Virzha Memilih Dhani Ikut Dewa 19

Penulis: Darmansyah

Minggu, 11 Mei 2014 | 07:26 WIB

Dibaca: 9 kali

Virzha foto bareng ayah, ibu dan tantenya kala masih di asrama Spekta Indonesian Idol 2014

Diperebutkan dua produser musik beken tanah air, Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah, finalis “tiga besar” Spekta Indonesian Idol 2014, yang tersisih ke “grand final,” Sabtu dinihari WIB, 10 Mei 2014, Di Muhammad Devirzha, akrab disapa Virzha, memilih Dhani untuk menjadi vokalis Dewa 19.

Dhani sejak Virzha tampil di Spekta Idol telah membujuk peserta dari Medan asal Banda Aceh itu, untuk menggantikan Once, yang memilih menjadi penyanyi solo, sebagai vokalis Dewa.

Beberapa kali Dhani dengan bergurau menghendaki Virzha tersisih lebih awal dari Indonesian Idol 2014 agar bisa segera bergabung dengan Dewa. “Maunya kami cepat tersisih. Saya akan tampung kamu menggantikan Once,” kata Dhani.

Ahmad Dhani tak pernah putus asa untuk memproduseri Virzha. “Segera saya tawarkan jadi vokalis Dewa,” kata Dhani..

“Serius kerjasama, iya, tapi bentuknya belum tahu. Dan favorit saya tetap Virzha, yang ingin saya ajak kerjasama juga. Bahkan sebelum malam spekta sudah bicara, saya sudah ajak Virzha, saya enggak nyangka dia lama,,” sambungnya.

Meski Virzha telah gugur, bos RCM itu tetap menjagokan pria asal Aceh tersebut sebagai jawara Idol.

“Kalau saya rasa dari tiga belas finalis semua kuat, kata yang keluar di malam pertama dia bisa jadi Grand Final, tapi masyarakat Indonesia enggak sama. Buat saya tetap Virzha, tapi ini kan bukan Dhani Idol,” tandasnya

Hal serupa juga diungkapkan Anang Hermansyah, agar Virzha bisa bernaung di bawah “label”nya sebagai penyanyi solo. Anang secara terus terang mengungkapkan, istri dan anaknya, Ashanty serta Aurel, menjad fans berat Virzha. Ia ingin memoles Virzha sebagai penyanyi solo karena suaranya sangat spesifik.

Virzha sendiri secara tak terduga, tersingkir dari panggung spektakuler Indonesian Idol 2014. Beberapa dewan juri tak menyangka kalau Virzha yang harus keluar, berdasarkan perolehan voting terendah dari masyarakat Indonesia.

Kekalahannya ini, oleh Virzha, diterima dengan sangat rendah hati dan lapang dada oleh Virzha. “Yang jelas, apa pun hasilnya, ini adalah yang terbaik, dan saya harus terima. Kalau lolos pun saya terima,” kata Virzha saat ditemui seusai panggung spektakuler Indonesian Idol, Ahad dinihari, 10 Mei 2014.

“Bisa berdiri hingga babak ini juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Terima kasih untuk semua pendukung,” kata Virzha, yang merasa banyak tantangan dalam kariernya ke depan.

Tentang eliminasi yang terjadi terhadap dirinya, Virzha mengungkapkan ada firasat yang ia rasakan ketika tampil di Jumat malam itu. “Kayak lelah banget pengin pulang. Firasat ya begitu, rindu sama orangtua yang ada di Medan,” ungkap Virzha pascababak spektakuler..

Selama ajang Indonesian Idol, pemilik goyang ngangkang itu selalu banjir pujian dewan juri. Namun, pujian dewan juri tidak sebanding dengan penilaian masyarakat.)

“Prediksi, target pasti lolos ke Grand Final, tapi balik lagi pada ketentuan-Nya,” ujar dia.

Meski langkahnya harus terhenti, pria gondrong itu tidak menyesal. Dia menganggap hal tersebut terbaik baginya.

“Saya buang jauh-jauh, dari awal lima belas besar besar saya anggap yang terbaik. Saya anggap ini yang terbaik, saya jalani yang terbaik,” tandasnya.

Virzha mengaku telah ditawari Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani untuk diproduseri. Dua musikus itu melihat potensi Virzha di belantika musik Indonesia.

“Soal tawaran dari Mas Anang dan Mas Dhani, kita lihat nanti bagaimannya saja,” ujar pria kelahiran Aceh tahun 1990 ini saat itu.

“Yang jelas, untuk saat ini, aku ingin bersolo karier dulu, juga mau mencoba nge-band, untuk mencari rezeki. Jadi, saat ini sedang mempersiapkan strategi ke depannya.”

Virzha merupakan salah satu kandidat terkuat dalam ajang Indonesian Idol. Dia berhasil masuk ke tiga besar. Rencananya, pria berambut panjang itu ingin menginspirasi banyak orang dengan cara berkarya.

Virzha berpesan kepada Nowela dan Husein agar terus berlatih dan memanfaatkan waktu karantina yang tersisa dan berkompetisi secara kuat.

laporan wartawan “nuga.co” di Jakarta, gery haryanto

Komentar