“Saya Trauma Berhubungan dengan Farhat”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 April 2014 | 10:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Sidang perceraian Nia Daniati – Farhat Abbas, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, kamerin, Rabu, 23 April 2014, mulai menyentuh masalah hubungan yang sangat pribadi, terutama persoalan “dapur” keduanya.

Salah satu rahasia yang sangat sensitif dari persoalan “dapur” kamar tidur kedua suami istri ini, yang telah menyepakati untuk bercerai, menyangkut traumatik Nia Daniati dalam berhubungan intim dengan Farhat selama tujuh tahun terakhir.

“Di sidang tadi Farhat bertanya kenapa Nia enggak mau berhubungan badan dengan Farhat. Alasan Nia oleh karena Farhat berganti-ganti wanita, belum lagi dia nikah siri. Ada keraguan Nia untuk bersetubuh dengan Farhat,” terang kuasa hukum Nia, Indra Syahnun Lubis seusai sidang.

“Kita harus bertanya, ‘Jangan-jangan Nia takut ada penyakit karena Farhat berganti-ganti wanita, lalu ke Nia,” lanjut Indra.

Menurut Indra lagi, kliennya mengalami trauma.

“Ada rasa trauma Nia untuk bersetubuh dengan Farhat. Ada rasa ketakutannya ketika berhubungan badan dengan Farhat,” sambung Indra.

Nia sendiri tak hadir dalam sidang lanjutan gugatan cerainya.

“Mohon maaf, Nia tadinya mau datang. Berhubung jadwal sidangnya cepat dan kami hanya mendengarkan saksi dari Farhat Abbas, yang jelas-jelas menjelekkan Nia. Farhat enggak usah menghadirkan saksi karena enggak ada gunanya,” ujar kuasa hukum lain Nia, Susanti Agustina.

Sementara itu Elza Syarief, pengacara Farhat, menyebutkan bahwa kliennya menikah siri dengan perempuan lain karena Nia tujuh tahun tak meladeni kebutuhan biologisnya.

“Selama ini Farhat berdiam diri karena dia menyayangi Nia dan sering mengalah. Tapi, Nia semenjak tujuh tahun lalu tak memberikan kebutuhan biologis,” terang Elza seusai sidang.

Menurut Elza, selama berumah tangga, Farhat telah melakukan kewajibannya sebagai suami Nia dengan baik.

“Farhat ini sebagai suami telah bertanggung jawab, bukan hanya kepada anak dan istri, melainkan juga keluarga besar. Tetapi, sebagai suami, dia tak mendapatkan haknya, disayangi, hak biologisnya,” tutur Elza.

“Farhat sebagai suami bertanggung jawab, telah membiayai satu kampung, siapa pun disekolahin, dinafkahin, walaupun tak mendapatkan pelayanan oleh istri. Farhat ini, walaupun melaksanakan kewajiban, dia tidak dilayani,” lanjutnya.

“Akhirnya, membiarkan suaminya melakukan di luar kehidupan keluarga, itu tidak benar,” ujar Elza.
Nia Daniati, di tempat terpisah, Kamis, 24 April 2014, kepada Gery Haryanto dari “nuga.co” di Jakarta, mengaku puas dengan proses persidangannya.

“Alhamdulillah puas, semua sudah didengar teutama dari pihak saya, doakan semoga secepatnya cerai,” kata Nia.

Nia juga mengaku lega dengan penjelasan pencaranya tentang traumanya dalam melayani hubungan suami sitri dengan farhat selama tujuh tahun terakhir.

“Lega, surprised, sesuai dengan apa yang di gugatan kami, terbukti semuanya,” ujar Nia.

Tentang perselingkuhan Farhat terakhir dengan regina, Nia pun mengaku baru mengetahui dari Machicha bahwa Farhat pernah dipergoki berselingkuh dengan jubirnya di sebuah vila di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

“Ada yang saya baru tahu, selama ini kan saya enggak tahu persis, jadi tahu persis,” ucapnya.

“Saya tahunya di Puncak itu antara Farhat Abbas dan jubir itu perselingkuhan, bukan hubungan profesional, tapi hubungan terlarang. Farhat Abbas itu masih resmi suami Nia, dan jubir itu juga resmi istri Ilal,” timpal Machica.

“Nah kan tinggal nunggu palu hakim,” sambung Nia.

Dengan berakhirnya pemeriksaan saksi dan keterangan kedua belah pihak, kuasa hukum Nia, Indra Syahnun Lubis, optimistis bahwa gugatan cerai kliennya akan segera dikabulkan.

“Di dalam gugatan itu kan minta cerai talak sudah terbukti. Saksi yang dihadirkan, Ilal, menyatakan bahwa istrinya itu sudah selingkuh dengan Farhat Abbas. Saksi Machica Mochtar melihat langsung bahwa Farhat Abbas bercumbu di Puncak, dan disampaikan ke majelis,” ujar Indra.

Walau pun nantinya resmi bercerai Nia Daniati tetap menganggap Farhat sebagai saudara lelakinya sendiri.

“Hidup kita harus berjalan terus dan kita semua saudara ya, semua inginnya baik-baik walaupun harus bercerai,” tutur perempuan yang menikah dengan Farhat selama 12 tahun itu.

Dengan pernyataan itu, Nia sekaligus menekankan bahwa tak ada rencana untuk rujuk dengan Farhat.

“Kan bisa jadi keluarga, jadi saudara, yang jelas baik-baik saja. Semua sudah baik-baik saja. Kalaupun nanti sepakat cerai, akan baik-baik saja,” tekan ibu dua anak tersebut, seorang dari Farhat dan seorang lagi dari perkawinan sebelumnya.

Nia juga bersyukur karena gugatan cerainya bisa diterima oleh Farhat sehingga proses sidang perdana perceraiannya, dengan agenda mediasi, berjalan lancar.

“Alhamdulillah hari ini sudah berjalan lancar dan baik-baik saja, dan sudah ada kata sepakat,” ucapnya.

Laporan wartawan “nuga.co” di Jakarta, Gery Haryanto

Komentar