Maria Ozawa Tuding Imigrasi Salah Kaprah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 November 2018 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Kunjungan mantan aktris film dewasa Maria Ozawa ke Indonesia diwarnai dengan rasa kecewa ketika harus berhadapan dengan pihak imigrasi Bali.

Diperiksa selama tiga jam di tengah malam, wanita dengan sapaan Miyabi itu merasa dlecehkan dan tidak dihargai privasinya.

Rasa kesal itu pun dicurahkan di berbagai akun media sosialnya yang sontak mengundang derasnya komentar warganet Indonesia yang meminta maaf.

“Maaf mengenai itu, Maria. Selamat datang di Indonesia. Jangan menyerah datang ke Indonesia lagi. Berhati-hatilah dan selamat berlibur,” ucap @winsthen.

Tak hanya itu, beberapa warganet merasa malu atas tindakan pihak berwajib Denpasar, Bali.

“Gimana nih @ditjen_imigrasi? Kelakuan anak buah kalian norak, menjijikan. Bukannya kalian itu gerbang pertama negara ini ya?” keluh @althediscreet

“Malu-maluin nih petugas imigrasi Bali. Pihak terkait usut nih anak buahnya, sampe bikin status di Facebook tuh Maria Ozawa nya,” ungkap @rhiner97 malu.

Kasus yang viral inipun mengundang perhatian aktris dalam negeri Nikita Mirzani. “Sayang, hati-hati ya,” pesan bintang televisi itu, yang kemudian dibalas Ozawa, “Terima kasih, sayang.”

Ozawa mengaku datang ke Indonesia untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya yang diketahui adalah disjoki Barbie Nouva

“Halo Indonesia, ini Maria Ozawa dan saya ingin mengundang kalian semua ke ulang tahun Barbie di pesta tropikal 8. Saya pasti datang ke pestanya dan saya tidak sabar bertemu kalian semua dan kita semua akan bersenang-senang. Jadi kalian harus datang dan sampai bertemu,” salam Miyabi melalui sebuah video singkat yang diunggah Barbie satu minggu yang lalu.

Dalam pernyataan terkini terkait kasus ini, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Teodorus Simarmata mengatakan Ozawa diperiksa di kantor Imigrasi Denpasar, Bali akibat ada dugaan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan.

Menurutnya, tindakan tersebut sudah sesuai dengan Standart Operation Procedure atau SOP. Selain itu, ia menjelaskan pihak Imigrasi Denpasar telah menyatakan tidak ada personel mereka yang berswafoto dengan Ozawa.

Ozawa secara terang-terangan  mengungkapkan kekecewaannya usai penahanan yang dilakukan oleh petugas Imigrasi Bali

Melalui akun Instagram, wanita berusia 32 tahun ini mengawali cerita bahwa ia mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan saat menghadiri pesta ulang tahun kawannya dan tiba-tiba disambangi petugas imigrasi.

“Saya yakin sebagian besar dari kalian sudah tahu tentang pengalaman mengerikan yang harus saya lalui kemarin  di imigrasi Bali, Indonesia,” katanya mengawali dalam keterangan sebuah video di Instagram.

Dia pun kemudian memaparkan bahwa kedatangannya ke Bali hanya untuk menghadiri pesta kawannya yang bernama Barbie Nouva.

Saat pesta berakhir, lanjutnya, terdapat dua orang yang mendatangi dirinya dan mengatakan bahwa mereka petugas dari imigrasi ingin mengecek paspor miliknya.

“Seaneh kedengarannya, saya tidak punya pilihan dan menunjukan pada mereka dan detik berikutnya mereka kabur tanpa mengatakan apa-apa dengan membawa paspor saya,” ungkapnya lebih lanjut.

Merasa panik, ia dan beberapa kawannya pun menyudahi pesta dan langsung pergi ke kantor imigrasi untuk menyelesaikan masalah itu.

Selama di kantor imigrasi, kata Ozawa, petugas imigrasi memberitahu bahwa pemanggilan dirinya karena ada seseorang yang melaporkan.

Baginya, itu hanya kebohongan yang dibuat-buat demi membuatnya berada dalam masalah. Kekecewaan Ozawa pun memuncak ketika selesai melakukan pemeriksaan para petugas justru meminta foto bersama.

“Setelah berbicara hal yang tak masuk akal selama dua jam di kantor, mereka mencetak beberapa dokumen untuk saya tanda tangai dan memberi paspor saya kembali dan mengatakan berulang kali bertapa terkenalnya saya di Indonesia,” katanya.

“Ketika saya berjalan keluar dari kantor mereka memintaku berfoto selfie dengan mereka, seperti apa maksudnya? Sebegitunya orang imigrasi mengarang, mengintai, melacak

Dirinya kemudian tak memungkiri bahwa ia merasa senang terkenal di Indonesia. Hanya saja ia merasa terganggu dengan perlakuan yang seolah memanfaatkan situasi.

“Berhenti mengganggu saya setiap kali saya mengunjungi Indonesia. Jelas saya membutuhkan lebih banyak privasi. Ayolah Indonesia, saya tahu kalian lebih baik,” tutupnya.

Sementara, pihak imigrasi mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap Ozawa yakni karena dugaan kegiatan yang tak sesuai perizinan.

“Imigrasi Denpasar mendapatkan laporan dari masyarakat ada warga negara asing diduga melakukan kegiatan tidak sesuai perizinan. Kami turun ke lokasi dan melakukan pengecekan,” ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Teodorus Simarmata

Setelah dilakukan pengecekan, kata Teodorus, pihaknya tidak menemukan pelanggaran imigrasi yang dilakukan selebritas yang di Indonesia populer dengan nama panggung Miyabi tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan pihak imigrasi, sambung Teodorus, kedatangan Ozawa ke Denpasar bertujuan untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya.

“Untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya, bukan untuk bisnis atau show,” ujarnya.

Teodorus mengatakan sebelumnya ada laporan masyarakat yang menduga Ozawa melakukan bisnis atau hal yang tidak sesuai dengan perizinan. Dugaan tersebut didapatkan berdasarkan unggahan Ozawa lewat akun media sosialnya.

Ia menegaskan, proses pemeriksaan yang dilakukan petugas imigrasi di Denpasar terhadap Ozawa itu sudah sesuai dengan prosedur operasi standar

Lebih lanjut, terkait dugaan pelanggaran petugas yang meminta berswafoto dengan Maria Ozawa, Teodorus mengatakan itu urusan pejabat di kantor imigrasi Denpasar yang bisa menyelidikinya.

“Saya tidak bisa komentar, kalau Maria Ozawa-nya kesal merasa haknya dibatasi ya itu wajar,” jelas Teodorus.

Teodorus pun mengaku pihaknya sudah kantor Imigrasi Denpasar untuk mengklarifikasi prosedur yang dilakukan petugas-petugas di sana.

Komentar