Makam Uje Dibongkar?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Oktober 2013 | 09:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Polemik pemugaran makam Uje di Karet Tengsin, Jakarta, kini , tidak lagi beredar antara jandanya, Pipiek Dian Irawati, dengan sanak keluarga almarhum Jefri Al-Buchori, tapi sudah melebar pada aturan pelanggaran aturan di pemakaman umum yang tidak memperbolehkan ketinggian makam melebihi lima puluh sentimeter.

Makam Uje yang terletak di areal milik Pemda diharuskan memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan. Pemugaran makam Uje dinilai tidak tepat, karena menyalahi ketentuan.

Pihak keluarga, yang sebelumnya berapi-api melontarkan argumentasi tentang kebenaran pemugaran makam Uje yang serba “wah” itu, setelah sang janda Pipiek mengatakan ketidaksetujuannya, kini, sepertinya menarik diri untuk memberi komentar.

Aswan Faisal, kakak Uje, yang menuduh Pipiek sebagai provokasi dan berkali-kali menyebut sang janda sebagai “mantan” istri adiknya, tak berani muncul di depan media. Ia hanya mengutus manajemennya untuk memberi keterangan dan mengatakan, belum bisa memastikan apakah makam Uje akan dibongkar atau tidak.

“Ini masih dalam proses, kita lihat perkembanganya seperti apa,” kata Panca, seorang lelaki yang mengatasnamakan perwakilan pihak manajemen Aswan. Panca yang tidak diketahui statusnya sebagai apa, menegaskan, akan mengikuti proses dan aturan yang telah ditetapkan Pemda tentang peraturan pemakaman.

“Ya sebagai warga negara yang baik kita akan menaati segala peraturan,” tutup dia.

Seperti yang diketahui, pemugaran makam Uje yang dilakukan oleh seorang pengusaha marmer, atas persetujuan ibu dan kakaknya, Umi Tatum dan Aswan Faisal, telah membuat keributan antara keluarga besarnya dengan Pipiek dan pihak Pemda Jakarta.

Pipiek, yang mengatakan ketidaksetujuannya atas pemugaran makam karena sangat bertentangan dengan kepribadian Uje, ditentang oleh Umi Tatum dan Aswan. Pipiek sempat jadi bulan-bulanan ocehan Aswan sehingga sang janda Uje itu memilih untuk bersikap diam.

Pihak Pemda yang diwakili Dinas Pertamanan dan Pemakaman mengatakan, Pemugaran Makam Uje dengan Marmer Hitam setinggi orang dewasa telah menyalahi Perda Nomor 3 tahun 2007 tentang pemakaman.

Sementara itu Yusuf Mansyur, salah seorang dai terkenal, mengungkapkan, komunikasi menjadi jalan terbaik untuk mengatasi pertikaian keluarga almarhun Ustadz Jefri Al Buchori dan Pipiek Dian Irawati

Namun di balik kondisi itu, Yusuf meminta masyarakat bisa mengambil hikmah dari peraturan pemerintah daerah terkait masalah pemakaman. “Yang paling penting kan hikmah, keluarga jadi tetap bersatu, silahturahmi tetap bagus, komunikasi jalan yang benar,” kata Yusuf.

Yusuf juga berharap, keluarga menemukan titik temu terhadap perbedaan pendapat yang selama ini terjadi. “Jadi kalau mendengar pendapat si Fulan begini, si Fulan begitu terhadap kubur ya sudah. Ambil apa yang menurut dia paling benar, cocok, dan mendekat pikiran juga pandangan, selesaikan,” tutup dia.

“Doain buat Ustadz Aswan, Ustadzah Pipik, doain dan juga yang di belakang-belakang Ustadz Aswan supaya lebih nyaman mereka. Lagian makamnya Uje sudah dikeramik,” kata Ustadz Yusuf.

Menurut Yusuf, mendoakan mereka yang berbeda pendapat merupakan jalan terbaik. Dia menilai, belum tentu antara keluarga mendiang Uje dan Pipik berseteru.”Kan itu ajaran agama Islam, mendoakan keduanya. Mereka kan belum tentu berseteru, jadi lebih mendoakan saja,” tutup dia.

Komentar