Selena Gomez: “Saya Sulit Menolak….”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 13 Mei 2016 | 09:52 WIB

Dibaca: 1 kali

Selena Gomez membuat pernyataan mengejutkan.

“Saya punya kelemahan. Sulit menolak apa pun savory atau laki-laki berandal,” katanya sembari meringis.

Pernyataan Selena Gomez  itu muncul sebagai jawaban atas skandalnya dengan Orlando Bloom yang kepergok sedang bermesraan dan menghiasi hampir seluruh media entertainment.

Pernyataan  Selena tentang “savory” itu pun bisa berarti skandalnya dengan  Orlando yang tergolong bad guy memang benar.

Apa hubungannya pernyataan Selena dengan posisinya hari ini?

Ya, pada saat yang sama Orlando  dikabarkan sedang mengencani penyanyi cantik dan seksi Katy Perry.

Sebelumnya, Selena menjalin romansa putus sambung dengan Justin Bieber selama bertahun-tahun.

Namun suatu kali ia mengaku jatuh cinta pertama kali pada Jesse McCartney.

“Dia tahu soal itu,” katanya Selena yang cemburu pada Katie Cassidy, kekasih Jesse.

Sementara itu, sumber Hollywood Life menyatakan, Katy sangat mencintai Orlando, dan tak bisa begitu saja langsung memutuskan hubungan dengan sang pria tiga puluh sembilan tahun yang dikenal sebagai “smooth talker” alias lawan bicara yang mengasyikkan.

Yang paling terkejut dan panik mendengar rumor ini justru para penggemar Selena dan Katy, yang disebut Selenators dan Katy Cats.

Walau sebetulnya, rumor ini tidak terlalu mengejutkan, karena pada dua tahun silam, Orlando sempat dekat dengan Selena.

Rumor itu berawal dari beredarnya foto yang diambil oleh seorang sumber.

Terlihat Orlando mengenakan kaus putih serta celana hitam dan Selena mengenakan gaun keperakan tanpa lengan dengan belahan tinggi sebatas pangkal paha.

Selena berada di Las Vegas untuk memulai rangkaian tur konser musiknya yang bertajuk Revival. Sedangkan Orlando berada di sana untuk merayakan bachelor party seorang temannya yang akan menikah.

Meski mesra di kelab malam, namun Selena pulang sendirian ke hotelnya pada malam itu.

Entah karena memang benar tidak ada hubungan istimewa di antara mereka, atau karena Selena mengetahui Miranda Kerr, mantan istri Orlando, hadir sebagai salah satu penonton dalam konser Revival.

Saat Orlando bersama Selena di Las Vegas, Katy dikabarkan sedang berada di California.

Maksud hati menyebut “kemoterapi,” apa daya lidah Selena Gomez terpeleset, sehingga kata yang meluncur dari bibirnya malah “leukemia.”

Sontak para penggemar pelantun Hands To Myself ini pun panik dan menyerukan protes.

Kekeliruan ini terjadi saat sang dara menceritakan tentang penyakit, baik rumor maupun fakta, yang mendera ibu kandung dan dirinya sendiri, dua tahun belakangan ini, dalam wawancara dengan GQ Magazine.

Sejak awal, banyak orang ingin tahu soal yang satu ini,” kata Selena kepada GQ.

“Saya didiagnosa menderita lupus. Ibu saya mengalami keguguran, jadi saya terpaksa membatalkan rencana tur konser. Saya butuh waktu untuk menyembuhkan.”

Lebih jauh, mantan kekasih Justin Bieber ini menuturkan, “Saya menjalani leukemia, dan saya menyambangi dua lokasi berbeda untuk melakukan perawatan itu.”

Tentu saja yang dimaksud Selena adalah kemoterapi untuk menyembuhkan lupus, bukan leukemia.

Sekalipun pernyataan Selena tersebut sudah diralat oleh penulis artikel, Zach Baron, tetap saja para penggemar panik.

Ranah Twitter pun dipenuhi cuitan soal penderitaan Selena yang bertubi-tubi didera penyakit, dari lupus sampai leukemia.

Sebelumnya, beredar rumor dara kelahiran Texas, ini menjalani rehabilitasi akibat kecanduan narkoba.

Setahun berikutnya, Selena membuat pengakuan kepada Billboard, bahwa dirinya menjalani kemoterapi untuk mengobati lupus.

Diakui Selena, dirinya ikhlas seratus persen menjalani kemoterapi.

Di sisi lain ia juga merasa frustasi, lantaran banyak orang yang ikut “campur tangan.”

Hal ini pun diakui sang nenek, Mary Gomez. Deraan penyakit sudah cukup membuat cucunya stres.

“Selena sangat stres dan peduli mengenai kondisinya. Saya pun peduli padanya,” kata Mary kepada Female First

“Dia sangat sibuk. Dia butuh beristirahat. Kita semua ingin dia bisa mengatasi segala hal ini dengan sebaik-baiknya.”

Diagnosis lupus tak membuat Selena gentar. Sebaliknya, ia tetap sabar dan optimis menyonsong masa depan.

“Kekhawatiran itu pelan-pelan menyurut seiring pertambahan usia saya,” katanya. “Saya harus lebih sabar dan tetap membuat karya berkualitas.”

Bukan hanya karya di ranah musik, juga film. Terlepas dari soal karya, masih ada pe-er yang juga harus dilanjutkan Selena.

“Satu per satu, saya akan mengubah subjek dialog, agar orang-orang tak lagi peduli tentang segala hal yang pernah menimpa saya.”

Komentar