Dhani Dibela Sebagai Bukan “Nazi-isme”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juni 2014 | 16:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah di hujat sebagai “pentolan” nazi-isme” karena mengenakan kostum mirip nazi dalam video klipnya dalam lagu kampanye untuk Prabowo, Ahmad Dhani hari-hari ini mendapat pembelaan massif dari seniman dan politisi pengagumnya.

Bebi Romeo, vokalis, pencipta lagu, dan produser musik dengan lantang mengatakan, Dhani adalah tipikal manusia kreatif di panggung musik dan tidak akan pernah runtuh oleh serangan media dan politisi atas baju “nazi”nya.

Sebagai orang yang paling mengenal Ahmad Dhani, menurut Bebi, tak mungkin Dhani menganut ideologi fasis yang dipropagandakan pemimpin Nazi, Adolf Hitler, hanya karena Dhani mengenakan kostum mirip seragam petinggi Nazi dalam video kampanye Prabowo-Hatta: We Will Rock You.

“Enggak mungkin dia anteknya Hitler, terlalu berlebihan lah,” kata Bebi dalam wawancara di RCTI.

“Dia kan kita tahu selalu pengin beda, lagunya, liriknya. Kalau aku lihat dia dan berdebat dengan dia setiap hari, dia memang orang yang dalam menyikapi semuanya punya cara sendiri, tapi bukan berarti dia sepenuhnya menjadi apa yang dia tampilin,” lanjut Bebi.

“Kemarin kan sempat dibilang Yahudi, sekarang Hitler, Himmler. Tadi sih kami sambil makan ketawa-ketawa saja,” sambung suami artis peran dan pembawa acara Meisya Siregar ini.

Pencipta dan pembawa lagu “Bunga Terakhir” ini mengatakan pula, dalam situasi politik menjelang Pemilu Presiden 9 Juli 2014, segala macam isu menjadi terlalu sensitif.

“Ya, bingung ya, soalnya menurut aku terlalu sensitif dan dibesar-besarkan. Tapi, komentar ini bukan karena aku sahabat Dhani. Kita tahu Dhani seperti apa. Aku ngerti dia,” tutur Bebi.

Sejak video tersebut diunggah ke YouTube oleh pihak manajemen artis milik Dhani, Republik Cinta Management, berbagai tanggapan, termasuk kecaman, mengalir ke Dhani. Pihak situs majalah Jerman Der Spiegel juga menyebut bahwa kostum yang dikenakan oleh Dhani itu mirip seragam petinggi Nazi, Heinrich Himmler.

Bebi mengungkapkan, dalam kondisi menerima kecaman itu, Dhani sempat mengalami kebingungan.

“Dia juga bilang, ‘Enggak tahu harus ladeni siapa ya, Beb.’ Tapi, saya bilang, ‘Enggak perlu komat-kamit, enggak ada yang perlu diklarifikasi’,” tutur Bebi lagi.

Jika kita terbiasa melarang-larang pakaian orang, maka kita terjebak pada fasisme. Fasis itu yang melarang industri kreatif,” kata Fahri Hamzah politisi asal PKS yang mendukung Prabowo.

Menurut Fahri, Ahmad Dhani merupakan seniman pendukung Prabowo-Hatta tidak pantas mendapat kekangan untuk berkreasi. “Yang punya ideologi Nazi itu yang melarang seniman berkreativitas,” ujar Fahri.

Fahri yang juga masuk sebagai tim pemenangan Prabowo-Hatta itu pun menyoroti keanehan logika yang digunakan lawan politiknya untuk menyerang Dhani.

Kata Fahri, Dhani pernah dinilai “berdarah” Yahudi, dan sekarang justru diserang karena memakai atribut Nazi. “Dalam keanehan logika poilitik, Yahudi dan Nazi bersatu,” ucap Fahri.

Sekedar diketahui, Dhani tampil dengan mengenakan pakaian Nazi saat manggung. Aksi itu pun diabadikan dalam video yang diunggah ke Youtube dan mendapat komentar miring dari media Jerman.

Sementara itu, Mahfud MD menilai pakaian Ahmad Dhani yang menyerupai kostum pimpinan Nazi Heinrich Himmler tak perlu dipermasalahkan dan dibesar-besarkan. Ia merasa pakaian yang dipakai dalam video klip dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta itu justru hal yang kreatif.

“Kenapa Ahmad Dhani itu? Ya baguslah, kenapa dipersoalkan? Itu kreatif. Nazi itu kenapa? Emangnya kalau di sini kalau pakai jubah itu, pendukungnya jadi jahat? Tidak kan? Beda itu” kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, pakaian yang dipakai Dhani tersebut tidak melanggar hukum. Meski demikian, ia menekankan bahwa penampilan Dhani bukanlah masukan dari tim pemenangan Prabowo-Hatta.

“Itu kreatifitas dia sendiri. Enggak apa-apa itu. Tidak melanggar hukum, hukum apa yang akan dijatuhkan untuk dia?” tanya Mahfud.

Video klip berjudul “We Will Rock You” mengundang kontroversi setelah media Jerman Der Spiegel menyoroti pakaian yang digunakan Ahmad Dhani dan beberapa penyanyi Indonesia Idol. Mereka menggunakan kostum dan logo Nazi yang sangat sensitif di Jerman.

Selain itu, lagu milik Queen yang liriknya digubah Dhani juga dikritik karena tidak seizin pemilik hak ciptanya. Gitaris Queen, Brian May, bahkan sempat menulis tweet bahwa lagu untuk video klip tidak seizin dirinya saat seseorang menginformasikan kepadanya.

Kritik juga datang dari media asing lainnya seperti Time dan media Israel Haaretz dan Time of Israel. Dhani juga dikritik sesama artis seperti Anggun C Sasmi dan Glenn Fredly.

Komentar