Derai Air Mata Riyanti untuk Chacha

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Agustus 2014 | 19:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Ibu Marshanda, Riyanti Sofyan, ketika menjelaskan posisinya dengan kasus yang menimpa sang anak

======

Setelah di kejar-kejar dan ditunggu selama satu pekan, akhirnya, Jumat siang, 08 Agustus 2014, Riyanti Sofyan, pemilik sebuah grup hotel terkenal, memenuhi janjinya untuk menjelaskan posisinya sebagai Ibu dan “tertuduh” yang memasung anaknya, Marshanda, aktris sinetron, penyanyi dan motivator.

Mengenakan jilbab warna krem, berjas hitam yang dilipitannya berwarna senada dengan kerudungnya dan bersikap tenang, sesekali suaranya tersendat menahan tangis, Riyanti menjelaskan dengan benderang masalah yang melilit putrinya Marshanda.

Hari itu, Riyanti di damping dua adik Marshanda dan mantan manajernya, tampak percaya diri dan berusaha tegar mengurai benang kusut yang bersimpul di seputar kehebohan tentang disekapnya Marshanda di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, untuk kemudian dibebaskan oleh OC Kaligis, pengacara Chacha, panggilan akrab Marshanda.

“Saya tahu bagaimana kondisi anak saya. Saya bersamanya selama dua puluh lima tahun. Saya tidak tahu dia mengajukan gugat cerai. Dan saya tahu juga Marshanda yang dihebohkan itu bukan pribadi anak saya. Ia dimanfaatkan. Ia labil,” tutur Riyanti dengan nada pasti tapi ditingkahi derai air matanya.
“Nggak pernah saya lakukan anak saya seperti ATM,” tegas Riyanti di rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat.

Riyanti menekankan, Marshanda butuh bimbingan keluarga. Ia pun menceritakan anaknya itu sosok ambisius yang perlu diarahkan.

“Karena anaknya ambisius sekali. Pernah satu kali saat SD dia lagi ujian mau konser, kalau nggak dibatasi gimana capeknya dia?” terangnya.

Oleh karenanya, Riyanti ngotot bahwa keluarga merupakan manajer yang tepat bagi Chacha untuk berkarier. Riyanti sebelumnya memang mengisyaratkan rasa tak sukanya dengan langkah Chacha dalam mengganti manajer.

Ia menuding manajer Chacha yang baru membuat banyak perubahan. Melepas hijab dan pergi tanpa pamit adalah salah satu kebiasaan yang tak lazim dilakukan Chacha.
Riyanti mengungkapkan masa-masa bahagia ketika mereka masih ‘akur’.

“Kita punya masa kecil bahagia, main ke Puncak sama-sama. Mama sering antar Chacha pergi ke sekolah dari kecil. Saat adik-adik lahir, saat weekend kita biasa jalan, sahur sama-sama, Lebaran. Banyak masa bahagia di situ,” kisahnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Lembang, Menteng.

Riyanti juga mengungkapkan beberapa kalimat sebelum mengakhiri jumpa pers tersebut. Ia berharap sang anak bisa mengerti bahwa semua yang dilakukannya semata-mata untuk kebaikannya.

“Saya ingin sampaikan pada Chacha, mungkin Mama bukan ibu yang sempurna. Mungkin ada kesalahpahaman pada sikap Mama terhadap Chacha, tapi nggak gampang jadi seorang ibu. Chacha juga seorang ibu, Chacha tahu, selalu ada perubahan saat menjadi ibu. Awalnya, Chacha nggak pernah masak, belanja supermarket. Tapi setelah menikah, Chacha bisa masak, belanja ke supermarket,” tuturnya sambil menangis.

“Nggak ada ibu yang mau melakukan hal buruk pada anaknya. Meski pada akhirnya, anak-anak punya penilaian sendiri. Tugas orangtua adalah mendidik anak sampai remaja,” tutupnya.

Riyanti menegaskan juga, Marshanda sempat memeluk dan menciumnya hangat dirinya di rumah sakit.

“Pada saat keluar dari RS, kita bikin persetujuaan bahwa kita akan tetap rukun, sebelum keluar RS dia cium saya, peluk saya. Baik-baik semua nggak ada sama sekali seperti yang diberitakan,” ungkapnya.

Dalam konferensi pers itu, Riyanti juga menunjukkan video dirinya bersama Chacha di rumah sakit. Riyanti membuktikan dirinya tak menyekap atau memasung Chacha seperti pengakuan sang anak.

“Kita bisa ngobrol, mendapat kemesraan layaknya keluarga. Nggak ada pemasungan. Saya bisa tunjukan videonya di sini. Kalau dia masuk ke RS dengan ruangan nyaman, saya bawain makanan, makan sama-sama,” paparnya

“Dia malah merasa kok jenguknya sebentar. Dia dengan senang hati dijenguk. Sangat berbeda dengan apa yang diberitakan. Dia bercanda sama Sienna,” tambah Riyanti.

Kronologi yang disampaikan Riyanti ini sangat berbeda dengan pengakuan Chacha. Riyanti mengaku kesulitan bertemu dengan Chacha. Ia juga menilai Chacha berubah drastis.

Tanda-tandanya, Marshanda membuka jilbab dan pergi tanpa pamit. Riyanti menilai semua itu bukanlah sifat Marshanda.

Komentar