Kontroversi Kanye West, Budak Itu Pilihan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Mei 2018 | 14:39 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah setahu “menhilang” Kayne West kini muncul kembali dengan membawa kotroversi.

Bila sebelumnya ia jadi perbincangan karena mendukung Presiden AS Donald Trump, kini ia menyinggung perbudakan adalah sebuah pilihan.

Musisi yang selalu blak-blakan ini membuat komentar soal itu pada sesi wawancara secara langsung dengan TMZ untuk mempromosikan album baru Kanye West yang akan diluncurkan tahun ini.

“Kau dengar tentang perbudakan [terjadi] selama 400 tahun. 400 tahun? Itu terdengar seperti sebuah pilihan,” kata Kanye.

“Kita secara mental terpenjara. Saya suka kata ‘penjara’ karena perbudakan terlalu identik dengan orang kulit hitam. Seperti Holocaust identik pada Yahudi, perbudakan itu orang kulit hitam,” lanjutnya.

Kalimat West sempat menimbulkan kegemparan di akun media sosial Twitter dan ia mengatakan dirinya terkejut dengan respons atas wawancara secara langsung itu.

West kemudian coba menjelaskan maksud ucapannya.

“Untuk memperjelas maksud saya, tentu saja saya tahu para budak tidak ditangkap dan dikirim menggunakan kapan karena keinginan mereka sendiri.”

“ Maksud saya adalah, ketika kit terus berada di posisi itu sementara jumlah kita sebenarnya banyak, maka artinya mental kitalah yang diperbudak,” ujarnya lewat Twitter

“Alasan saya mengangkat kembali soal empat ratus tahun adalah mental kita tidak boleh lagi terpenjara selama empat ratus tahun lagi.”\

” Kita memerlukan kebebasan berpikir. Bahkan pernyataan saya adalah contoh kebebasan berpikir. Sekali lagi saya diserang karena mengusulkan ide-ide baru.”

Sebelumnya Kanye West mengumumkan bakal merilis album pada tahun ini setelah lebih dari setahun menghilang dari ‘peredaran’ menyusul masalah kelelahan akut yang ia derita pada pengujung dua tahun lalu.

Rapper dan desainer empat puluh tahun itu berkicau mengumumkan akan merilis album berisi tujuh lagu pada  Juni mendatang  dan album duet bersama anak didiknya Kid Cudi sepekan setelahnya, pada sepekan berikutnya.

Kanye terakhir kali merilis album The Life of Pablo

Album itu didukung tur Saint Pablo Tour yang dimulai pada Agustus dua tahun silam  namun dihentikan pada 21 November 2016.

Beberapa waktu lalu pun Kanye memberikan kode bahwa sampul album barunya nanti akan menggambarkan sosok dokter bedah yang terakhir kali menangani ibunya, Donda sebelum meninggal dunia tak lama setelah operasi.

“Ini sampul album saya, ini ahli bedah plastik Jan Adams. Orang yang menangani operasi terakhir ibu saya. Apa kamu punya ide untuk judul? Saya ingin memaafkan dan berhenti membenci?” tulis Kanye.

Namun Kanye tak memberikan keterangan lebih lanjut album yang mana akan ditempatkan wajah sang dokter tersebut.

Ia sendiri memang sedang  merampungkan album terbaru.

Saat ini ia tengah memikirkan dan memastikan kover album tersebut.

Suami Kim Kardashian itu mengunggah foto percakapan pesan singkat yang sedang membahas seorang dokter bedah bernama Jan Adams.

Dalam percakapan yang diduga kepada sutradara Wes Anderson itu, ia menjelaskan Adams merupakan dokter bedah ibunya, Donda West.

“Ini kover album saya, ini ahli bedah plastik Jan Adams. Orang yang menangani operasi terakhir ibu saya. Apa kamu punya ide untuk judul? Saya ingin memaafkan dan berhenti membenci?,” tulis Kanye.

Wes menyarankan judul ‘Love Everyone’, pun Kanye menyukai judul tersebut.

Pada Januari sepuluh tahun silam koroner Los Angeles menyatakan bahwa Donda meninggal karena masalah jantung.

Di saat bersamaan, Donda disebut menderita sejumlah gangguan usai menjalani operasi plastik.

Namun hasil autopsi gagal menunjukkan secara pasti gangguan yang berujung pada kematian Donda tersebut berkaitan secara langsung dengan operasi sedot lemak dan payudara yang dilakukan Donda.

Menurut laporan autopsi, Donda berjalan keluar dari klinik setelah lima setengah jam operasi, diperban dengan erat, dan diresepkan Vicodin untuk meredakan nyeri.

Donda disebut memilih menjalani prosedur pasca operasi di rumah meski telah dirujuk ke tempat lain. Sesaat setelah prosedut tersebut, ia mengalami sakit tenggorokan, nyeri dan sesak di dada sebelum ambruk.

Melansir Entertainment Weekly, Donda diumumkan meninggal dunia di instalasi gawat darurat rumah sakit dalam upaya penyelamatan nyawanya.

Beberapa waktu lalu Kanye juga sempat berkicau tentang album terbaru. Ia berencana merilis dua album sekaligus pada Juni mendatang.

Kanye juga mengumumkan tanggal perilisan album musisi Pusha T pada akhir Mei dan Teyana Taylor pada Juni. Kedua musisi tersebut berada di bawah label milik Kanye West, GOOD.

Kabar ini menjadi tanda kembali Kanye setelah lebih dari satu tahun suami Kim Kardashian ini ‘menghilang’ dari dunia hiburan usai insiden pada akhir dua tahun lalu ketika ia dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan serius.

Komentar