Chester Benington, Alkohol dan Kecemasan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 Juli 2017 | 15:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Chester Bennington, lead vocal Linkin Park dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri di usia empat puluh satu tahun, pada Kamis malam, 20 Juli, waktu setempat.

Dilansir dari The Guardian, masalah yang dialami Bennington terkait dengan penggunaan alkohol sejak lama.

Pada empat belas tahun lalu ia pernah mengatakan itu dan sepertinya ada kaitan erat antara penyalahgunaan zat, dalam hal ini alkohol, dengan terjadinya depresi.

Memang ada yang mengira dengan alkohol orang bisa lepas dari kecemasan dan depresinya.

Dalam artian, alkohol menekan saraf pusat untuk menghilangkan sementara gejala depresi dan cemas.

Ketika orang menggunakan alkohol untuk mengatasi gejala depresi dan cemasnya, itu hanya sesaat, kala efek dari alkohol itu hilang maka gejala depresi dan cemasnya bisa menjadi lebih  berat

Lebih jauh,  seseorang mengkonsumsi alkohol untuk menekan susunan saraf pusat agar terjadi proses peniadaan gejala depresi, tapi itu bukan benar-benar menghilangkan depresi atau cemasnya.

Hingga saat ini, banyak ditemukan penyalahgunaan alkohol pada pasien gangguan kejiwaan, seperti depresi dan bipolar.

Kenapa itu terjadi? karena, mereka mencari pertolongan sendiri, bukan dari profesional bidang gangguan kesehatan jiwa, seperti psikiater atau psikolog.

Dalam prakteknya kemudian, penyalahgunaan zat, banyak digunakan pasien gangguan kejiwaan.

Begitu juga sebaliknya, orang yang menyalahgunakan zat alkohol rentan alami gangguan kejiwaan.

Oleh karenanya,  sangat diharapkan, media atau masyarakat mempunyai peran untuk mencoba mengatasi sedikit masalah kesehatan jiwa dengan menyadari bahwa gangguan kesehatan jiwa bisa dibantu oleh profesional kesehatan jiwa.

Adalah penting menyuarakan, depresi, cemas, gangguan bipolar wajar dan banyak ditemukan kasusnya.

Jangan lari ke alkohol atau berkaitan dengan itu, karena sangat berbahaya dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mungkin sesaat bisa nyaman, tapi tidak nyaman ke depannya

Bicara soal penyebab atau dorongan untuk bunuh diri,  biasanya itu berasal dari tekanan atau depresi.

Seseorang yang ingin bunuh diri kerap berpikir bahwa tidak ada gunanya lagi hidup di dunia.

Suatu kali, Andri pernah berhadapan dengan pasien yang demikian. Usianya padahal baru delapan belas tahun, tapi mempertanyakan:

Apa sih dok, perlunya hidup kalau memang pada akhirnya meninggal dunia?

Dia dan sebagian orang yang depresi, tidak lagi punya semangat untuk hidup. Ada putus asa berlebihan, emptiness dan perasaan tidak ada jalan lagi selain mati.

Oleh karenanya,  dalam hal ini, spiritual approach menjadi sangat penting.

Di situasi depresi, orang tidak bisa berpikir untuk hal-hal seperti itu, karena ketika depresi berat, makan dan minum saja mereka tidak mau.

Mereka tidak mau melakukan apapun, seperti orang yang tidak terhubung dengan lingkungannya.

Orang-orang ini perlu segera diobati supaya sistem saraf kembali normal

Namun, tidak dipungkiri cara ini perlu waktu, karena depresi tidak datang tiba-tiba, dan ada proses.

Oleh karenanya, pemulihan juga butuh waktu, tapi perlu diatasi sebelum menjadi lebih parah.

Kematian vokalis utama Linkin Park, Chester Bennington menggemparkan dunia hiburan. Ia diduga bunuh diri setelah ditemukan tidak bernyawa di Los Angeles karena aksi gantung diri.

Aksi bunuh diri dengan menggantungkan diri sebelumnya juga dilakukan oleh musisi Chris Cornell dan aktor Robin Williams.

Dalam waktu yang berdekatan ini, semakin banyak orang bertanya, mengapa para selebriti melakukan aksi bunuh diri.

Dilansir dari Psychology Today, penyebab nomor satu dari bunuh diri adalah depresi. Sebuah jalan termudah untuk meninggalkan masalah dengan mencabut nyawa sendiri yang sebenarnya sangat keliru.

Seakan tidak memiliki harapan hidup atau keinginan untuk meneruskan perjuangan hidup, bunuh diri menjadi solusi bagi orang yang depresi.

da pemikiran “orang-orang akan lebih baik tanpa kehadiranku,” seperti yang diungkapkan banyak psikolog saat menangani pasien yang depresi.

Pada dasarnya, depresi bisa diobati dengan terapi. Hal yang termudah selain berbicara dengan psikolog adalah bicara dengan orang terdekat seperti keluarga, pasangan maupun teman baik.

Dalam banyak kasus, orang yang akan bunuh diri tidak nampak ciri-cirinya. Hal ini dikarenakan mereka berusah sebaik mungkin menutupi masalah dalam diri sendiri.

Hal terbaik yang bisa dilakukan orang terdekat adalah selalu memberikan dukungan dan berada di dekat mereka.

Orang yang depresi pada momen tertentu akan berhenti berkeluh kesah dan hanya diam menantikan waktu untuk mencabut nyawa.

Penyebab yang satu ini erat kaitannya dengan narkoba dan alkohol.

Pengaruh dari senyawa kimia dari barang tersebut membuat orang menjadi impulsif dan berpikir pendek, salah satunya ingin bunuh diri untuk keluar dari masalah yang dihadapi.

Penyesalan pasti dirasakan oleh orang yang akan melakukan aksi bunuh diri namun keinginan datang secara spontan.

Orang yang kecanduan narkoba atau alkohol biasanya akan mengulang usaha bunuh diri ketika ada kesempatan.

Rehabilitasi dianggap menjadi solusi terbaik bagi orang-orang yang kecanduan narkoba dan alkohol.

Dengan demikian keinginan impulsif untuk mengakhiri hidup akan berkurang seiring masalah yang datang dari kecanduan tersebut.

Orang yang depresi sebenarnya menangis keras di dalam hati maupun pikirannya dan meminta tolong. Sayangnya mereka tidak tahu harus minta tolong ke mana.

Para psikolog mendapati aksi bunuh diri seringkali terjadi saat mereka masuk ke dalam fase emosional yang kritis namun tidak menemukan orang yang bisa diajak bicara atau diminta tolong.

Jika penderita depresi bukan orang yang terbuka atau suka berteman, hal ini menjadi sulit karena orang yang berusaha menolong pun biasanya akan ditolak mentah-mentah. Itulah sebabnya bantuan secara profesional seperti psikolog atau psikiater bahkan ahli spiritual bisa menjadi pertolongan terbaik.

Terdengar mengejutkan, namun banyak psikolog yang mempelajari bahwa aksi bunuh diri banyak yang sudah direncanakan secara matang dari jauh hari.

Ada motivasi di balik mencabut nyawa lebih cepat seperti penyakit parah, hutang bahkan momentum terkait sesuatu yang memicu seperti kehilangan orang yang dicintai, seperti kisah Romeo dan Juliet atau bahkan kematian desainer Alexander McQueen pasca ditinggal mati ibunya.

Kehilangan motivasi hidup, membuat orang yang depresi kehilangan arah. Sehingga ada banyak kasus saat depresi melanda, bunuh diri menjadi jalan terbaik yang sebenarnya keliru.

Semangat hidup harus terus membara apapun kesulitan yang dihadapi dalam kehidupan, karena pada dasarnya hidup memang keras.

tulah sebabnya kehadiran orang terdekat hingga kedekatan dengan Tuhan dapat membantu orang untuk terus berjuang.

Dalam beberapa kasus, gangguan jiwa merupakan penyebab bunuh diri yang juga banyak ditemukan.

Mendengar suara-suara yang mendorong mereka untuk mengakhiri hidup erat kaitannya dengan gangguan skizofrenia.

Gangguan kejiwaan seperti ini juga sebenarnya bisa diobati dengan rehabilitasi dan bantuan profesional. Tidak sebentar namun harus dalam waktu yang cukup lama dan terkadang dibantu dengan obat-obatan dari resep dokter.

Komentar