Salma Buka Kasus Pelecehan Weinstein

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Desember 2017 | 15:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Aktris papan atas Hollywood, Salma Hayektak bisa menahan diri dan  buka suara tentang pelecehan seksual yang dilakukan  Harvey Weinstein.

Terhadap keterus terangannya ini Salma bahkan Hayek mengakui sempat diancam dibunuh oleh Weinstein.

“Selama bertahun-tahun, Weinstein adalah monster bagi saya,” kata aktris kelahiran Meksiko tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis ke The New York Times, diberitakan AFP.

Dalam pernyataannya, Hayek menyebut kejadian pelecehan itu bermula dari masa produksi film Frida pada lima belas tahun silam yang membuat aktris tersebut menjadi nomine Piala Oscar untuk kategori Best Actress.

Setelah mencapai kesepakatan bahwa Weinstein akan membayar royalti film yang membuat Hayek terkenal tersebut, aktris yang kini berusia 51 tahun itu menyebut momen tersebut sebagai gilirannya untuk mengatakan “tidak”.

“Tidak untuk membuka pintu baginya di jam-jam malam, hotel demi hotel, lokasi demi lokasi,” kata Salma Hayek.

“Tidak untuk saya mandi dengannya. Tidak untuk membiarkan dia melihat saya mandi. Tidak untuk membiarkan seorang teman telanjang dia memberikan saya pijatan. Tidak untuk membiarkan dia melakukan oral seks. Tidak untuk menyuruh saya telanjang bersama dengan wanita lain.” lanjutnya.

Hayek pun menjelaskan, setiap kali ia menolak keinginan cabul Weinstein, setiap kali itu pula ia mendapatkan kata-kata menakutkan.

“Dia berkata, ‘Saya akan bunuh kau, jangan mengira saya tidak mampu’.” kata Hayek.

Weinstein juga disebut Hayek kerap marah akan penampilan aktris tersebut, mencaci Salma Hayek atas peran yang tidak menunjukkan adegan seksual.

Selain itu, Weinstein setuju membiarkan Hayek melakukan peran ‘bebas-cabul’ dengan syarat Hayek harus sepakat melakukan adegan seks sesama wanita.

Hayek pun menyebut Weinstein selalu menuntutnya melakukan peran telanjang secara frontal.

Ketika memasuki proses syuting, Hayek mengatakan ia menderita gangguan konsentrasi dan saraf sehingga harus menenggak obat penenang.

Saat film selesai, Weinstein justru menyebut film yang dibintangi Hayek tersebut tak layak tayang di bioskop dan memilih mengancam merilisnya dalam bentuk video.

Padahal, ‘Firda’ yang merupakan sebuah film biografi soal kehidupan pelukis Meksiko Frida Kahlo dan memenangkan dua piala Oscar itu

“Hingga ada kesamaan dalam industri ini, dengan pria dan wanita sama-sama memiliki nilai yang setara dalam setiap aspek, komunitas ini akan tetap menjadi ladang subur bagi para predator,” kata Salma Hayek.

“Pria secara seksual melecehkan karena mereka [mengira] dapat melakukannya. Para wanita kini angkat suara karena, dalam era baru ini, kami akhirnya mampu melakukannya,” lanjut Salma Hayek.

Lebih dari seratus wanita telah angkat suara soal pelecehan seksual yang dilakukan Weinstein dan menuduhnya mulai dari melakukan tindakan tidak senonoh hingga pemerkosaan.

Gelombang tuduhan tersebut dimulai dari terungkapnya aksi Weinstein lebih dari tiga dekade tersebut dari liputan New York Times dan The New Yorker pada awal Oktober lalu.

Skandal tersebut telah menamatkan karier Weinstein sebagai salah satu produser berpengaruh di Hollywood, membuatnya kehilangan perusahaan yang ia bangun sendiri, serta pernikahan dan keluarganya

Tetamu Golden Globe Awards bukan hanya menanti pemenang dibacakan dan piala dibagikan.

Para selebriti yang menghadiri ajang penghargaan bidang perfilman itu juga menanti-nanti pesta usai acara atau after party.

Namun tahun ini pesta yang ditunggu tidak akan ada.

Salah satu yang ditunggu, pesta dengan kode busana serba hitam yang biasanya digelar di Beverly Hilton, sudah pasti tidak digelar lagi.

Itu disampaikan penyelenggaranya, yakni Netflix dan The Weinstein Co. Mereka menggelar pesta itu empat tahun terakhir.

Itu termasuk salah satu pesta yang prestisius, mengingat banyak selebriti ternama datang, seperti Jennifer Lopez dan Bono, dan bisa bercengkerama dengan tetamu yang hadir.

Sebagai ‘tuan rumah’ adalah Ted Sarandos, Bob Weinstein dan Harvey Weinstein sendiri.

Namun kedua perusahaan, Netflix dan The Weinstein Co. sudah ‘bercerai.’

Netflix tak mau lagi punya hubungan dengan perusahaan milik Weinstein itu sejak sang empunya tersandung kasus pelecehan seksual yang melibatkan puluhan perempuan, termasuk selebriti seperti Angelina Jolie dan Gwyneth Paltrow. TWC sendiri sedang ‘sekarat.’

TWC sebenarnya sudah memecat bosnya sendiri sejak tudingan pelecehan seksual menyeruak. Namun Netflix dan perusahaan lain, termasuk selebriti yang sudah tanda tangan kontrak untuk menyelesaikan film, malas berhubungan dengan nama Weinstein yang merusak citra.

Perusahaan itu, dikabarkan The Hollywood Reporter, masih ingin mengadakan pesta. Itu bisa menjadi pemulihan nama bagi mereka. Namun Netflix benar-benar memutus hubungan.

“Kami tidak punya rencana apa pun dengan studio lain untuk acara ke depan,” Netflix menegaskan dalam sebuah pernyataan kepada The Hollywood Reporter.

Golden Globes sendiri akan dilangsungkan di Beverly Hills Hotel, awal Januari mendatang.

Komentar