Pipiek Cueki Pernyataan Kakak Uje

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 September 2013 | 09:02 WIB

Dibaca: 18 kali

Sikap keluarga besar almarhum Uje terhadap janda sang ustazd gaul itu, Pipiek Dian Irawati, makin menggemaskan banyak orang akibat “permusuhan” yang mereka pertontonkan dalam memenangkan simpati publik, sekaligus menyeret para jamaah mereka untuk membenci perempuan empat anak itu.

Kebencian keluarga almarhun Uje terhadap Pipiek, kini, dimotori oleh kakak mandiang Uje, Aswan Faisal, yang berupaya tampil pada tiap kesempatan di media untuk menyerang sang janda dengan tema pemugaran makam Uje.

Aswan menuduh Pipiek memprovokasi publik. Pipiek, menurut Aswan berupaya menyeret opini masyarakat untuk mengembalikan kondisi makam Uje ke bentuk semula setelah pihak keluarga melakukan renovasi yang mewah.
Pipiek kepada media meneruskan pesan Uje bahwa, jika ia meninggal, makamnya tidak perlu dibuat megah. Uje berwasiat agar makamnya sederhana saja seperti makam-makam orang lainnya.

Pernyataan Pipiek, yang menyampaikan wasiat Uje ini dianggap oleh keluarga besarnya, terutama Umi Tatum, ibunda Uje, telah menyudutkannya. Keluarga Uje telah merenovasi makam Uje tanpa sepengetahuan Pipek dan anak-anaknya.

Keluarga besar Uje telah mengambil alih semua hak atas nama beken Uje untuk mereka sehingga tidak memedulikan hak anak-anaknya.

Atas pernyataan Pipiek ini, keluarga mandiang suaminya beraksi berlebihan dengan memojokkan Pipek sebagai provokator. Sikap ini semula disiarakan oleh Umi Tatum dan kemudian diambil alih oleh abangnya, Aswan Faisal.

Sementara itu, Pipik Dian Irawati sudah tidak ingin membahas mengenai pemugaran makam yang dilakukan pihak keluarga Uje. Pipik mengenyamping semua tuduhan itu dengan memfokuskan diri untuk berdakwah. Ia enggan berkomentar soal apapun.

“Maaf ya Mas, saya sudah enggak mau komentar lagi soal makam,” ucap Pipik saat ditemui dirumahnya. Hal yang sama juga dikatakan kakak kandung Pipik, Eni bahwa adiknya sudah tidak mau membahas soal makam suaminya. Saat ini, Pipik memilih untuk mengikuti keputusan yang terbaik saja.

“Umi Pipik sudah enggak mau bahas soal makam. Pokoknya sekarang Umi ikutin yang terbaik saja. Tapi bukan ikut-ikutan. Yang terbaik dari pemerintah dan keluarga almarhum,” tegas Eni saat berbincang melalui telefon.

Ustadz Guntur Bumi, yang merupakan teman keluarga Uje, mengatakan tidak ada larangan bagi siapa pun untuk merehabilitasi makam seseorang. Pernyataan Guntur itu ditujukan sebagai tanggapan atas perseteruan mantan istri Uje, Pipik, yang tak setuju dengan kondisi makam Uje sekarang telah dirombak total oleh keluarga besar Uje dengan tampilan marmer hitam yang mewah.

“Kalau memang itu alim ulama, ahli sunnah wal jamaah tidak ada larangan. Kalau memang dbuat kubah, saya pribadi akan sumbang,” ucap Guntur.

Ia mengungkapkan dengan membangun kubah di makam Uje, ia yakin tak akan menjadi suatu hal yang kontroversi jika Pipik dan keluarga Uje sepakat. “Tidak masalah, kalau itu disetujui. Tapi kalau masih taraf pembicaraan keluarga, saya manut sama Ustadz Aswan,” ungkapnya.

Perseteruan antara Pipiek dengan Aswan tidak hanya soal makam. Aswan sempat tersinggung saat proses pembuatan film yang mengangkat perjalanan hidup almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori , Hijrah Cinta..

Keluarga almarhum ingin sosok Uje diperankan kakak kandungnya, Aswan Faisal. Namun, syarat yang diajukan keluarga almarhum Uje justru tidak diikuti Multivision Plus Pictures.

“Itu hanya sebuah pemikiran, bukan keharusan,” kata Produser Multivision Plus Pictures, Raam Punjabi. Lebih lanjuut, Raam menuturkan, karakter Aswan tidak cocok memerani tokoh Uje, meski keduanya berwajah mirip. Pihak Multivision sudah menjelaskan langsung kepada ibunda Uje, Umi Tatu.

“Kita juga memberikan penjelasan kepada Umi Tatu, bahwa kita mengangkat cerita Uje dari remaja. Kalau kakaknya Uje main, maka karakter tidak cocok, jadi mereka juga menyetujui,” tandasnya.

Komentar