Masih Tanda Tanya Reza Polisikan Gatot

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 Oktober 2016 | 15:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Kejutan yang datang dari Reza Artamevia yang mengkriminilkankan  Gatot Brajamusti ke polisi masih saja menjadi tanda tanya besar setelah sang penyanyi  tak mau membongkar dalam kasus apa ia menyeret mantan guru spiritualnya itu.

“Iya kan memang selama ini Aa Gatot tidak mau menyebutkan siapa pun yang terlibat. apalagi RA itu, sama sekali tidak mau menyebutkan,” kata  sang pengacara Reza, Rifai, Senin, 10 Oktober 2016.

Kemungkinan pada masalah obat terlarang. Reza sudah tahu mengenai obat-obatan terlarang. Maka Gatot terkejut saat disebut dirinya menipu, sementara penyanyi itu sudah tahu seperti apa itu narkoba.

“Dia sudah tahu sebenarnya, sudah tahu itu  barang-barang seperti itu (obat terlarang), tahu dia. Cuma memang istilah aspat dan tidak, ini kan hanya istilah, tapi tahu bahwa aspat adalah barang yang seperti itu.”

“ Makanya Gatot kaget juga, ‘apanya yang saya tipu’. Nah, inilah kadang yang selama ini Aa tidak mau mengungkapkan,” ujar Rifai.

Maka itu, Rifai mengatakan, Gatot dengan tegas membantah telah melakukan penipuan. Pihak Gatot juga menyerahkan kepada penyidik untuk mengusut kebenaran dari pelaporan Reza tersebut.

“Makanya hati-hati ketika melaporkan seseorang tapi tidak punya bukti yang bagus, apalagi mereka mengarang cerita sedemikian rupa, konsekuensi hukumnya sangat berat baginya,” katanya.

Reza Artamevia sendiri telah melaporkan guru spiritualnya itu ke polisi, Jumat 07 Oktober 2016 lalu.

Waktu itu, menurut kalangan dekatnya, Reza melaporkan Gatot dengan tuduhan penipuan.

Laporan Reza tersebut cukup mengejutkan Gatot.

“Kan selama ini Aa Gatot tidak mau mengungkap mereka. Kagetnya kok mereka seperti ini,” kata Rifai.

Meski demikian, laporan Reza tersebut tidak membuat pria yang akrab disapa Aa Gatot itu berkecil hati.

Rifai menyatakan jika laporan itu tidak terbukti, maka Reza juga dapat dikenakan  sanksi hukum.

“Apa yang ada dalam benaknya saya tidak tahu. Tapi saya tahu seseorang melaporkan tindak pidana, padahal tidak ada perbuatan itu, dia  bisa kena sanksi pidana,” ujar Rifai.

Mengenai sanksi pidana tersebut Rifai menjelaskan, “Artinya seseorang melaporkan, penyidik punya kewajiban mengumpulkan keterangan. Ketika mereka hanya asal omong dan memberikan saksi palsu, ada sanksi pidana.”

Rifai juga merasakan ada kejanggalan dalam kasus ini, terkait perubahan status Reza yang berubah-ubah.

“Memang kita akan ke BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk mengusut kasus ini yang sebenarnya. Bisa dibayangkan sudah positif mereka tidak diproses secara hukum juga.”

“ Bahkan menurut klien kami pelapor yang lebih dulu tahu itu semuanya. Bisa dibayangkan mereka tahu lebih dulu tapi tidak diapa-apain.”

Pihak kuasa hukum siap memberikan bukti-bukti untuk menguatkan kecurigaan atas kejanggalan tersebut.

“Laporan terakhir yang dilaporkan oleh Reza, jadi di sini kami ingin menjelaskan bahwa orang yang melaporkan dan laporan-laporan kemarin belum tentu apa yang dilaporkan. Kami mempunyai bukti-bukti yang cukup untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang,” ujar Rifai.

Pelaporan Reza itu disimpulkan terkait pasal

Waktu itu Reza dengan gambling menyatakan, “Saya hari ini datang untuk melaporkan masalah penipuan. Aspat yang selama ini saya ketahui adalah stimulan atau makanan untuk kesehatan dan juga untuk bangsa gaib dan sejenisnya yang tidak mengandung zat adiktif sama sekali selama ini”.

“Dan ternyata berdasarkan adanya kejadian kemarin saya baru tahu, setelah ada pemeriksaan darah dan rambut bahwa ternyata tubuh saya cukup lama terpapar. Berarti yang selama ini saya ketahui itu aspat ternyata bukan,” kata Reza.

Reza mengaku sangat dirugikan secara moril, karena publik kini melihatnya sebagai pecandu. Karena hal itu, dia melaporkan Gatot, guru spiritualnya ke polisi.

“Saya merasa dirugikan mungkin secara materil tidak besar tapi lebih kepada moril. Karena setelah ini semua terjadi kan simpang siur berita macam-macam,” ujarnya.

Dan saat disinggung soal pesta seks yang dilakukan Gatot di padepokannya, Reza tak berkomentar. Dia memilih pergi dan merasa cukup dengan keterangannya mendatangi Polda Metro Jaya. “Sudah ya, sudah, terima kasih,” ucapnya.

Ketika ditanya kembali mengenai hal itu, ibu dua anak ini tetap diam dan melanjutkan langkahnya. “Permisi ya,” kata dia.

Seperti diketahui, Reza cukup lama bergabung dalam padepokan Gatot. Dia ikut tertangkap saat Gatot digrebek usai menggelar kongres Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) di Lombok beberapa waktu lalu.

Reza juga menjalani pemeriksaan intensif terkait penggunaan sabu. Namun dia hanya diwajibkan menjalani rehabilitasi.

Sedangkan Gatot masih menjalani pemeriksaan terkait dengan kepemilikan senjata api dan narkoba.

Komentar