“Raya” Album Inspirasi Iwan Fals

Penulis: Darmansyah

Rabu, 26 Juni 2013 | 14:15 WIB

Dibaca: 7 kali

Sejak kehilangan Galang, anak pertama yang ditangisinya bertahun-tahun dan nyaris meruntuhkan eksistensi diri dan musiknya, Iwan Fals menemukan dirinya pada Raya. Anak yang masih dalam status “sekolahan” dan membasuh luka kesedihannya itu kini menjadi judul album terbarunya berisi 18 lagu yang berisi pesan kehidupan.

Iwan Fals memang memiliki tradisi menerbitkan album dengan nama anak-anaknya. Dua album terdahulu dinamai dengan Galang dan Cikal. “Galang telah pergi. Dia sedang meniti dunianya di alam lain. Saya masih punya Cikal dan Raya,” kata Iwan dengan muka berseri.

Cikal anak perempuannya yang sedang tumbuh dewasa, menjadi teman diskusi dan lawannya berdebat sehari-hari. “Ia kritis sekali,” tutur Iwan. Sedangkan Raya, yang lahir r dalam “pertapaannya” menangisi kepergian Galang. Raya kini tumbuh sebagai anak kasih sayangnya. Anak yang menjadi obat kreatifitas dan kegairahannya bersama Mbak Yos.

Iwan Fals selalu menceritakan tentang keseharaian Raya. Betepa pun kecilnya. Ia bercerita tentang Raya sejak bangun pagi, menyiapkan berangkat ke sekolah, pulang kelelahan, minta izin bermain, belajar mengerjakan pe-er dan tidur dalam lelap yang syahdu.

Dan kehidupan Raya inilah yang Iwan rangkum dalam album terbarunya dengan nama “Raya.” Ya, Raya anak yang berangkat untuk menjadi remaja dengan wajah bulat, kulit bersih dan tak pernah merengek tentang sulitnya tumbuh sebagai anak sekolahan.

Dan semuanya itulah yang dijadikan inspirasi pemusik legendaris Iwan Fals dalam meluncurkan kembali album baru yang diberi judul Raya. Penggemar pasti tahu dong, nama tersebut diambil dari nama depan anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani.

Istri Iwan, Rosana Listanto atau akrab disapa Mbak Yos yang menjadi manajer Iwan menceritakan proses penggarapan album tersebut memakan waktu tiga tahun. Dari 30 lagu yang disiapkan, hanya 18 lagu yang masuk dalam album yang dikemas istimewa.

“Dari 30 lagu akhirnya terpilihlah 18 lagu. Tidak ada makna khusus, karena keterbatasan proses produksi maka diputuskanlah 18 lagu itu yang masuk di album Raya,” kata Yos.

Untuk album ini, Iwan menggandeng penyanyi Lea Simanjutak, dan kritikus musik Denny Sakrie. Tak heran jika pada album baru ini Iwan tetap menonjolkan lirik-lirik yang bersifat sindiran atau kritikan. Namun, sambil merendah Iwan menolak album tersebut secara khusus dipresentasikan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.

“Saya sudah ‘dol’, enggak tahu mana kritik mana bukan. Saya berekspresi saja. Tangung jawab saya hanya menghayati kehidupan, dan mengekspresikan apa itu cinta dan kritik sosial,” kilahnya.

Iwan terakhir kali meluncurkan album Tergila-gila (2011) yang menghadirkan empat lagu baru, yakni “Tergila-gila”, “Musafir”, “Negeri yang Hilang”, dan “Badai Belum Berlalu”.

Komentar