Usai di Yahoo Mayer Pakai Gmail Kembali

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Juni 2017 | 08:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Yahoo telah di jual. Dan pemilik barunya Verizon.

Lantas kemana si cantik Marissa Mayer sang arsitek negosiasi yang sekaligus bos besarnya pergi?

Ya,  Marissa Mayer telah mengundurkan diri setelah akuisisi atas perusahaan tersebut rampung dilakukan oleh operator seluler Verizon.

Selama menjabat sebagai bos Yahoo dia memakai layanan Yahoo Mail dari perusahaan pimpinannya.

Apakah ia akan tetap memakai layanan itu.

Jawabnya tidak.

Mayer agaknya sudah  memiliki keinginan terpendam untuk kembali memakai Gmail seperti dulu.

Dia dilaporkan berkata “ingin segera memakai Gmail” ketika berbicara dalam konferensi AccelerateHER di London, Inggris, hanya sehari setelah mundur dari Yahoo.

Alasannya, Mayer merasa “selalu bisa bekerja lebih cepat dengan tool rancangan sendiri”.

Sebelum bergabung dengan Yahoo, Mayer memang pernah bekerja di Google selama tiga belas tahun dan memimpin pengembangan berbagai produk, termasuk Google Search dan Gmail.

Ramai dilaporkan ingin segera memakai Gmail, Mayer bereaksi dengan mengatakan perkataannya telah dibawa ke luar konteks. Rupanya dia tak ingin membuat Yahoo tersinggung.

“Komentar di luar konteks ini adalah soal desain Gmail dan bagaimana proses evolusinya sejak apa yang saya kerjakan di masa-masa awal,” kicau Mayer melalui  akun Twitternya.

Seperti ditulis “the verge,” hari ini, Kamis, 15 Juni, dia juga mengatakan bakal terus menggunakan Yahoo Mail di samping layanan e-mail lain

Dulu, ketika masih bekerja di Google, Mayer terakhir menjabat sebagai Vice President layanan Local, Maps, and Location Services.

Kini, setelah hengkang dari Yahoo pasca akuisisi oleh Verizon, Mayer menerima paket kompensasi sebesar dua puluh tiga  juta dollar AS atau lebih dari tiga ratus miliar rupiah

Yahoo sendiri resmi dijual seharga enam puluh triliun rupiah.

Dan misteri kelanjutan karir Marissa Mayer di Yahoo akhirnya terjawab sudah.

Setelah mengundurkan diri dari jajaran direksi beberapa saat lalu, Mayer kini memutuskan mundur dari jabatan CEO setelah proses akuisisi oleh Verizon .

Jabatan CEO Yahoo bakal diserahkan ke Thomas J. McInerney yang sejatinya sudah menjadi anggota direksi Yahoo sejak April lima tahun lalu.

Apa yang membuat Mayer memutuskan mundur sepenuhnya dari Yahoo?

Mayer sendiri tidak bersuara seputar hal tersebut. Meski begitu, tampaknya hal tersebut terkait dengan akuisisi Yahoo oleh Verizon.

Ada kemungkinan, posisi Mayer memang tidak masuk ke rencana Verizon untuk Yahoo nantinya.

Mayer sendiri selama ini tak pernah tersangkut kasus pribadi di Yahoo. Sebagian orang hanya menganggapnya gagal memimpin Yahoo yang memang seperti kapal terombang-ambing dalam beberapa tahun belakang.

Mundurnya Mayer, baik dari posisi direksi maupun CEO, menjadi penutup kiprahnya di Yahoo setelah bergabung selama lima tahun.

Siapakah sebenarnya Mayer?

Seperti apa latar belakangnya?

Ya, sebelum bergabung ke Yahoo pada lima tahun silam, Mayer pernah bekerja di raksasa internet Google.

Berita kepindahan Mayer kala itu sangat menggemparkan. Pasalnya, Google merupakan kompetitor Google.

Kondisi bisnis dan keuangan Yahoo yang sedang payah-payahnya juga menjadi sumber kejutan.

Selain cantik, Mayer pun punya catatan prestasi yang cemerlang di Google.

Lulusan Universitas Standford ini bergabung dengan Google pada delapan belas tahun lalu menjadi  sebagai karyawan

Dia termasuk salah satu orang penting di Google, yang telah membesarkan perusahaan internet itu.

Selama di Google, Marissa pernah menduduki berbagai posisi dan bertanggung jawab atas pengembangan berbagai produk Google. Salah satu warisannya di Google, yang masih bisa kita nikmati saat ini, adalah layanan Google Search. Meskipun tampak sederhana, banyak orang tertarik dan memiliki ketergantungan terhadap layanan itu.

Seperti pernah dikatakan oleh Mayer, “I think Google should be like a Swiss Army knife: clean, simple, the tool you want to take everywhere.”

Di Google, Mayer terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang inspiratif. Carmine Gallo, penulis buku The Presentation Secrets of Steve Jobs, pernah mewawancarai Mayer dan lebih dari lima puluh orang pemimpin bisnis lainnya dalam sebuah riset untuk bukunya yang berjudul Fire Them Up.

Gallo terkesan dengan gaya kepemimpinan Mayer. Menurutnya, Mayer memiliki tiga ciri pemimpin yang berkualitas. Dia memiliki passion terhadap pekerjaannya, persuasif, dan mampu memotivasi timnya.

Marissa bekerja mulai pukul 9 pagi hingga 8 malam. Setelah itu, dia akan berlatih di gym sebelum kemudian kembali bekerja dan membaca e-mail hingga pukul 11 malam. Energi sebesar itu tentu tidak dimiliki seseorang, kecuali jika dia benar-benar memiliki passion terhadap pekerjaannya.

Mayer juga seorang pembicara yang andal dan persuasif. Dia adalah seorang story teller yang memikat.

Presentasi selama satu jam, misalnya, bisa dia sampaikan dengan menarik hanya berbekal sepuluh slide yang semuanya berisi foto.

Satu lagi, sebagai motivator yang ulung, Mayer rajin mendengarkan dan menasihati para karyawannya.

Di Google, setiap hari selama sembilan puluh menit, mulai pukul empat sore, Mayer menyediakan waktunya untuk mendengarkan dan berdiskusi dengan para karyawan secara personal.

Setiap staf bisa menyampaikan kritik dan mengemukakan ide-idenya langsung kepada Mayer.

Setelah mengumumkan kepindahannya ke Yahoo, publik dibuat penasaran dengan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Mayer di perusahaan itu.

Dalam enam bulan pertamanya di Yahoo, Mayer telah melakukan banyak perubahan, bahkan melebihi yang telah dilakukan oleh para pendahulunya selama bertahun-tahun.

Mayer membenahi layanan e-mail Yahoo dan mendesain ulang Flickr, aplikasi sharing foto yang dimiliki Yahoo. Yahoo juga merilis aplikasi mobile baru untuk Yahoo Mail and Flickr.

Hal ini cukup berhasil menambah jumlah fans Yahoo dan meningkatkan jumlah upload foto ke Flickr hingga dua puluh lima persen.

Di lingkungan perusahaan, Mayer menyuntikkan semangat kepada para karyawan lewat berbagai kebijakannya. Dia membangun kantin bagi para karyawan dan membekali mereka dengan iPhone dan ponsel Android.

Selain itu, dia juga menarik beberapa bintang digital di Silicon Valley untuk bergabung dengan jajaran direksi Yahoo, termasuk Max Levchin, co-founder PayPal, dan Henrique de Castro, salah seorang eksekutif Google.

Mayer juga menjadi pihak di balik keputusan Yahoo mengakuisisi beberapa perusahaan startup.

Namun, dari semua prestasi tersebut, Mayer menyimpan sebuah cerita yang mungkin tidak ingin ia beberkan ke orang banyak. Ia telah memecat sekitar seribu karyawan hanya satu tahun setelah bergabung.

Kesannya memang kejam, tapi mungkin keputusan itu harus diambil Mayer agar Yahoo tetap bisa berjalan.

Menariknya dari kisah pemecatan oleh Mayer ini adalah ia melakukan secara diam-diam.

Lebih hebatnya lagi, Mayer tetap mampu menjaga dan meningkatkan moral karyawan meskipun tidak ada yang tahu siapa yang akan dipecat berikutnya.

Meski begitu, upaya perubahan yang dilakukan Mayer memang dinilai belum cukup untuk mempertahankan posisinya di Yahoo.

Perusahaan tersebut terus berada dalam masalah, hingga akhirnya Yahoo sampai menjual lahan dan tanah kantornya di Sillicon Valley.

Mayer sendiri belum mengumumkan langkah selanjutnya selepas dari Yahoo.

Komentar