Playboy Bukan Sekedar Wanita Telanjang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 September 2017 | 13:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Hugh Hefner, pendiri majalah Playboy sekaligus bintang reality show The Girls Next Door telah tiada.

Ia berpulang diusia sembilan puluh satu tahun pada  Kamis pagi WIB .

Dalam pernyataannya, perwakilan Playboy Enterprises menyebutkan, “Hugh M. Hefner, ikon Amerika yang  memperkenalkan majalah Playboy pada dunia dan membangun perusahaan ini menjadi salah satu brand Amerika paling dikenal di dunia, telah meninggal dengan tenang hari ini karena sebab alami di rumahnya, The Playboy Mansion, dikelilingi orang-orang yang mencintainya.”

Pria bernama Hugh Marston Hefner itu lahir  di Chicago dari ibu Grace Caroline dan ayah Glenn Lucius Hefner.

Anak tertua dari dua bersaudara itu sempat mengikuti wajib militer dalam perang dunia kedua, dan setelahnya menjadi copy writer di majalah Esquire sebelum mendirikan majalahnya sendiri.

Hefner segera menjadi terkenal setelah edisi pertama majalah pria dewasa Playboy yang menampilkan foto telanjang Marilyn Monroe.

Majalah pertama itu terjual lima puluh ribu copy, sebuah jumlah yang luar biasa saat itu.

Pada tahun yang sama, ia meluncurkan perusahaan media dan gaya hidup Playboy Enterprises, Inc., di mana ia menjadi eksekutif sampai akhir hayatnya.

Selain menampilkan wanita telanjang, Playboy juga melengkapi edisinya dengan artikel-artikel berbobot, termasuk wawancara dengan selebriti dan tokoh politik.

Soal ini Hefner pernah berujar, “Yang membuat Playboy menjadi terkenal bukanlah foto-foto perempuan telanjang.

Majalah lain juga menampilkan foto seperti itu. Yang membuat kami terkenal adalah sudut pandang dan filosofinya.”

“Anda tidak bisa sekedar memasang foto telanjang lalu orang menyukainya. Kita harus memberi konteks dan sentuhan seni. Saya memberinya konteks yang saya anggap positif soal hubungan pria dan wanita. Menurut saya, seks bukanlah musuh kita. Musuh kita adalah kekerasan,” ujar pria yang gemar mengenakan piyama ini.

Di awal tahun tujuh puluhan, Playboy menjual lebih dari juta juta copy setiap bulan.

Namun pesaing mulai muncul, antara lain dari Penthouse, dan pada 1974 Larry Flynt meluncurkan Hustler.

Walau begitu, Playboy tetap tampil dengan ciri khasnya, yakni artikel yang lebih cerdas dan foto-foto yang tidak sevulgar saingannya.

Mengenai logo kelinci Playboy yang terkenal itu, Hefner pernah mengatakan dalam sebuah wawancara : “Kelinci, di Amerika memiliki konotasi seksual, dan saya memilihnya karena mereka hewan lucu, pemalu, penuh gairah dan sexy.”

Perkawinannya dengan istri pertamanya, Mildred Williams yang dikaruniai dua anak, Christie dan David

Semenjak itu, Hefner secara terbuka menunjukkan hubungannya dengan banyak perempuan, kebanyakan adalah model Playboy.

Hefner membeli Playboy Mansion di Los Angeles, rumah indah yang kemudian menjadi legendaris sebagai simbol pesta pora.

Tidak semua orang bisa ikut berpesta di sini. Bahkan mereka yang mendapat undangan pesta sering disebut sebagai orang yang beruntung.

Karena mengalami serangan stroke ringan, pekerjaan di Playboy banyak dialihkan ke anaknya Christie, yang kemudian diangkat menjadi Presiden Playboy .

Hefner menikah lagi dengan modelnya, Playmate of the Year Kimberley Conrad. Pasangan itu memiliki dua anak, Marston Glenn dan Cooper Bradford, sebelum akhirnya bercerai tahun 2010.

Selama lima dekade tinggal di Playboy Mansion, Hefner selalu ditemani beberapa perempuan muda dan sexy pada waktu yang bersamaan, termasuk bintang Girls Next Door Holly Madison, Bridget Marquardt dan Kendra Wilkinson.

Setelah hubungannya selama tujuh tahun dengan Madison berakhir, Hefner memacari Crystal Harris, yang dinikahinya lima tahun silam.

Dalam sebuah wawancara setahun kemudian, Hefner ditanya berapa wanita yang pernah berkencan dengannya selama ini?

Ia menjawab, “Bagaimana saya tahu, lebih dari seribu pasti. Ada masa di mana saya menikah, dan saat menikah saya tidak berhubungan dengan perempuan lain. Namun saat tidak menikah, saya berkencan dengan sangat banyak perempuan.”

Ia juga menganggap hidupnya sebagai perjalanan yang indah.

“Mungkinkah aku berada di posisi dan kondisi lebih bahagia dibanding saat ini? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak pernah membayangkan ada hidup yang lebih indah dari ini.”

Namun usia tak bisa ia tolak. Hefner menjadi semakin lemah secara fisik.

Pada sebuah wawancara bulan Agustus lalu, anak Hefner, Cooper menyampaikan kesedihannya melihat ayahnya menjadi tua.

“Sungguh berat melihat dia berjuang,” ujar Cooper yang menjabat chief creative officer Playboy Enterprises. “Namun saya senang bahwa secara mental ia baik-baik saja.”

Playboy Mansion sendiri –yang menjadi lambang kehidupan hura-hura Hefner– kemudian dijual ke tetangga Hefner, Daren Metropoulos seharga dua ratus  juta dollar AS atau sekitar dua koma tujuh triliun rupiah, dengan perjanjian bahwa Hefner boleh tingal di situ sampai di meninggal.

Walau bagi banyak orang Hefner dianggap sebagai sumber kebejatan atau tindakan tidak bermoral, namun ia sukses menjadi salah satu pelopor industri seks, dan menjadikan merk Playboy dan dirinya sendiri menjadi sesuatu yang tidak mudah dilupakan orang.

“Ayahku memiliki kehidupan yang istimewa dan berpengaruh dalam mempelopori sebuah budaya di media. Ia adalah orang di belakang banyak gerakan sosial dan kultural yang menyuarakan kebebasan berpendapat, hak asasi manusia, dan kebebasan seks,” ujar Cooper.

“Sebagai orang yang memberi ethos dan gaya hidup di balik merk Playboy, Hugh Hefner akan menjadi sosok yang dikenang dan dirindukan banyak orang,” katanya.

 

Komentar