Ketika Dakwah Pipiek Dibayar dengan Durian

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Desember 2013 | 09:43 WIB

Dibaca: 1 kali

Usai berdakwah ke Aceh, di acara pengukuhan kaum “hijabers” Pipik Dian Irawati atau akrab di sapa Umi Pipiek, janda ustazd kondang almarhum Uje Al Buchori, akan melanjutkan dakwahnya ke Hongkong tanpa takut di bayangi kasus heboh yang ditebarkan Ustazd Solmed tentang honor setinggi langit.

Pipiek, yang ketika satu pesawat dengan wartawan “nuga.co,” Mohamad Fikri, menepis kekhawatiran tentang polemic honor yang pernah menghebohkan, dan dipicu oleh sahabat sang mandiang suaminya, Ustazd Slomed.

Dengan gaya kalemnya, Pipiek yang hari itu ditemani dua anaknya, mengatakan, tak punya kekhawatiran dengan kasus yang pernah terjadi antara panitia dengan Solmed. Saya, katanya, berdakwah aja.

Ia mengungkapkan kepada “nuga.co,” pernah dibayarin durian oleh pengundang. “Ya terima saja. Kan kita sudah diberi tiket, penginapan dan makan durian,” ujarnya tersenyum.

Pipiek yang terkesan datang ke Banda Aceh diundang oleh komunitas “hijabres,” kaum wanita berjilbab,” tak pernah menuntut honor tinggi kepada pengundang. Mereka sudah tahu tatacaranya. Tinggal lagi bagaimana menyesuaikannya saja.

“Alhamdulillah, saya tidak pernah meributkannya. Kalau mereka memang tidak punya dana mau apa lagi. Kita kan tidak menjual ayat dan hadis. Jalani saja dengan sempurna,” ujarnya.

Isu tarif ustad atau ustadzah pasang tarif dakwah sempat panas dan kisruh beberapa waktu lalu. Terlebih saat itu ustad terkenal seperti ustad Solmed tersandung kasus ini saat berdakwah di Hong Kong.

Nah, ustadzah Umi Pipik yang tak lain adalah istri mendiang ustad Jeffry Al Buchory ternyata juga akan bertausiah ke Hong Kong pada 28 Desember ini. Tapi ia menegaskan, dirinya selalu ikhlas saat berdakwah.

“Saya lillahita’ala. Mau dibayar pakai duren juga nggak apa-apa mau. Aduh serem kalau ditarifin gitu,” katanya ditemui di Pondok Indah Mall.

“Kalau rezeki saya di sini sedikit, ya berarti itu rezeki yang Allah berikan buat saya. Kalau di sana banyak, ya alhamdulillah berarti Allah kasih buat saya,” lanjutnya.

Pipik juga menegaskan, dakwah baginya bukanlah sebuah pekerjaan. “Ini bukan job. Ini dakwah aja,” tegasnya.

Sementara itu, dalam memperingati hari ulang tahunnya, Kamis kemarin, 26 Desember 2013, Pipik Dian Irawati mengajak keluarga dan anak-anak yatim piatu menyaksikan film Soekarno: Indonesia Merdeka.

Setiap perayaan ulang tahun siapa pun merasakan kebahagiaan karena banyak orang yang memberikan selamat. Tak hanya itu, pesta meriah dan hingar bingar perayaan dalam acara tersebut juga selalu ada.

Namun berbeda dengan istri dari Uje, Pipik Dian Irawati. Acara ulang tahun yang seharusnya dirayakan meriah justru dirayakannya dengan tafakur di Masjid Pondok Indah. Tahun ini adalah tahun pertama untuk Pipik merayakan ulang tahun tanpa Uje.

“Saya sama supir diantar ke masjid Pondok Indah saya tafakur. Jam 12 saya salat dan doa lalu teman-teman datang,” katanya.

Bukan tanpa alasan wanita yang baru saja menginjak usia 36 tahun itu memilih masjid Pondok Indah sebagai tempat peraduannya. Karena di masjid itulah kenangannya tentang sang suami tercipta.

“Setelah sampai rumah sudah ada Umi Tatu. Beliau sudah menunggu untuk memberikan ucapan selamat dan anak-anak juga saya sangat bersyukur dengan semuanya,” terangnya.

Pipik juga merayakannya bersama dengan anak-anak penyandang cacat. “Saya ingin memberikan pelajaran terhadap anak-anak saya bahwa kita yang sempurna masih diberikan kelengkapan fisik jangan kalah dengan mereka yang tidak sempurna,” terangnya.

“Acara ini memang kemarin dari pihak sananya sudah sediain tiket, terus saya ajak anak-anak yatim, karena ini film sejarah biar mereka tahu. Ingat saat SD waktu itu nonton G 30/S-PKI, sekarang film tentang cinta terus,” terang Pipik.

Pipik sendiri mengaku sangat kagum dengan perjuangan Soekarno dalam memerdekakan bangsa. Apalagi, dirinya pernah berdakwah di kediaman almarhum istri mendiang Soekarno, Fatmawati.

“Ya dari dulu, lebih ke perjuangannya dia. Waktu saya dakwah yang ada rumahnya Fatmawati di Riau atau Pekanbaru mana gitu, saya dakwah di situ,” ungkapnya.

Maka dari itu, Pipik sangat bersemangat mengajak anak-anak yatim menyaksikan film sejarah. Tak hanya anak yatim, Pipik juga mengajak keempat anaknya dan rekan-rekan pengajiannya.

“Ya masih, semangat kalau ajak anak-anak yatim, karena ini untuk mengenal sejarahlah. Sekarang banyak sekali film-film yang lebih ke cinta. Ya pas dapat tiket itu saya ajak anak-anak ini, ibu-ibu pengajian juga. Untuk film sejarah pasti libatkan anak,” pungkasnya.

Komentar