Habis, Kesabaran Ayu Ting Ting Untuk Enji

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Desember 2013 | 11:40 WIB

Dibaca: 11 kali

Masih berstatus sebagai istri, Ayu Ting Ting, pelantun “Alamat Palsu,” yang dipermainkan kehidupan rumah tangganya oleh sang suami, Henry Baskoro Hendarso, akrab di panggil Enji, akhirnya meledak dalam bentuk pernyataan tidak terikat lagi hubungan dengan anak mantan Kapolri itu.

Ayu, yang selama lebih dari empat bulan dicampakkan Enji, menganggap hubungannya dengan suami hanya sebatas penantian melahirkan. “Setelah itu selesai,” kata Ayu dengan muka cemberut ketika mengetahui Enji memiliki koleksi wanita yang terus berdatangan di pemberitaan media.

“Sya udah nggak tahan dengan penderitaan ini. Tutup buku. Jangan pertanyakan lagi Enji dengan saya. Kami sudah habis. Tinggal menunggu momen melahirkan kemudian bubar,” ujar Ayu meradang tidak sebagaimana biasanya santai dan penuh dengan ocehan lucu dan menyindir.

Ayu kini menikmati perannya sebagai “single parent.” Peran yang harus dilaluinya untuk memelihara jabang bayi di kandungannya. Peran ini, menurutnya, dinikmatinya dengan keikhlasan. Bahkan sang bayi, katanya, terus diajak bernyanyi memenuhi job manggung.

Ayu Ting Ting mengatakan ia adalah wanita modern yang tidak menyusahkan dalam memelihara anak. Dan sebagai wanita modern pula ia tidak khawatir dengan perceraian, karena bukan lagi hal yang memalukan. Bahkan saat ini banyak wanita yang menggugat cerai suaminya terlebih dahulu.

Ayu Ting Ting dan suaminya Enji sudah tidak tinggal seatap lagi, meskipun status mereka masih menjadi suami-isteri.

Pemicu utama konflik rumah tangga, lantaran Ayu dan keluarga yang dianggap menuntut pesta pernikahan serta kabar Enji yang kerap kepergok jalan bersama wanita lain. Kendati demikian setelah melahirkan anak pertama, rencananya Ayu mantap akan menggugat cerai Enji.

Menurut Psikolog Melly Puspita Sari, wanita saat ini sulit memiliki toleransi besar apabila melihat kesalahan pasangan. Berbeda dengan wanita zaman dahulu, yang memiliki toleransi besar terhadap kesalahan sang suami.

“Kalau orang tua dulu kan banyak pertimbangan jika dirinya keluar dari rumah bagaimana dengan anak-anak? Lalu mereka tidak memiliki penghasilan, maka dari itu mereka cenderung bertahan, meskipun harus menderita,” jelas Melly.

Melly menilai saat ini wanita sudah cerdas, bisa dikatakan setara dengan laki-laki, namun cenderung memiliki toleransi yang pendek. Misalnya mereka merasa bahagia jika hidup sendiri tanpa pria, karena mereka bisa mandiri seperti mencari penghasilan sendiri.

“Kemajuan emosional wanita nampak, sekarang wanita jadi korban KDRT, mereka bisa bilang tidak mau diperlakukan seperti ini, maka dari itu mereka bisa mengajukan gugatan perceraian. Beda sama dulu, ketika suami mereka misalnya judi sambung ayam, dan si wanita harus banting tulang dan sering dipukuli, mereka bisa bertahan. Wanita sekarang saya anggap sudah pintar,” bebernya.

Komentar