Chacha “Lawan” Sang Ibu “Perang” di Media Sosial

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 Agustus 2014 | 09:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Perseteruan Sang Bunda, Riyanti Sofyan, dengan anaknya Marshanda, akrab dipanggil Chacha, tidak hanya berlangsung dengan sikap, perbuatan dan kata-kata, tapi juga merambah ke dunia maya, yang pengunjung lebih luas dan acak.

Dari perseteruan sikap, Chacha melawan ibunya dengan kukuh pindah ke apartemen dengan sang anak. Sedangkan perbuatan, Chacha dimasukkan ke Rumah Sakit “Gila” Abdi Waluyo, Jakarta, untuk di”pasung.”

Selanjutnya “perang” kata-kata disuarakan oleh pengacara Marshanda OC Kaligis yang menuduh sang ibu ingin memaksakan kehendaknya terhadap sang anak dengan merampas hak asasinya.

Baik Chacha maupun Riyanti, sang ibu, secara diam-diam, maupun terang-terangan telah memulai ”perang” pembenaran sikap lewat media sosial dengan diunduhnya sebuah foto ilustrasi profil seorang ibu yang sedang memeluk anaknya di “WhatsApp,” hari ini, Rabu 06 Agustus 2014, oleh Riyanti dengan “quotes” yang jelas-jelas ditujukan untuk Marshanda.

“Quotes” itu mengutip ucapan Imam Ali R.A, menantu Rasul serta suami Fatimah, dalam bahasa Inggris yang berbunyi, “Do not force your children to behave like you, for surely they have been created for a time which is different to your time”

Bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut memiliki arti, “Jangan memaksa anak-anak Anda untuk berperilaku seperti Anda, karena sesungguhnya mereka telah diciptakan untuk waktu yang berbeda dengan waktu Anda.”

Riyanti, ibu tiga anak, memasang foto hitam putih dengan ilustrasi memperlihatkan seorang ibu yang sedang memeluk anak perempuannya.

Perseteruan antara Marshanda dengan sang Bunda terkuak, ketika pengacara Chacha, OC Kaligis mengungkapkan kalau kliennya itu dipaksa masuk ke dalam rumah sakit. Bahkan Chacha sempat disuntik hingga lemas.

Marshanda akui kalau hubungannya dengan sang Bunda, Riyanti Sofyan sedang tidak baik. Riyanti yang dituding menyekap Chacha di dalam rumah sakit, hingga kini belum mau buka suara.

Diakui Chacha saat diwawancara Metro TV, Selasa malam sang Bunda seperti itu karena tidak setuju bila dirinya memilih hidpu mandiri dan pindah ke apartemen, “Kelihatannya keluargaku sangat sulit menerima keputusanku untuk aku hidup mandiri. Aku sudah dua puluh lima tahun, aku sudah punya anak, dan mau tinggal di apartemen.”

Marshanda yang enggan ditemui wartawan usai “pemasungan”nya, lewat pengacaranya OC Kaligis, mengungkapkan akan “melawan” perbuatan sang ibu di media sosial dengan menyiapkan sebuah kisa hidupnya sejak usia enam tahun lewat video.

Menurut Kaligis, menirukan ucapan Chacha, ada banyak hal yang diutarakan oleh Chacha di video itu, termasuk i tragedi pada 26 Juli, ketika ia mengaku disuntik paksa dan dimasukkan ke rumah sakit.

“Dia lagi bikin rekaman sekarang, kronologis dari umur enam tahun sampai sekarang,” ungkapnya Kaligis ketika ditemui wartawan “nuga” di Jakarta, Gerry Haryanto di Jl Majapahit, Jakarta Pusat.

Chacha memang sudah terbiasa membuat video berisi pesan-pesan yang kontroversial. Dulu, ia juga pernah menghebohkan media ketika mengunggah video di Youtube yang berisi makian untuk teman-temannya.
Bahkan, ketika ia melepaskan hijabnya, Chacha juga membuat video yang diunduhnya ke YouTube.

Kini, motif sama sepertinya tengah dijalani Chacha. Namun objeknya kali ini sungguh berbeda. Bukan teman-temannya, melainkan sang ibunda.

“Itu kan sebetulnya untuk memperlihatkan, ini lah saya. Dia memberontak, dia rekam demi pernyataan karena dia mau dikuasai uangnya,” tegas OC.

Dalam wawancaranya dengan Metro TV, Selasa malam, 05 Agustus 2014, Marshanda secara terus terang mengakui, kalau dirinya merasa tidak nyaman berada di tengah beberapa anggota keluarganya. Ia menyebut mereka membahayakan dirinya.

“Ini sesuatu yang aku hadapi dari dulu. Tapi, saat itu aku belum bisa terima kenyataan kalau orang paling terdekat aku dan, mereka, ada keluarga, ternyata itu yang membahayakan aku,” tutur Chacha dengan wajah serius dan intonasi ditinggikan.

Chacha kembali mengungkapkan kalau ia secara paksa telah dimasukkan ke sebuah rumah sakit swasta di Menteng, Jakarta Pusat, pada 26 Juli 2014, oleh ibunya, Riyanti Sofyan.

Marshanda dengan suara tercekat mengatakan, ia diinapkan di rumah sakit itu selama delapan hari atas permintaan sang ibu dan dipaksa minum obat, sampai akhirnya pada 03 Agustus 2014 dikeluarkan dari rumah sakit itu oleh kuasa hukumnya, OC Kaligis, dengan bantuan Polsek Metro Menteng.

“Aku biarkan saja apa yang terjadi sama aku. Aku biarkan tiap hari dipaksa minum obat dan segala macam. Aku percaya apa yang terjadi akan terungkap,” tutur Chacha lagi.

Secara terus terang Chacha mengaku bahwa dirinya sudah merasakan pengalaman traumatis sejak kecil.

“Kenapa terjadi sampai seperti ini? Ini kisah lama sejak aku kecil. Pengalaman traumatis yang aku alami sejak kecil mulai dari TK sampai SD dan perlakuan Mama ke aku yang kurang berkenan,” ujar Chacha dalam wawancara eksklusif itu..

Namun, Caca—yang dikeluarkan dari rumah sakit itu pada 3 Agustus 2014 oleh kuasa hukumnya, OC Kaligis, dengan bantuan Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat—tak bersedia menuturkan hal-hal kurang berkenan seperti apa yang dilakukan oleh ibunya terhadapnya.

“Panjang lah kalau aku ceritain,” ucap perempuan yang sedang menjalani proses perceraian dari artis peran dan pembawa acara Ben Kasyafani ini.

Meski para peliput sudah berusaha meminta tanggapan Riyanti, sampai saat ini Riyanti belum bersedia berkomentar.

laporan gerry haryanto wartawan “nuga” di jakarta

Komentar