Virzha: Kopi No, Pedas Nasi Padang Yes!

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Oktober 2014 | 19:16 WIB

Dibaca: 1 kali

Kopi and “manok,” atawa ayam, “no.” Tapi pedasnya nasi Padang dan sambal pecit, yes!! Itulah selera Muhammad Devirzha atau akrab di sapa Virzha Idol, lelaki kelahiran Banda Aceh, yang orang tuanya menetap secara terpisah antara Medan-Palembang.

Virzha, yang usai Indonesian Idol musim lalu digaet Ahmad Dhani ke Banda Mahadewa di bawah naungan payung RCM, kini makin terkenal dan dipenuhi limpahan job yang menghasilkan “pe’eng” atau duit.

Sebagai orang Aceh, Virzha ternyata tak suka dengan “manok” atau ayam. Ia lebih memilih nasi padang yang pedas bukan asam “keung” yang juga pedas. Selain nasi padang Virzha fanatic dengan sambal pecit.

“Gue sebenarnya doyan banget makan, kecuali ayam. Gue ng gak mau makan, habis kesannya jorok, nggak tau kenapa kaya phobia aja sama ayam,” jelas Virzha saat bertemu wartawan “nuga” Gerry Haryanto di Jakarta, baru-baru ini.

Phobia merupakan ketakutan terhadap sesuatu yang dialami seseorang, bisa jadi karena trauma atau hal yang tidak diinginkan yang pernah terjadi. Namun untuk phobia yang dialami Virzha nampaknya masih dalam level yang rendah. Pasalnya dia tidak memiliki ketakutan berlebih, hanya tidak mau makan kuliner berunsur ayam saja.

Menurutnya hal ini terjadi karena waktu kecil dia pernah makan ayam, dan dia langsung jatuh sakit, selama seminggu. Sejak saat itu dia jadi tidak doyan. Virzha yang tidak suka dengan ayam, sempat mengalami beberapa kesulitan untuk mencari makanan. Namun hal ini bukan kendala besar buatnya.

“Dimana-mana semua makanan kan banyak ditemuin nya ayam, agak kesulitan sih, paling engga gue carinya ikan laut aja, diapain juga suka, atau kalo paling mentoknya cari ikan teri, enak banget,” ujarnya

Selain tak suka ayam, Virzha juga menghindari kopi karena asam lambungnya sering ngadat. Padahal sebagai anak Aceh ia sangat gemar kopi. “Soalnya gue bermasalah dengan asam lambung. Kalau mengasup kopi langsung kembung,” katanya.

Tentang kegemaran barunya, sambal pecit, ternyata ia telah jatuh hati. Meski baru pertama kali mencoba, bagi Virzha, sambal tersebut sangat cocok dengan seleranya.

“Waktu ke Surabaya, saya coba sambal pecit. Itu baru pertama kali dan wow, pedas banget, gue langsung suka,” jelas Virzha.

Sambal pecit diketahui untuk pecinta pedas. Selain karena ciri khas dengan pedas tingkat tinggi, rasa asam segar dari potongan mangga muda menjadi salah satu daya pikatnya.

Terlebih, Virzha sendiri termasuk penggemar aneka makanan laut. Sambal ini dirasa sangat cocok dengan olahan seafood yang dia santap di Surabaya.

“Sebenarnya enggak tahu itu sambal khasnya daerah mana, aslinya sudah pedas. Tapi memang gue pesan dengan takaran paling pedas, pas dimakan sama bawah bakar, enaknya bukan main,” tutupnya.
Menurutnya, segala macam makanan pedas selalu menggugah seleranya.

“Gue doyan banget pedas. Pokoknya apa saja yang pedas, gue suka. Terutama pedas yang tipenya sambal,” jelasnya saat bertemu “nuga.”

Namun, kecintaan terhadap makanan pedas tidak membuatnya kecanduan. Contohnya jika beberapa orang pecinta pedas sanggup memakan cabai rawit bulat-bulat, Virzha tidak demikian.

Menurut pria kelahiran Aceh itu, pedas nikmat adalah cabai harus diulek, ditambah dengan garam, tomat, terasi, dan jeruk nipis. Sehingga ketika disantap akan lebih terasa menggoda.

“Kalo diukur-ukur dengan level santu sampai level 10, pedas yang gue demen itu level 15,” ujarnya

Selain berkisah tentang makanan, penyanyi jebolan Indonesian Idol itu juga bisa runut bercerita tentang ramuan obat jerawat karena ia pernah mengalami jerawat yang cukup parah.

“Aku pernah jerawatan yang agak parah. Sangat mengganggu penampilan. Semua obat jerawat pernah aku cob, tapi enggak ada yang mempan.”

Saat itu, Virzha mengobati sendiri dengan ramuan tradisional. Menurutnya, ramuan tersebut merupakan resep dari sang ibunda.

“Mama aku dari dulu suka pakai masker yang terbuat dari kunyit. Jadi pas aku jerawatan, diobati sama kunyit yang sudah dihaluskan dan dipakai sebagai masker. Dipakainya sebelum mau tidur. Tapi tetap butuh waktu juga, sembuhnya sekitar tiga bulan,” tutupnya

Komentar