Pipiek Hindari Polemik Makam Uje

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Oktober 2013 | 16:07 WIB

Dibaca: 9 kali

Pipiek Dian Irawati, janda cantik dari almarhum Uje, benar-benar “tobat” berkomentar mengenai polemik pemugaran makam sang suami, setelah Pemda DKI meluruskan aturan tentang pemakaman umum.

“Jangan ganggu saya lagi dengan pertanyaan tentang pemugaran makam Uje. Saya pasrah semuanya. Nggak ada yang dikomentari,” ujar ibu empat anak yang kini sedang menata kehidupan baru usai melewati masa idah ditinggal sang suami.

Pipiek tidak hanya menghindar dari “sengketa” pemugaran makam, tetapi juga tak berminat untuk nimbrung. Ia sudah tak ingin mempermasalahkan pemugaran makam mendiang suaminya. Ia menyerahkan semuanya kepada keluarga Uje.

Sebelumnya, Pipik mempertanyakan pihak keluarga Uje yang merenovasi makam tanpa sepengatahuannya. Bahkan Pipiek menitipkan wasiat Uje yang ingin makamnya dibuatkan sesederhana mungkin. “Saya menyerahkan keputusan pada keluarga almarhum saja deh,” ucap Pipiek Kamis 03 Oktober 2013.

Ia mendoakan agar permasalahan mengenai makam Uje cepat terselesaikan. Meski sempat berselisih pendapat dengan Umi Tatu, ia tetap mendoakan ibunda Uje itu yang tengah menunaikan ibadah haji, dan kakak Uje, Aswan Faisal.

“Gimana baiknya saja deh, saya hanya mau doa buat semuanya, buat almarhum, buat Umi juga, kan beliau lagi pergi haji,” tukasnya.

Pipik ketika diberitahu bahwa makam Uje, usai dipugar, akan dibongkar, mengaku belum tahu rencana itu. Pembongkaran makam suaminya akan dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta. Pipik sempat terdiam ketika diberitahu mengenai masalah tersebut. Dia pun enggan mengomentarinya.

“Saya malah baru dengar, saya belum tahu,” ucap Pipik. Lebih lanjut, Pipik mengungkapkan, tidak dapat berbuat terhadap permasalahan makam Uje. Menurutnya, dia hanya bisa mendoakan almarhum suaminya.

“Didoakan saja, kita di sini dan anak-anak cuma berdoa. Karena itu yang dibutuhkan Abi soal makam dipugar,” tukasnya.

Soal pemugaran dan rencana pembongkaran makam Uje polemiknya sudah melebar kemana-mana dengan banyaknya yang nimbrung berkomentar. Bahkan FPI juga ikut ambil bagian untuk memperkeruh suasana.

Ormas Islam yang dikenal galak dan sering melindas hak personal orang lain, entah untuk kepentingan apa, menantang rencana pembongkaran makam Uje. Mereka siap untuk mempertahankan makam dengan mengatakan apa yang sudah dilakukan keluarga sudah benar.

Entah untuk apa FPI tiba-tiba muncul sebagai “godfather” untuk melindungi makan yang menyalahi aturan itu. Padahal masalah pemugaran makam semula kisruhnya dari ketidaktahuan Pipiek terhadap pemugaran itu.

Sebagai istri yang ditinggal mati ia tidak diikutsertakan oleh keluarga Uje dalam pembicaraan pemugaran.

Banyak pihak yang menyarankan agar makam dikembalikan keasalnya. Sederhana dan sama bangunannya dengan makam lain di TPU Karet Tengsin itu.

Komentar