Duka Para Pesohor Mengenang Dolores

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Januari 2018 | 14:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Kematian mendadak vokalis The Cranberries Dolores O’Riordan di sebuah hotel di London, Inggris pada Senin ) pagi waktu setempat, membuat para pesohor ikut berduka.

Mereka yang menyimpan kenangan tersendiri soal sosok penyanyi asal Irlandia itu mengungkapkan duka mereka di media sosial.

Penyanyi Hozier, misalnya. Ia menuturkan kisahnya saat pertama kali mendengar suara  O’Riordan dan merasakan hal berbeda dari karakter yang dibawakan band tersebut.

“Kali pertama saya mendengar suara Dolores O’Riordan, tak terlupakan. Itu membuat saya bertanya-tanya bagaimana bisa suara seperti itu dalam konteks musik rock.”

“ Saya tidak pernah mendengar seseorang menggunakan musik mereka dengan cara itu. Kaget dan sedih mendengar kepergiannya, saya bersimpati pada keluarganya,” cuit Hozier.

Pemandu acara James Corden pun ikut menyampaikan duka citanya.

Ia juga punya kenangan khusus. Corden yang ternyata mengidolakan O’Riordan ingat saat ia mengerjar sang vokalis.

“Saya pertama kali bertemu Dolores O’Riordan ketika masih berusia lima belas tahun. Dia sangat baik dan menyenangkan, saya mendapatkan tanda tangannya di tiket kereta saya dan itu sangat membuat hari saya berkesan,” katanya mengawali.

“Dia memiliki suara dan penampilan yang luar biasa. Sangat sedih mendengar dia meninggal hari ini,” tambah Corden.

“#RIPDoloresORiordan, sangat sedih dan terlalu cepat. Terima kasih atas musikmu,” cuit penulis seri novel Fifty Shades, EL James yang juga punya kesan tersendiri terhadapnya.

Rekan sesama musisi seperti Ronan Keating, Josh Groban, vokalis Paramore Hayley Williams, hingga band Kodaline yang pernah bekerja sama The Cranberries tak ketinggalan menyampaikan ungkapan duka mereka seraya mengenang sosok O’Riordan.

“Sangat terkejut dengan kabar tentang Dolores O’Riordan, seseorang yang punya talenta luar biasa dan jiwa yang menyenangkan. Doa saya bersama keluarganya dan orang-orang terkasih,” cuit Keating.

“Tidak! Selalu mengagumi lagu dan suaranya,” cuit Josh Groban terkejut.

“Sangat terkejut mendengar kabar kepergian Dolores O’Riordan! @The_Cranberries memberi dukungan terbesar pada kami saat pertama kali tur bersama mereka di Perancis beberapa tahun lalu. Benak kami bersama keluarga dan kerabatnya,” band Kodaline menulis.

“Ini lagu favorit dari The Cranberries. Tidak pernah tak menangis setiap mendengarnya … dan ini ‘I will always go beside you, you will always understand it.'” cuitnya seraya menyertakan potret layar ponsel saat mendengar lagu I Will Always dan mencantumkan tagar #restinpeace.

Selain para pesohor, grup band The Cranberries mengungkapkan perasaan hancur ditinggal sang vokalis. Mereka mengaku begitu terpukul dengan kepergian O’Riordan.

“Kami sangat terpukul atas meninggalnya teman kami Dolores. Dia adalah bakat luar biasa dan kami merasa beruntung telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak 1989, saat kami memulai The Cranberries. Dunia telah kehilangan artis sesungguhnya hari ini. Noel, Mike, dan Fergal,” cuit akun resmi band itu.

O’Riordan meninggal dunia di hari seharusnya ia merekam vokalnya pada awal lagu Zombie yang dibawakan ulang band hard rock asal Los Angeles, Bad Wolves. Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian mendadak dirinya.

Sebelum meninggal sang roker sering bercerita tentang bagaimana ia memprioritaskan kewajibannya sebagai seorang ibu, dan berkata bahwa memiliki anak membuat hidupnya berubah menjadi lebih baik.

“Anak-anak sebenarnya benar-benar penting dalam proses penyembuhan saya,” ujarnya tentang bagaimana melupakan masa lalu kelamnya itu.

Pada tujuh tahun lalu, O’Riordan juga pernah terpuruk saat kehilangan ayahnya,

Terence akibat kanker. Tiga tahun kemudian, hidupnya kembali diuji saat pernikahannya yang berumur dua puluh tahun dengan Don Burton, bekas manajer tur band Duran Duran, berakhir.

O’Riordan dan Burton berpisah tak lama setelah ia ditangkap dan ditahan polisi akibat melakukan kekerasan secara fisik dan verbal kepada kru pesawat Aer Lingus yang terbang dari New York ke Shannon, AS.

Setelah kejadian itu, ibu O’Riordan, Eileen mengatakan kepada Irish Mirror bahwa putrinya tengah berada di bawah penanganan seorang dokter psikiatris.

“Rupanya ibu saya datang ke ruang tahanan. Saya tidak ingat. Saya telah menciptakan efek kura-kura. Saya bersembunyi di dalam selimut. Saya bernyanyi di dalam ruang tahanan,” kata O’Riordan kepada Sunday Independent setelah kejadian itu.

“Saya berdoa. Saya bermeditasi karena saya menggigil,” ujarnya seraya mengonfirmasi bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar.

Tak berhenti di sana, O’Riordan juga pernah mengaku kepada Belfast Telegraph bahwa dirinya mencoba agar bisa mengalami overdosis pada lima tahun silam, namun mengurungkan niatnya itu demi anak-anaknya.

Untuk melupakan kenangan-kenangan pahitnya, O’Riordan mengaku kadang memilih untuk minum alkohol hingga hilang kesadaran.

“Saya cukup baik dalam melupakan kenangan itu, namun kadangkala saya minum,” ujarnya.

“Semuanya jadi lebih buruk keesokan paginya. Saya menghadapi hari buruk ketika kehilangan ingatan dan tidak bisa mengontrol itu, lalu minum. Saya minum terus-menerus. Itu adalah ketidaksempurnaan terbesar saya saat ini,” imbuhnya.

“Saat tur, saya bisa dengan mudah mengatakan, ‘Saya tidak bisa tidur. Saya habis minum beberapa kali. Mungkin saya akan terus minum. Lalu kau akan minum lagi. Lalu kau tidak bangun. Itu bisa terjadi. Saya sekarang hati-hati,” katanya kepada Mirror UK

Komentar