Karisma Yon dan Yok sebagai senimanl selama ini masih bisa dinikmati lewat lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus yang melintas zaman.

Yang menarik, apa pun lagunya, Yon dan Yok menyanyikan lagu dengan sepenuh hati dan mendapat respons gembira dari penggemarnya.

“Saya bernyanyi itu sebenarnya menghibur diri, dan ternyata itu bisa menghibur orang lain. Jadi, di panggung itu saya benar-benar bahagia,” kata Yon yang memang sangat menikmati setiap lagunya.

“Saya konsisten dan bertanggung jawab. Jadi, saya tidak waton njeplak (asal buka mulut),” kata Yon menambahkan.

Konsisten dalam arti ia terus bernyanyi sebagai jalan hidup. Terhitung sejak Koes Bersaudara merekam pertama di Irama, dan kemudian berubah menjadi Koes Plus seiring masuknya Murry sebagai pengganti Nomo, Yon telah lebih dari lima puluh tahun bernyanyi.

Ketika Koes Plus sedang sepi, Yon pernah menjadi makelar mobil dan jual beli tanah. Namun, jalan utama hidupnya tetap di musik.

Yon dan Yok bertahan di pasang surut kehidupan sebuah band dengan nama besar. Ketika Tonny Koeswoyo meninggal

Koes Plus menyurut. Koes pelan-pelan bangkit pada pertengahan sembilan puluhan. Kemudian muncul semacam revivalisme Koes Bersaudara dan Koes Plus seiring ramainya kelompok penggemar dan munculnya generasi baru penikmat lagu-lagu mereka. Saat itu nama Koes Plus naik kembali.

Kemudian pada Februari empat tahun lalu Murry meninggal di usia enam puluh empat tahun.

Yon terus bernyanyi, sementara Yok kurang aktif di panggung.

Akan tetapi, Yok masih menulis lagu dan menyemangati para penggemar muda yang menyebut diri sebagai pelestari.

 

Komentar