Brad Pitt Pernah “Menonjok” Weinstein

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Brad Pitt pernah mengancam Harvey Weinstein, setelah kekasihnya saat itu, aktris Gwyneth Paltrow, mengaku pernah dilecehkan oleh produser Hollywood tersebut.

Weinstein telah dipecat dari studio yang dibangunnya sendiri, The Weinstein Company, menyusul beredarnya laporan investigasi New York Times terkait aksi cabulnya kepada sejumlah wanita yang pernah bekerja dengannya selama tiga dekade belakangan.

Paltrow merupakan satu dari sekian banyak wanita yang berani menuduh Weinstein pernah bertindak cabul kepada mereka.

Kepada New York Times, Paltrow mengungkap bahwa Weinstein pernah memintanya datang ke sebuah kamar hotel saat dia berusia dua puluh dua tahun.

Peristiwa menjijikkan itu, papar Paltrow, terjadi setelah Weinstein menunjuknya sebagai pemeran utama film Emma.

Kala itu, Weinstein meletakkan tangannya di tubuh Paltrow dan mengajaknya ke ranjang untuk memberikan pijatan.

Seorang sumber mengatakan kepada People bahwa Pitt, yang saat itu berkencan dengan Paltrow, melabrak Weinstein atas kejadian cabul itu di sebuah pesta Hollywood.

“Brad mengancam Harvey. Dia menonjok muka, dan meninju dadanya seraya berkata, ‘Anda tidak akan pernah melakukan ini kepada Gwyneth lagi selamanya,’” ujar sumber itu.

“Brad memperjelas bahwa akan ada konsekuensi jika Weinstein mencoba melakukan tindakan itu lagi dan mendeskripsikannya dengan memberikan Harvey sebuah pukulan Missiouri.”

“Pitt mengatakannya dengan jelas bahwa ini tidak akan terjadi lagi dan itu tidak terjadi lagi.”

Sementara Weinstein, ucap sumber itu, awalnya mencoba untuk memberikan penjelasan kepada Pitt. Namun, Weinstein akhirnya menyetop upayanya itu dan memilih untuk mendengarkan apa yang dikatakan Pitt.

Sumber itu menyebut bahwa Pitt bukan seorang bintang besar kala itu. Karenanya, ia memandang apa yang dilakukan Pitt merupakan sebuah hal dengan risiko tinggi.

“Dia [Pitt] adalah seorang pria muda di Hollywood yang mencoba meraih kesempatan,” katanya.

Sumber tersebut kemudian menyimpulkan, “Pitt merupakan satu-satunya pria di Hollywood yang berdiri dan mengatakan sesuatu. Itu adalah fakta.”

Setelah konfrontasi itu, Paltrow mengaku dipanggil oleh Weinstein dan diancam agar tidak menceritakan kepada siapapun soal itu.

“Saya kira Weinstein akan memecat saya. Dia berteriak kepada saya sangat lama. Itu brutal,” katanya.

Paltrow pernah memenangkan piala Oscar di kategori Best Actress  untuk film yang diproduksi Weinstein, Shakespeare In Love.

Sedangkan Pitt pernah bekerja dengan Weinstein lagi saat membintangi Inglourious Basterds pada delapan tahun lalu. Film ini dirilis oleh The Weinstein Company dan diproduseri oleh Harvey Weinstein.

“Dia [Pitt] menggarap Inglourious Basterds karena hubungannya dengan Quentin Tarantino, dan tidak ada hubungannya dengan Harvey,” kata sumber itu.

Selain Paltrow, Weinstein juga pernah melecehkan mantan Pitt yang lain, yakni Angelina Jolie. Sang aktris mengungkap bahwa dirinya pernah diminta Weinstein untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan di sebuah kamar hotel ketika film Playing By Heart dirilis di akhir ‘90an.

“Saya memiliki sebuah pengalaman buruk dengan Harvey Weinstein di masa muda saya, dan sebagai hasilnya, saya memilih untuk tidak pernah lagi bekerja dengannya dan memperingatkan yang lain jika mereka ingin melakukannya bekerjasama dengan Weinstein,” ujar Jolie.

“Tindakan seperti ini kepada wanita di bidang apapun, di negara manapun, adalah tidak dapat diterima,” imbuh bintang Maleficent itu.

Semakin banyak wanita yang membongkar perilaku cabul produser Hollywood Harvey Weinstein dalam tiga dekade belakangan.

Tak kuat dengan kondisi tersebut, istri Weinstein yang merupakan desainer ternama, Georgina Chapman memilih untuk meninggalkan sang suami.

Melalui pernyataannya kepada People, Chapman mengaku turut bersedih atas kejadian yang dialami sejumlah selebriti karena ulah suaminya.

“Hati saya hancur untuk semua wanita yang telah menderita rasa sakit yang luar biasa karena tindakan tak termaafkan ini. Saya telah memilih untuk meninggalkan suami saya. Merawat anak-anak adalah prioritas utama saya dan saya meminta media untuk privasi saat ini,” ujarnya.

Weinstein dan Chapman menikah sepuluh tahun lalu dan telah memiliki dua anak .

Sebelumnya, Chapman memilih bertahan mendukung Weinstein setelah muncul pengakuan para perempuan yang menjadi korban pelecehan sang suami kepada New York Times.

Kala itu, Weinstein sendiri masih membantah perlakuan buruknya pada setiap perempuan yang ingin menjadi bintang film.

“Dia berdiri 100 persen di belakang saya. Georgina dan saya telah membicarakan hal ini panjang lebar,” kata Weinstein saat itu.

Weinstein menganggap Chapman membantunya menjadi manusia yang lebih baik dan meminta maaf kepada orang-orang atas perilaku buruknya.

Selain ditinggal sang istri, sebelumnya, Weinstein pun dipecat dari rumah produksi yang ikut ia besarkan.

Pekan lalu, delapan wanita, termasuk aktris Ashley Judd, menuduh Weinstein telah melakukan pelecehan seksual serta perilaku yang tidak pantas.

Lewat laporan New York Times terbaru, Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie ikut buka suara atas dugaan pelecehan yang menimpa mereka. Paltrow mengatakan bahwa Weinstein secara seksual melecehkannya di kamar hotel setelah menunjuknya sebagai pemeran utama film Emma

Paltrow bercerita, peristiwa menjijikkan itu terjadi setelah Weinstein menunjuknya sebagai pemeran utama film Emma. Kala itu, Weinstein meletakkan tangannya di tubuh Paltrow dan mengajaknya ke ranjang untuk memberikan pijatan.

Sementara Jolie mengaku pernah diminta Weinstein untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan di sebuah kamar hotel ketika film Playing By Heart dirilis di akhir ‘90an.

“Tindakan seperti ini kepada wanita di bidang apapun, di negara manapun, adalah tidak dapat diterima,” imbuh bintang Maleficent itu.

Komentar