Maia Estianty Lalai Cegah Dul Menyetir

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 September 2013 | 16:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Maia Estianty menyembunyikan sebuah jawaban dari tujuh belas pertanyaan di kepolisian, berupa tempat berangkatnya Dul, atau nama lengkapnya Abdul Qadir Jaelani, ketika bertabrakan di Minggu dini hari dua pekan lalu di Tol Jagorawi yang menyebabkan tujuh meninggal dan delapan luka-luka, termasuk Dul.

Sebuah sumber membocorkan jawaban Maia di pemeriksaan polisi lewat pengakuan yang terus terang terus terang bahwa Dul sebelum kecelakaan memang berangkat dari rumahnya dengan menyetir mobil sendiri.

Maia, menurut sumber itu agak kagok ketika polisi terus mencecarnya dengan pertanyaan lanjutan, apakah ia ada memberitahu Dul untuk tidak mengendarai mobilnya karena belum memiliki SIM.

Maia memang terpojok. Ia pasrah terhadap kenyataan bahwa ia tidak melarang Dul membawa mobil, yang kemudian kecelakaan beruntun.

Belasan pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Maia Estianty boleh jadi akan membuka fakta baru seputar kecelakaan maut yang melibatkan putra bungsunya itu.

Salahsatu pertanyaan polisi ialah, kabar yang menyebutkan bahwa Dul menyetir mobil dari rumah Maia sebelum kecelakaan terjadi. AKBP Sambodo, membenarkan bahwa penyidik mengajukan pertanyaan seperti itu. Tapi, ia tidak membocorkan jawaban yang dilontarakan Maia.

“Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada saksi. Terkait seberapa jauh saksi tahu tentang kecelakaan, baik kejadian, atau beberapa jam sebelum terjadi,” ungkap Sambodo usai mengawasi jalannya pemeriksaan terhadap Maia.

Semua keterangan Maia akan didalami dan dibandingkan dengan keterangan saksi lainnya. Jadi, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam kasus ini. “Semua ada di dalam materi yang disampaikan kepada penyidik. Tentu saja setiap saksi punya keterangan masing-masing yang bisa diperkuat dan diperlemah dengan keterangan saksi lain,” kata Sambodo.

Dalam sebuah tayangan televisi, Ahmad Dhani selaku ayah Dul sempat mengatakan kalau sebelum kecelakaan terjadi, Dul menginap di rumah ibunya. Dhani juga mengaku tak tahu kalau malam itu Dul keluar rumah mengendarai mobil.

Untuk pertama kalinya, kemarin, Senin Maia Estianty mendatangi markas Subdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, guna menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan maut yang dialami Dul.

Dan, pertama kalinya pula semenjak Dul kecelakaan, Maia berbicara di hadapan media.

Meski mau buka suara, ia membatasi topik pembicaraan. Setidaknya, ada tiga pertanyaan wartawan yang tak mau dijawab Maia. Pertama, soal ketidaktahuan Maia tentang keahlian Dul dalam menyetir mobil. “Saya enggak bisa ngomong itu,” tangkis Maia Estianty.

Pertanyaan lain yang bikin Maia kikuk ialah seputar kabar yang menyebutkan kalau Dul menyetir mobil dari kediamannya di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan.
Kalaupun, Dul memang menyetir sendiri dan berangkat dari kediaman Maia, pertanyaan lain yang ikut muncul ialah apakah Maia lalai menjalankan tanggungjawabnya sebagai orangtua? Ditanya begitu, Maia menutup rapat bibirnya.
“Saya cuma mau minta maaf ke keluarga korban. Sudah ya,” pungkas Maia sambil berlalu ke mobilnya.
Hampir seluruh keluarga korban kecelakaan maut Dul sudah memberi maaf dan tak lagi menyalahkan Ahmad Dhani dan putranya atas peristiwa nahas yang menewaskan anggota keluarga masing-masing.
Akan tetapi, pengacara kondang Farhat Abbas menilai hal tersebut tak lantas membebaskan Dhani dan Dul dari persepsi negatif masyarakat.
“Ini menyangkut nyawa orang lain. Bisa saja seumur hidup Dul dan Dhani akan terus dihujat,” kata Farhat..
Suami penyanyi Nia Daniaty menilai keluarga korban kecelakaan maut Dul memang sudah memaafkan keduanya. Namun, karena kehilangan anggota keluarga tercinta, besar kemungkinan keluarga masih belum ikhlas dengan perbuatan yang dilakukan putra bungsu Ahmad Dhani itu.
“Kan orang mau memaafkan dia karena kasihan sama dia,” cetus Farhat.
Terkait hal itu, Farhat meminta agar Dhani tetap memperhatikan masalah kecelakaan maut yang sudah merenggut 7 korban tewas sebagai sarana untuk introspeksi diri dalam hal mendidik anak.
“Jangan orang mengatakan kasihan sama dia, dia merasa sudah menang,” timpal Farhat Abbas lagi

Komentar