Nikah Andah-Jonas Batal Secara Islam

Penulis: Darmansyah

Senin, 18 November 2013 | 09:29 WIB

Dibaca: 3 kali

Pernikahan Asmirandah dengan Jonas Rivanno batal secara Islam, dan keduanya, kalau ingin meneguhkan ikatan perkawinan secara Islam kembali harus dimulai dengan pensyahadatan kembali “lelaki” yang mengaku mualaf tapi telah membantahnya.

Keduanya, Asmirandah dan Jonas juga dituduh telah memperolok-olokkan agama Islam dengan mempermainkan posisi mualafnya sang lelaki untuk mendapatkan pengesahan perkawinan secara Islam.

“Status perkawinan semacam ini batal,” tegas KH Cholil Ridwan, salah seorang Ketua MUI Pusat. Penyebabnya, kata Chlil, Jonas tidak mengakui keislamannya di depan media.

Sebelumnya, Kantor Urusan Agama Beji, Depok, telah menikahkan Andah dan Jonas secara Islam karena keduanya memiliki bukti beragama Islam. Jonas sendiri sebelum pernikahan telah melakukan proses mualaf yang dibimbing oleh Ketua MUI Depok.

Namun, Jonas membantah telah masuk Islam. Cholil pun berpendapat jika keislaman Jonas gugur karena tidak mengakui telah masuk Islam dan mengaku masih beragama Kristen, berarti, pernikahan Jonas dan Anda pun gugur secara syariat.

“Pernikahannya tidak sah atau gugur. Keislaman itu menjadi syarat untuk menikah secara Islam. Kalau tidak mengakui keislamannya berarti pernikahannya gugur. KUA menikahkan secara Islam karena dianggap muslim,” ujar Cholil.

Karena pernikahannya gugur, pasangan selebriti yang sering bermain sinetron bareng itupun bukan suami istri. Meski diwarnai kontroversi, Jonas dan Andah memang tetap merasa masih suami istri dan tinggal bersama.

“Masuk Islam itu menyatakan Islam dengan baca syahadat. Tapi dia tidak mengakui berarti kemualafannya gugur, keislamannya gugur. Karena dia tidak mengakui keislamannya, otomatis berarti bukan suami istri lagi,” tegasnya.

Menurut Cholil, Jonas harus membaca dua kalimat syahadat kembali jika untuk mendapatkan status keislamannya. Namun, Cholil mengatakan bahwa bintang sinetron itu akan dianggap telah mempermainkan agama.

“Dia harus baca syahadat lagi, tapi itu akan bisa dianggap mempermainkan agama. Secara syariat kalau baca syahadat lagi berarti dia Islam lagi,” terangnya.

“Dia mempermainkan Islam, memperolok Islam. Karena dia pura-pura masuk Islam, setelah nikah tidak mengaku Islam. Ini namanya memperolok Islam,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

Setelah Jonas membantah menjadi mualaf, MUI Depok langsung mengecam tindakan bintang sinetron itu. Sebab MUI Depok mengaku memiliki bukti surat jika Jonas telah mualaf dengan disaksikan sejumlah ulama.

Front Pembela Islam Depok pun tak tinggal diam. Mereka akhirnya melaporkan Jonas ke polisi karena dianggap telah melecehkan dan menghina agama Islam.

“Langkah itu sudah betul, artinya itu penghinaan terhadap Islam, mempermainkan MUI juga,” kata Cholil.

Bagi MUI, kata Cholil, tidak ada artinya bagi seorang Jonas untuk menjadi mualaf karena tidak disertai niat yang tulus. Ia bukan hanya munafik, tapi seorang pengkianat. Agama mana pun tentu tidak ingin keyakinan yang sakral itu dipermainkan.

Sebagai seorang manusia Jonas tidak memiliki akhlak yang baik. Ia hanya memanfaatkan keislaman untuk bisa menikahi seorang perempuan yang beragama Islam. Kelakuan manusia semacam itu adalah “sampah.” Tidak berguna. Dan tidak bertanggung jawab.

“Kalau mau nikah, yang nikah saja dengan cara bagaimanapun. Tak ada masalah. Tapi kalau hanya menikah untuk mempermainkan keyakinan dan melibatkan banyak orang itu namanya perbuatan kurang ajar. Sebab orang lain yang dilibatkan tentu merasa diperolok-olokkan juga. Apalagi pernyataan terbuka di media,” katanya.

Untuk itu, Cholil memperingatkan, perilaku semacam ini harus disingkurkan dari kehidupan. “Saya kira se-liberal apa pun pandangan seseorang tentang berkeyakinan, cara yang ditempuh oleh Jonas itu pasti tidak baik.”

Komentar