Swift Jadi Donasi Penyintas Pelecehan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai memenangkan kasus pelecehannya di pengadilan, Taylor Swift mengadakan donasi untuk mendukung dan membantu korban kekerasan serta pelecehan seksual

Swift mengalami pelecehan seksual  yang dilakukan penyiar radio David Mueller empat tahun silam

Seperti ditulis kantor berita “afp,” hari ini Jumat, 18 Agustus, Swift memberikan sumbangan tersebut kepada lembaga sosial pembela korban pelecehan seksual, Joyful Heart Foundation.

Namun lembaga tersebut menolak menyebut jumlah donasi yang diberikan Swift.

“Saya berharap pengalaman Taylor yang diketahui publik luas tersebut, dan keputusannya untuk angkat suara, bukan hanya membantu menguatkan korban untuk berbicara dan mengambil tindakan, namun menawarkan mereka sebuah solidaritas,” kata Mariska Hargitay, aktris sekaligus pendiri lembaga tersebut.

“Saya merasa terhormat atas dedikasi dia dan komitmennya atas isu ini, dan saya amat bersyukur atas dukungannya kepada Joyful Heart Foundation,”

CEO lembaga tersebut, Maile Zambuto, berterima kasih kepada Swift atas ‘investasi kebaikan’ yang diberikan pelantun Out of The Woods tersebut.

Zambuto mengatakan aksi mantan Harry Styles melawan Mueller memberikan pesan kuat kepada para survivor atau penyintas pelecehan di dunia, bahwa mereka amat berharga dan mereka tidak sendirian menghadapi masalah pelecehan seksual.

Pada Senin lalu, Swift memenangkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Mueller.

Juri di pengadilan Denver memberikan kemenangan pada Swift atas perbuatan tidak senonoh Mueller di acara jumpa fan

Juri mengabulkan tuntutan Swift berupa simbol US$1 atas kerugian yang diakibatkan perbuatan Mueller. Swift pun berjanji memberikan donasi, meski ia mengalami kerugian secara mental.

“Saya mengakui hak istimewa yang saya dapatkan dari hidup ini, di masyarakat, dan atas kemampuan saya untuk menanggung biaya atas pembelaan diri saya dalam ujian seperti ini,” kata Swift dalam pernyataannya ketika berterima kasih kepada pengadilan.

“Harapan saya adalah membantu mereka yang suaranya juga harus didengar. Karenanya, saya akan membuat donasi dalam waktu dekat ini kepada sejumlah lembaga yang membantu dan membela korban pelecehan seksual,” lanjutnya.

Sebelumnya,  Swift menang di pengadilan atas David Mueller, seorang mantan disc jockey

Mueller dinyatakan bersalah karena memegang bokong Swift dan harus membayar denda simbolis senilai satu dolar.

Pada saat kemenangan itu diputuskan hakim Swift menangis dan memeluk

Ketika meninggalkan ruang sidang, Swift juga terlihat juga mengucapkan “terima kasih” dari jarak jauh kepada juri.

“Saya menyadari bahwa saya memiliki beberapa kemudahan dalam hidup, dalam masyarakat, dan dalam kemampuan saya untuk menanggung beban yang sangat besar dalam membela diri saya sendiri dalam pengadilan,” kata penyanyi itu, sepeti dikutip dari Reuters.

“Harapan saya adalah untuk membantu mereka-mereka yang suaranya juga seharusnya didengarkan.”

Swift juga menyatakan ia akan menyumbangkan uang pada organisasi yang membantu korban-korban pelecehan seksual. Kasus pelecehan Mueller pada Swift sendiri terjadi pada 2013 silam dalam sebuah sesi foto bersama.

Keputusan diambil tim juri yang beranggotakan enam wanita dan dua pria setelah berargumen selama empat jam.

Juri juga menolak klaim Mueller bahwa anggota tim manajemen Swift dengan sengaja membuat Mueller dipecat dari pekerjaannya sebagai DJ.

Ketika putusan dibacakan, Mueller tidak menunjukkan reaksi apa pun

Semula, Mueller adalah pihak yang menggugat Swift karena ia dipecat dari stasiun radio tempatnya bekerja setelah muncul aduan dari Swift.

Dalam gugatannya, Mueller menyatakan tuduhan itu palsu dan ia menuntut Swift, ibu kandung Swift yaitu Andrea, serta pekerja di stasiun radio tersebut, Frank Bell.

Pengacara Mueller, Gabriel McFarland, berargumen bahwa kliennya tak mungkin mengambil risiko kehilangan pendapatan  seratus lima puluh ribu ribu per tahun demi tindakan seperti itu.

Namun dalam kesaksian di pengadilan, Swift dengan tegas menyebut bahwa ia merasakan tangan Mueller menyusup ke dalam rok untuk memegang bokongnya.

Pada pekan lalu, hakim menolak gugatan tersebut sehingga Swift balas menggugat.

Pengacara Swift, Douglas Baldridge, dalam pernyataan penutup saat sidang, menyatakan bahwa Swift hanya menuntut satu dollar karena tidak ingin membuat bangkrut Mueller.

“Tuntutan ini berarti ‘tidak adalah tidak’ dan ini adalah penegasan bagi perempuan bahwa hanya mereka lah yang boleh menentukan batas toleransi pada tubuh mereka sendiri,” kata Baldridge soal alasan Swift mengajukan tuntutan.

Komentar