Berakhir, Polemik Pemugaran Makam Uje

Penulis: Darmansyah

Selasa, 8 Oktober 2013 | 11:45 WIB

Dibaca: 2 kali

Polemik panjang antara Pipiek Dian Irawati dengan keluarga besar mandiang sang suami, yang mencuat lewat kasus pemugaran makam Uje, kini mulai renyai. Mereda polemik berasal dari mengendornya sikap arogan Faisal Aswan, abang Uje, setelah menyadari tingkahnya selama ini salah langkah.

Kisruh antara Pipiek dengan keluarga almarhum Uje, sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak Uje meninggal. Dan kisruh itu berasal dari keinginan keluarga untuk merebut i “ketenaran” sang ustazd dari Pipiek.

Pada saat itu infotainment memanfaatkan momen meninggalnya Uje dengan menggali berita sebanyak-banyak dari sumber keluarga karena Pipiek enggan untuk diwawancarai karena terikat masa idah. Dengan mengeksploitir ketenaran Uje, media menyandarkan sumbernya dari keluarga.

Pada saat itulah mincul Umi Tatu, ibunda Uje, yang memberikan komentar dari semua sisi kehidupan Uje. Tidak hanya Umi Tatu, sang abang, yang dulunya tidak pernah diketahui posturnya oleh media mendapatkan porsi besar tampil sebagai seleb di tayangan televisi dan media, terutama media “online.”

Kisruh antar Pipiek dan keluarga Uje meledak kepermukaan bersamaan dengan komentar sang janda yang tidak setuju dengan pemugaran makam mandiang suaminya yang mengesankan kemewahan.

Bola panas yang dilemparkan oleh Pipek ini disambut dengan emosional oleh keluarga Uje lewat statemen yang berasal dari Umi Tatu dan Faisal Aswan. Keduanya, secara bersamaan dan terus terang, menyerang Pipiek dalam nada yang berbeda.

Umi Tatu lebih sedikit santun, tapi ucapannya tetap mencerminkan ketidaksenangannya dengan sang mantu. Umi Tatu, terkadang memilih, sikap rendah dalam kalimat yang tidak menyerang.

Berlainan dengan Umi Tatu, Faisal Aswan langsung menyerang Pipiek dalam kalimat keras dan, terkadang, menyakitkan. Ia menuduh Pipiek provokator dan ingin tenar. Bahkan dalam sebuah wawancara ia secara sadar menempatkan Pipiek sebagai mantan istri Uje.

Semua tudingan ini ditanggapi dingin dan sabar oleh Pipiek hingga MUI dan Dinas Pemakaman mengeluarkan pernyataan tentang posisi makam Uje di pemakamam umum. Disergap oleh penjelasan MUI dan aturan yang berlaku di pemakaman umum, Faisal Aswan yang semula masih garang dengan ancaman akan adanya perlawanan bila kuburan Uje di bongkar, akhirnya melunak.

Tidak ada keterangan yang valid tentang bagaimana sikap Faisal itu bisa melunak. Tapi sebuah sumber mengatakan, ia menyaqdari adanya kesalahan komentarnya secara kaidah agama dan aturan pemakaman umum, dimana Uje disemayamkan.

Tantangan yang muncul bertubi-tubi itulah yang menyebabkan Faisal mundur dan minta maaf. Ia mengatakan jika ucapannya itu menjadi pembicaraan hangat di masyarakat hanya ada satu permintaan, maaf.

Permintaan maaf ini, oleh banyak kalangan, dianggap tidak tulus sebab ia masih menggunakan istilah “surat cinta,” untuk penjelasan yang dikirim oleh dinas pertamanan.

“Ya mungkin tempo hari saya memberikan informasi soal makam, mungkin ada yang mendengarnya agak enggak enak dan gemetar, kami minta maaf,” ucap Aswan saat dihubungi wartawan.

Ia menuturkan, apa yang dilakukannya pada saat itu adalah karena kecintaannya terhadap sang adik. Mengenai makam Uje yang menyalahi aturan, ia pun siap menaati peraturan dari Pemda DKI. Ia berharap dengan aturan mengenai makam dapat menengahi perselisihan yang terjadi antara pihak keluarga dengan Pipik.

“Itu hanya bukti cinta kami semua. Tapi tetap prinsipnya kami mentaati peraturan pemerintah. Kebijakan pemerintah kami harap bisa menjadi jalan tengah terbaik untuk semua,” terangnya.

Akibat polemik pemugaran makam almarhum Ustadz Jefri Al Buchori hubungan keluarga dan Pipik Dian Irawati menjadi rusak. Bahkan, kakak Uje, Ustadz Aswan sempat meminta Pipik tidak memprovokasi masyarakat mengenai renovasi makam Uje.

Menghadapi perselisihan itu, Pipik pun pasrah dengan apa yang akan dilakukan keluarga Uje terhadap makam suaminya. Namun, kakak Uje, Ustadz Aswan membantah hubungan keluarga Uje dengan Pipik renggang. Dia memastikan tetap menjaga silahturahmi dengan istri maupun anak-anak Uje.

Meski begitu, dia tidak menampik jarang berkomunikasi atau bertemu Pipik Dengan kesibukannya berdakwah membuat komunikasi mereka terhambat.

“Kita sama-sama punya kesibukan. Masya Allah ya kesibukan itu selalu ada,” tandasnya.
Di tengah-tengah polemik pemugaran makam almarhum Uje sempat menyeruak isu pihak keluarga akan memindahkan makam suami Pipik Dian Irawati itu.

Gosip yang beredar menyebutkan, makam Uje akan dipindahkan ke pesantren miliknya demi penghindari konflik dengan Pipik. Namun saat dikonfirmasi, kakak Uje, Ustadz Aswan membantah hal tersebut.

“Tidak ada, Itu hanya isu pemberitaan di luar saja,” ungkap Aswan. Lebih lanjut, Aswan mengungkapkan, pihak keluarga tidak berniat memindahkan makam Uje ke tempat lain. “Soal pemindahan Itu baru sebatas isu saja,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kisruh makam Uje bermula ketika pihak keluarga memugar makam dengan mewah tanpa sepengetahuan Pipik. Itu cukup mengundang kontroversi di kalangan masyarakat. Pihak Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menilai, pemugaran tersebut menyalahi aturan.

Komentar