Tak Ada Lagi Sule di Opera van Java

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Mei 2014 | 15:34 WIB

Dibaca: 4 kali

Sule mengakhiri keikut-sertaannya sebagai tokoh sentral di Opera van Jaya atau dikenal dengan OvJ setelah bergabung ke stasion televisi baru “One Net,” dengan bayaran, yang kabarnya, sangat menggiurkan.

Kepastian dari putusnya “kontrak” Sule, penghibur “nomor wahid,” seperti dikatakannya kepada wartawan “nuga.co” di Jakarta, Gery Haryanto, Senin siang, 19 Mei 2014, di sebuah kafe bilangan Kebayoran Baru, merupakan pencarian suasana baru untuk kelanjutan karir penghiburnya.

Sule sejak dua tahun terakhir menjadi “trade mark” OvJ. Ia tampil membawakan lawakan yang segar dan menjadi sentral dalam kelompok yang juga menampilkan pelawak Aziz Gagap di Trans 7.

Menurut Sule, ia akan menjadi “host” di One Net, selain itu juga akan tetap mengisi acara di Global TV. Bersama Andre Tolani, Sule akan merintis karir baru dalam lawakan yang lebih “intelek” di One Net.

Andre juga membenarkan kalau ia akan tampil bersama Sule dalam “show” berdurasi satu jam setiap harinya di One Net. Kemasan “show”nya menurur Andree akan berbeda di banding OvJ.

“Di sini Sule dituntut menjadi host. Dan dalam beberapa ujicoba tayangan Sule berhasil menyelesaikannya dengan gelitikan yang tak kalah hebohnya di banding dengan Ovj,” kata Andre

Tak bisa dipungkiri, Sule termasuk pemain tetap yang menonjol di program OVJ. Maka banyak follower Sule yang bertanya melalui Twitter mengapa tak lagi memperkuat OVJ.

“kang sule benarkah bahwa telah keluar dari OVJ.?sebagai fans dari awal OVJ bentuk saya udah nonton lho.!!” tanya seorang follower, andie_ajach. Sule lantas me-reply pertanyaan tersebut. “sy g keluar tp jkontraknya abis,” jawab Sule pada Senin, 19 Mei 2014.

Dua hari lalu, seorang fans juga memention Sule, mengungkapkan rasa kangen melihat aksinya di OVJ. “Nntn ovj ni malem masih ada sule, jadi sedih skrg udh ga ada… Sono pisan kang :” tulis arieshafrial. Sule me-retweet kicauan fansnya dengan kata: “Inalilahi.”

Sule yang melejit namanya di OvJ setelah berhasil memenangkan program API di TPI, kini MNCTV, beberapa tahun lalu. Sule juga pernah meninggalkan grup lawaknya saat berlaga di API, SOS.

Sule melenggang bersama pelawak lain lewat program komedi sukses milik Trans7. Selama beberapa tahun OVJ berhasil memuncaki rating dan menjadi andalan Trans7. Sule, juga para komedian pendukung program ini, popularitasnya makin melambung. Perlahan, Sule tak lagi identik dengan TPI, API atau grupnya, melainkan OVJ.

Sule kemudian juga eksis di beberapa program lain milik Trans7, juga aneka program yang tayang di TV lain. Begitu identiknya Sule dengan OVJ dan Trans7, agak mengejutkan ketika muncul kabar Sule tak lagi memperkuat OVJ.

Pihak Trans7 mengatakan, Sule sudah habis masa kontraknya. Hilangnya Sule dari OVJ justru dipahami sebagai peluang melakukan penyegaran. Lewat Twitter, pada penggemarnya yang bertanya, Sule juga menegaskan kontraknya sudah habis dan tak diperpanjang. Sule seakan ingin mengatakan, dia tidak meninggalkan OVJ/Trans7.

Apa sebenarnya di balik hengkangnya Sule dari OVJ Trans7? Benarkah semata karena masa kontraknya sudah habis? Meski agak mengejutkan, baiklah kita terima saja penjelasan itu. Pertanyaan berikut yang muncul, bagaimana OVJ tanpa Sule, atau Sule tanpa OVJ?

Bagi Sule, yang selama ini tampil sendiri, tak lagi bersama grupnya, model kemasan acara TV sekarang memang menjanjikan peluang besar baginya. Sule bisa tetap dan terbiasa melucu dipasangkan dengan siapapun, tak tergantung pada lawan main. Dengan kecerdasannya, Sule juga tak terbata-bata ketika diberi tugas memandu acara sekaligus melucu layaknya pelawak.

Bersamaan dengan perubahan gaya acara komedi di TV, sekarang TV juga tak mau begitu saja menyerahkan nasib acaranya pada para pelawak. Acara komedi sekarang dikemas dengan konsep dan cerita.

Selain mengandalkan kemampuan melucu para pelawak yang jadi pengisi acara, konsep juga menjadi pertaruhan penting. OVJ bisa jadi contoh nyata berpadunya konsep tim kreatif dan kemampuan para pengisinya menghidupkan acara.

Konsep yang bagus, bisa merangsang para pengisi acara menguras kemampuan melucu. Pelawak yang bagus bisa mengubah konsep biasa menjadi tontonan yang lucu dan menghibur.

Tim kreatif stasiun TV dituntut terus melahirkan konsep baru yang menarik dan durabel. Tuntutan yang sama juga dialamatkan pada para komedian. Akankah iklim sekarang membuat Sule tetap prikitiw tanpa OVJ, begitu juga sebaliknya?

Seperti bintang sepakbola, Sule tetap membutuhkan klub dan arena yang bisa mengeksplorasi kemampuannya. Seperti klub sepakbola, OVJ juga memerlukan pemain bintang yang piawai menjebol gawang.

laporan geru haryanto, “nuga.co” di jakarta

Komentar