Fatin Shidqia “Ikon” X-Factor Global

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Juli 2013 | 14:57 WIB

Dibaca: 0 kali

X-Factor Global telah menempatkan Fatin Shidqia Lubis sebagai “ikon.” Itulah pernyataan George Levendis, pentolan manajemen x-factor dan partner Simon Cowel dalam ajang pencarian bakat menyanyi yang sudah mendunia itu Pernyataan itu menjadikan remaja imut, yang menjuarai X-Factor Indonesia itu, sangat terhormat dan melambungkan posisi “booming” serta popularitasnyanya di panggung musik Indonesia.

X Factor Global, kini memang sedang mencari “ikon” untuk ‘mendepak’ acara serupa bernama “The Voice.” Lavendis telah menempatkan Fatin dengan lagu Grenade milik Bruno Mars sebagai “tombak” untuk menjungkalkan “The Voice.” Dan menurut Lavendis, sukses X-Factor Indonesia yang didongkrak oleh “fenomenal” kehadiran Fatin merupakan promosi ampuh untuk menumbangkan program serupa di dunis.

Lantas haruskah kita resah? Bukankah itu keuntungan yang saling memantul antara X-Factor Indonesia dan X-Factor Global dalam meraih lonjakan rating, sementara Fatin memperoleh promosi masive secara cuma-cuma tidak hanya di Indonesia tapi juga internasional seperti melalui George Levendis dan website Bruno Mars

Dari sekian banyak popularitas yang diraup Fatin, orang-orang lantas bertanya, di manakah posisi Fatin sebenarnya? Benarkah dia sehebat itu, atau hanya sebagai ‘korban’ untuk menaikkan rating X -Factor semata?
Keberadaan Fatin dengan “fatinistic,” sebutan fans Fatin, pupolaritas, dan kehadiran para “haters,” membuat Fatin seolah-olah sudah benar-benar menjadi bintang baru di Indonesia. Rajinnya media online dan program TV memberitakan Fatin, telah membuatnya menjadi sebuah cahaya yang terbit sebelum fajar.

Fatin memang bukan tanpa cela dalam menyanyi. Mulai dari beberapa kali lupa lirik, ia juga belum maksimal di nada-nada tinggi. Sebuah kewajaran mengingat ia samasekali belum pernah mengecap bangku sekolah musik atau les vokal. Dari menyanyi di kamar mandi hingga unjuk kebolehan di panggung super mewah X Factor.
Tidak bisa dipungkiri popularitas ajang pencarian bakat X-Factor Indonesia terkatrol oleh kehadiran Fatin Shidqia, yang datang hanya dengan modal menyanyi di kamar mandi.

Peserta yang dimentori oleh Rossa ini, boleh dibilang paling ‘hijau’ dari segi pengalaman. Bandingkan dengan peserta lainnya yang kenyang pengalaman sebagai penyanyi cafe, dan bahkan dua di antaranya sudah masuk dapur rekaman seperti Alex Rudiart. eks vokalis Sahara Band yang sudah berkali-kali muncul di tv swasta nasional semisal “Metro TV,” dan Novita Dewi yang artis dari label Nagaswara yang pernah juara pertama menyanyi tingkat internasional di Kazakhstan.

Sebaliknya dari segi popularitas, Fatin Shidqia justru melesat jauh dibanding peserta lainnya. Tiga video penampilannya di ajang X Factor, menembus angka jutaan views di Youtube, termasuk video fenomenal-nya saat menyanyikan lagu Grenade saat audisi yang ditonton lebih dari 2 juta kali dan terus merangkak naik.

Selain kebanjiran fans di Facebook dan follower di twitter, Fatin juga di dukung banyak artis lokal semisal band rock legendaris SLANK, Ryan D’masiv, Melanie Ricardo, Kevin Vierra, Judika, Rachel Maryam dan banyak lagi. Dari luar negeri, dukungan datang mulai negara tetangga Malaysia hingga daratan Russia.

Popularitas Fatin Shidqia memang sedang menjangkau langit sejak tampil mengejutkan di babak audisi X Factor Indonesia. Dengan segala keunikan yang dimiliki dara yang kini naik ke kelas 3 SMA itu menjuarai ajang bergengsi musim pertama ini.

Bagaimana tanggapain sesame finalis X-Factor terhadapnya. Isa Raja tak sungkan berkomentar positif mengenai karier Fatin yang melejit termasuk lagu Fatin berjudul “Aku Memilih Setia” laku keras di pasaran. .

“Ngeliat Fatin yang sekarang booming banget pastinya aku senang. Aku anggap ini sebagai sebuah ciri bahwa animo masyarakat terhadap X Factor sangat baik karena kan Fatin adalah bagian dari X factor,” katanya kepada okezone.

Kendati ketenaran Fatin begitu luar biasa, Isa Raja mengaku bahwa hal tersebut tidak menjadikannya merasa berambisi untuk menyaingi Fatin demi meraup ketenaran.

“Ditanya masalah Fatin sih, jujur semua orang pasti ingin tenar ya, tapi menurut aku ketenaran bukanlah hal yang utama. Bagiku yang terpenting adalah berkarya dan berbagi karya. Uang, ketenaran, penggemar dan yang lainnya hanyalah impact dari karya yang kita hasilkan. Jadi, popularitas bukanlah menjadi sebuah tujuan utama,” paparnya.

Komentar