Virzha Stop, Husein-Nowella ke Grand Final

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 10 Mei 2014 | 10:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Di Muhammad Devirzha, atau akrab di sapa Virzha, finalis di tiga besar “Spekta” Indonesian Idol 2014, dinihari tadi, Minggu, 10 Mei 2014, mengakhiri langkahnya ke “grand final” program audisi musik yang disiarkan “live” RCTI itu, setelah dielimansi oleh “voting” pesan pendek pemirsa.

Dengan gagalnya Virzha ke “grand final,” dua peserta dari “Timur,” Palu dan Papua, Husein serta Nowela, akan bertarung memperebutkan “the nex idol 2014” dalam sebuah perhelatan meriah di Jumat malam, pekan mendatang.

Gagalnya Virzha, peserta asal Banda Aceh yang mengikuti audisi “golden ticket” dari Medan, secara keseluruhan menyentak semua pemirsa, dan mengejutkan karena tak ada yang menduga ia akan gagal.

Husein yang diprediksi tereliminasi, karena sudah empat kali berada di bottom two, justru yang menyusul Nowela menuju ke “Grand Final Indonesian Ido 2014.”

Semenjak dimulainya Spektakuler Show 1, Virzha menjadi salah satu kandidat terkuat juara Indonesian Idol. Bahkan ia tak pernah sekalipun masuk ke posisi terendah hingga akhirnya tersingkir di babak tiga besar.

Kegagalan Virzha menuju ke grand final sebenarnya sudah diprediksi oleh Tantri saat harus menebak siapa yang akan pulang malam itu. Meski terlihat kecewa, Virzha tak lupa mengucapkan terima kasih karena mampu bertahan hingga babak tiga besar.

“Terima kasih buat seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung apapunpun keputusannya saya yakin itu yang terbaik,”ucap Virzha dengan emosional dari atas panggung.

“Saya minta maaf kepada orang tua karena kado ng-gak bisa dikasih tapi ini lah hidup. Saya harus terus maju kedepannya,” tandasnya dengan suara parau

Dengan tersingkirnya Virzha, seakan menjawab doa Ahmad Dhani yang selalu berharap Virzha gagal menjuarai Indonesian Idol.

Dhani sangat menginginkan Virzha sebagai vokalis Dewa 19. Namun anehnya, malam tadi Dhani justru berharap Virzha dan Husein yang melaju ke grand final.

Menurutnya sangat jarang terjadi final antar penyanyi pria di Indonesian Idol.

Dengan lolosnya Husein ke babak grand final, maka peserta asal Palu, Sulawesi tengah itu, layak mengukuhkan dirinya sebagai finalis metal pertama yang mampu tampil di babak gran final Indonesian Idol.

Dengan lolosnya Nowela dan Husein di final, serta gagalnya Virzha, sulit memprediksi siapakah yang akan menjadi The Next Indonesian Idol 2014.

Husein Alatas, dan finalis asal Papua, Nowela Mikhelia Elizabeth Auparay, dipastikan akan adu kemampuan di babak Road to the Final Indonesian Idol 2014 pada Jumat, pekan mendatang.
Keduanya pun unggul dalam voting yang diikuti masyarakat Indonesia.

Bagi Nowela, terpilihnya ia sebagai kontestan yang lolos ke babak final adalah suatu hal yang tak disangka. “Puji Tuhan, saya sebelumnya sudah merasa telah menjadi pemenang untuk diri saya sendiri. Dan lolos ke babak final adalah bonus yang Tuhan berikan untukku,” ujar Nowela saat ditemui seusai pengumuman finalis Indonesian Idol yang berhak menuju ke babak final, Sabtu dinihari, 10 Mei 2014.

Senada dengan Nowela, Husein juga mengaku tak menyangka dia terpilih untuk tampil di babak final. “Ini adalah keajaiban. Bisa menjadi dua besar adalah hal yang sangat tidak kusangka. Walupun memang dari awal saya memang bercita-cita menjadi juara. Ini adalah hadiah yang aku persembahkan untuk orang tuaku,” ujar Husein bergembira.

Walaupun keempat juri Indonesian Idol memiliki jagoannya masing-masing, bagi mereka, kedua finalis yang lolos ke babak final memang memiliki karakter dan warna suara yang baru dan dapat meramaikan dunia musik Tanah Air.

“Mereka berdua memang memberikan penampilan yang all-out semalam. Mereka kan dari awal juga tak pernah berduet berdua, ya semoga itu tercipta di babak final nanti,” ucap Anang Hermansyah, juri Indonesian Idol 2014.

Rencananya, babak final Indonesian Idol pun akan digelar pada Jumat, 16 Mei 2014, di Kemayoran, Jakarta. Line voting untuk mendukung kedua finalis itu di babak final sudah resmi dibuka kemarin.

laporan wartawan “nuga.co” di Jakarta, gery haryanto

Komentar