Dhani dan “Hadiah” Senyuman Maia

Penulis: Darmansyah

Minggu, 15 September 2013 | 17:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Ahmad Dhani mampu melepaskan hujatan dan caci maki dengan sangat tenang akibat kecelakaan maut yang bersumber dari anak bungsunya hasil perkawinan dengan Maia Estianty, Abdul Qadir Jaelani, atau Dul di Tol Jagorawi KM 8 Minggu dinihari, pekan lalu.

Dhani sempat bingung dan mengalami kejenuhan menghadapi persoalan yang sangat komplek itu. Satu sisi ia harus menyelematkan Dul yang kritis, dan segi lainnya ia harus berhadapan dengan keluarga korban yang kehilangan nyawa sumi, bapak dan penyangga keluarga.

Dhani mendiamkan selama dua hari tuntutan “media” yang memprovokasi beritanya dari satu sisi. Keluarga korban. Dhani terpaksa membiarkan perannya sebagai orang tua Dul diacak-acak sehingga berbuntut pada kemarahannya pada “host” TV One yang “memeriksanya” bak p[esakitan lewat wawancara tak seimbang.

Kejiwaan Dhani mengalami drop. Ia sempat sakit dan diinfus. Tapi ia sadar, tanpa perannya sulit untuk menempatkan kasus kecelakaan yang berasal dari Dul secara proporsional.

Padahal Dhani tahu, keluarga korban sudah mengikhlaskan tabrakan yang telah memakan tujuh korban jiwa itu.

“Tidak bisa dipungkiri beberapa orang mencaci maki Dul, dan saya sebagai orangtua. Padahal mereka tidak kehilangan,” kata Dhani. Menurut Bos RCM itu, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran. Masih ada kata maaf dari keluarga korban, meski harus kehilangan, dan hal tersebut bisa dijadikan contoh baik.

“Ini pesan moral yang mulia, dan harap ini bisa dijadikan suri tauladan untuk kita semua. Bahwa kekuatan memaafkan lebih mulia dari caci maki,” tutup Dhani. Seluruh keluarga korban tewas telah mendatangi Dul. Tidak hanya menjenguk, mereka juga ikut mendoakan Dul agar lekas sembuh.

Hal yang sama dialami Maia Estianty. Ia juga sok dan beberapa kali tertangkap kamera berbalut dalam berwajah lelah dan kuyu. Matanya juga terkadang sembab lantaran sering menangis.

Tapi kini, baik Dhani maupun Maia bisa lega. Bahu membahu mereka hadapi hadangan ketenaran dirinya yang dipersalahkan secara ekstrim oleh keadilan dan “independensi” media yang yang kebablasan.

Maia mislanya, dihari-hari ini, tampak lebih fresh, cantik dan dandy dengan balutan kemeja putih. Maia juga merekahkan senyumnya.”Alhamdulillah Dul sdh baikan bisa ngobrol, bercanda,segeran,” katanya. Dul juga nampak lebih segar dari sebelumnya. Dul yang masih terbaring.

Maia memang terlihat tak pernah beranjak dari sisi putra ketiganya itu sejak kecelakaan terjadi. Ia selalu setia mendampingi Dul yang masih tahap recovery.

Menghadapi persoalan pelik keluarga korban, Dhani berhasil melahirkan kreasi baru berupa yayasan di bidang social. Yayasan itu diberi nama AQJ, yang diambil dari nama putra ketiganya, Abdul Qodir Jaelani.

“Kita akan bentuk, dan akan segera rilis kita akan jumpa pers tentang terbentuknya yayasan bernama AQJ,” ungkap Dhani. Bos RCM ini berharap, yayasan AQJ dapat menampung semua bentuk bantuan keluarga korban agar teroganisir rapi, tepat sasaran, dan tak menutup kemungkinan akan berkembang. Bukan hanya membantu para korban, tetapi yatim piatu di Indonesia.

“Ya awal kita mengurusi korban dari kecelakaannya, semoga bisa didukung masyarakat untuk yang lebih besar lagi,” harapnya.

Ide membuat yayasan ini pun ditanggapai positif beberapa teman artis, dan para pejabat. Sudah ada beberapa teman artis yang ikut menyumbang, namun masih dirahasiakan agar tidak timbul kesan riya.

“Saya dengar beberapa teman artis sudah mengumpulkan dana, saya juga belum tahu. Dengar-dengar seperti itu, kalau benar, ya Alhamdulillah,” pungkasnyi.

Sementara itu, salah satu keluarga korban, kakak Robby, sopir “gran max” yang ditabrak Dul, Vera mengungkapkan, Ahmad Dhani telah menemui keluarganya saat pemakaman “Ahmad Dhani janji mau sekolahkan Abel, anak Robby, sampai sanggupnya Abel mau sekolah,” kata Vera.

Saat menemui keluarga Robby, Dhani juga meminta maaf. Vera mengatakan, keluarga tak akan menuntut apa pun terhadap Dhani.

“Kami tidak akan menuntut siapa-siapa, karena sudah jalannya dan kalau ada proses hukum, kami enggak ikut campur yang nantinya akan memperuncing suasana,” ujar Vera.

Seperti diberitakan, Robby Yassar Affan sempat kritis di Ruang ICU Rumah Sakit Meilia, Cibubur. Berdasarkan diagnosis dokter, ia mengalami cedera di bagian kepala, trauma dada bilateral, patah tulang iga kiri dan kanan, patah tulang paha kiri dan patah tulang di tulang panggul. Meninggalnya Robby menambah jumlah korban tewas yang sebelumnya enam orang.

Dalam peristiwa yang terjadi pekan lalu, sedan Mitsubishi Lancer yang dikemudikan Dul melaju dari arah Bogor menuju Jakarta dan kehilangan kendali. Mobil bernomor polisi B 80 SAL itu kemudian menabrak pagar pembatas dan berpindah jalur ke arah Jakarta menuju Bogor.

Di jalur itulah, mobil Dul menghantam mobil Daihatsu Grand Max B 1349 TFM serta Avanza B 1882, yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor. Dalam peristiwa tersebut, enam orang penumpang Grand Max yang meninggal dunia dan sebelas orang mengalami luka-luka.

Komentar