Swift dan Alwyn Tak Ambil Pusing Bakal LDR

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 November 2017 | 14:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Taylor Swift dan kekasihnya kini, Joe Alwyn disebut tak ambil pusing ketika hubungan mereka yang baru setahun bakal dihadang jarak saat tur dunia Reputation dimulai pada tahun depani.

Sebuah sumber terdekat keduanya menyebut pasangan yang diketahui telah berhubungan sejak November tahun lalu akan memastikan jalinan romansa mereka tetap bertahan.

“Ketika tur internasional Taylor dimulai tahun depan, mereka akan menghadapinya,” kata sumber tersebut.

“Hal itu bukan sesuatu yang mereka khawatirkan. Hubungan mereka menakjubkan, karena mereka berdua berkomitmen membuat ini berhasil,” lanjut sumber tersebut.

Taylor Swift baru-baru ini mengumumkan jadwal tur untuk mendukung album keenamnya, Reputation. Tur tersebut akan dimulai pada 8 Mei 2018 di Amerika Serikat.

Dalam tur yang akan diselenggarakan di berbagai stadion tersebut, Swift dijadwalkan tampil di 27 tempat hingga 6 Oktober 2018.

Masih akan ada penambahan jadwal tur di Inggris, Irlandia, Australia dan Selandia Baru, dalam waktu dekat.

“Hubungan mereka berjalan normal dan saling menghargai satu sama lain, dibangun atas dasar saling memberi. Joe itu amat dewasa dan kekasih yang luar biasa,” lanjut sumber tersebut.

umber tersebut menjelaskan masalah jarak bukan kali pertama yang dihadapi Tay dan Joe alias Jaylor.

Sebelumnya, ketika Joe Alwyn masih dalam proses produksi film Billy Lynn’s Long Halftime Walk, keduanya telah membiasakan diri pacaran jarak jauh alias LDR.

“Ketika Joe masih sibuk syuting, Taylor berangkat melihatnya semampu yang bisa ia lakukan, kebanyakan (Joe) berada di Atlanta,” kata sumber tersebut.

Kesibukan Swift akan mulai bertambah usai ia merilis Reputation yang kini telah menjadi album terlaris tahun ini dengan capaian satu juta  kopi lebih  dalam empat hari pertama.

ru-baru ini, Swift diketahui menghabiskan akhir pekan di New York untuk promosi album terbarunya.

Meski tak tampak ditemani oleh Alwyn, Swift disebut sumber terdekatnya merasa amat bahagia dan nyaman dengan hubungan asmaranya kini.

“Taylor menghabiskan akhir pekan di New York,” kata sumber tersebut.

“Dia amat bersemangat merilis albumnya itu. Dia amat bangga akan album tersebut dan tidak sabar merilisnya. Swift menghabiskan waktunya bersama fan selama akhir pekan kemarin. Hidupnya luar biasa dan dia amat bahagia,” lanjut sumber tersebut.

“Joe membagikan semangat Swift. Mereka berdua bahagia bersama-sama. Mereka berdua amat pekerja keras, fokus, dan saling mendukung karier satu sama lain.” kata sumber tersebut, dikutip dari People

Album terbaru Taylor Swift, Reputation, memang baru rilis pada

Bagi mereka yang sudah menerima album tersebut secara fisik, akan menerima surat emosional dari Swift berisi curhatan tentang pengalamannnya menjadi bahan omongan orang lain.

Curhatan tersebut merupakan sekapur sirih dari Swift akan album keenamnya tersebut. Dalam pembukaannya tersebut, Swift berbagi pengalaman tentang pentingnya mengetahui orang bukan hanya dari satu sisi saja.

“Kita pikir kita tau akan seseorang, namun kenyataannya yang kita tahu adalah versi yang telah mereka pilih untuk ditunjukkan kepada kita,” kata Swift membuka sekapur sirihnya.

Menurut Swift, sosok yang dikenal oleh pihak tertentu akan berbeda dengan yang dipahami pihak lainnya. Dan bayaknya rumor dan berita yang beredar akan mempengaruhi penilaian juga citra yang terbentuk akan orang tersebut.

“Kita mungkin mendengar rumor akan seseorang dan percaya hal itu bisa jadi benar. Kita mungkin suatu kali bertemu dengan orang itu dan merasa bodoh mempercayai gosip tersebut,” lanjut Swift.

Swift juga berpendapat, kemajuan teknologi memungkinkan semua hal dalam hidup terdokumentasi dengan baik. Namun, di satu sisi, citra dan reputasi yang ada dapat menjadi bumerang.

Dalam surat tersebut, Swift juga mengisahkan harapan akan menemukan sosok yang dapat memahami kisah hidup dia secara utuh.

“Pada intinya, di luar kebutuhan kita untuk menyederhanakan dan menggeneralisasi secara mutlak setiap orang dan apa pun dalam hidup ini, manusia secara nilai mustahil disederhanakan,” kata Swift.

“Kita tidak pernah ‘hanya’ baik atau ‘hanya’ buruk. Kita adalah mosaik dari kebaikan dan keburukan diri sendiri,” lanjut Swift.

Swift pun mengisahkan pengalamannya menjadi sorotan sejak usia yang amat muda.

Kala itu, Swift masih berusia belasan tahun ketika ditemukan oleh Scott Borchetta, eksekutif DreamWorks Records yang tengah menggarap label miliknya sendiri, Big Machine Records.

“Saya telah menjadi sorotan publik sejak usia lima belas tahun. Sisi baiknya, saya amat beruntung menjadikan musik sebagai hidup saya dan melihat kerumunan penuh cinta, dan bersemangat,” kata Swift.

“Di sisi lain, kesalahan saya telah digunakan untuk melawan saya sendiri, patah hati yang saya rasakan telah digunakan sebagai hiburan, dan karya saya dibuat remeh dengan [cara] dibesar-besarkan,” lanjutnya.

Swift mengaku sadar, ketika album Reputation rilis, maka berbagai media gosip akan mengekspos keterkaitan lagu tersebut dengan para lelaki yang pernah ada dalam kehidupannya.

Untuk menangani hal itu, Swift menyebut ia telah menyiapkan serangkaian foto dan bukti untuk membantah berbagai teori dan gosip yang ada tentang dirinya.

Ia pun mengulangi pernyataan awalnya di akhir surat pembuka Reputation tersebut. Dan, Swift menutup dengan beberapa kalimat penegas makna album tersebut.

Komentar