Jeff Bezos Terkaya,Taklukkan Bill Gates

Penulis: Darmansyah

Selasa, 7 November 2017 | 14:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Jeff  Bezos hari-hari ini menaklukkan Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia dengan duit sebesar sembilan puluh miliar dolar.

Keberhasilan  CEO Amazon Jeff Bezos  menjadi orang terkaya sejagad bukan datang dengan mudah

Ia bekerja keras dan melalui berbagai rintangan hingga menempati posisi dia berada sekarang.

Kesuksesan raksasa e-commerce Amazon yang didirikannya, membuat pria berkepala pelontos ini makin tajir.

Seperti ditulis laman  Tech Crunch, Selasa, 07 November, Jeff menghabiskan usia empat hingga enam belas tahunnya di daerah pertanian terisolasi yang dimiliki kakeknya yang dipanggilnya Pop.

Tanpa akses ke dunia luar, Pop sangat mengandalkan dirinya sendiri. Dari kakeknya, dia banyak meniru.

“Pop mengerjakan banyak pekerjaan yang sebenarnya dia tidak ketahui, mulai dari dokter hewan untuk ternaknya, sampai menjadi teknisi untuk mesin dereknya. Dia akan melakukannya,” kata Jeff.

Sosok Pop di mata Bezos, mengajarinya untuk cerdik dan tidak kehabisan akal untuk bisa melakukan pekerjaan apapun.

Dalam sebuah kecelakaan pekerjaan di lahan pertanian miliknya, kakek Bezos hampir kehilangan ibu jari tangan.

Beruntung, dia ‘hanya’ mengalami robek pada ibu jari.

Ketimbang jarinya ‘ditempelkan ulang’ dengan cara dijahit, Pop meminta dokter menggunakan cara cepat dengan melakukan cangkok kulit yang diambil dari bagian bokongnya.

Sejak saat itu, pada ibu jari Pop tumbuh bulu bokong.

Namun kakek kesayangan Bezos tersebut tak keberatan harus rajin mencukur bulu di ibu jarinya. Peristiwa ini akan diingatnya sampai kapan pun.

Sosok Pop yang tidak pernah mengeluh mengingatkannya agar menjadi tahan banting.

“Pop mengajarkan saya, setiap kali kamu menghadapi masalah, kamu akan menggunakan ketahanan dan akal untuk mencari cara tak biasa,” sebutnya.

Saat Bezos memutuskan ingin menikah, teman-temannya menjodohkannya dengan sejumlah teman kencan.

Namun dia tahu bahwa wanita yang diinginkannya adalah seseorang yang cerdas dan panjang akal. Dan dia menemukan itu dalam sosok istrinya sekarang.

“Saya menginginkan wanita yang bisa membuat saya keluar dari penjara dunia ketiga,” singkatnya.

Bezos sebelumnya bekerja di perusahaan software keuangan di Wall Street. Dia mengatakan kepada bosnya ingin mendirikan toko buku online.

Bosnya kurang mendukung dengan mengatakan, ide tersebut bagus hanya untuk orang yang tidak punya pekerjaan bagus.

Setelah sempat berpikir, dia memutuskan bahwa cara terbaik adalah dengan menempatkan dirinya seolah berada di usia delapan puluh tahun, dan mengurangi berbagai hal yang mungkin disesalinya di masa tua.

“Anda tidak ingin mengenang kesalahan. Saat itu sangat jelas, saya harus segera mendirikan Amazon. Jikapun gagal, saya akan sangat bangga karena di usia 80 tahun, saya sudah pernah mencobanya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari orang-orang terdekatnya, Bezos bukan orang yang mudah teralihkan dengan ponsel.

Bezos mengatakan, dirinya bukan dan tidak berusaha menjadi sosok multitasking.

“Saya senang melakukan apa yang sedang dilakukan. Ketika sedang makan malam dengan keluarga dan teman, saya menikmatinya. Saya tidak suka multitasking. Jika saya sedang membaca email, saya akan memusatkan perhatian dan energi untuk membaca email,” ujarnya.

Bezos berkisah, dirinya sudah menolak menjadi multitasking sejak dini. Saat sekolah dulu, dia menolak mengerjakan tugas lain jika apa yang sedang dikerjakannya belum selesai.

“Saya sangat menyukai kalimat ‘keseimbangan kehidupan pekerjaan. Jika saya bahagia di rumah, saya akan menjadi pekerja yang lebih baik, bos yang lebih baik,” kata Bezos.

Bezos meyakini, bekerja bukan soal mengalokasikan jam, tetapi juga harus memiliki cukup energi untuk terlibat dengan antusias.

“Janganlah menjadi seseorang yang menghabiskan energi rekan kerja atau keluarga mereka,” sebutnya.

Menurut Bezos, kita harus menjadi ‘pakar domain’ untuk menemukan solusi terhadap sebuah permasalahan.

“Namun bahayanya, ketika menjadi ‘pakar domain’, Anda akan terperangkap dalam pengetahuan di domain yang Anda kuasai. Anda harus menerapkan pendekatan seperti rasa penasaran seorang anak kecil. Penemu adalah seorang ahli dengan pemikiran seperti seorang pemula,” tutupnya

Komentar