Benarkah Pipiek Mantan Istri Alm.Uje?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 September 2013 | 08:16 WIB

Dibaca: 3 kali

Pipiek Dian Irawati kalem saja ketika Aswan Faisal secara berulang-ulang menyebutnya sebagai “mantan” istri almarhum Uje. Penuh emosional dengan ekspresi marah, kepada reporter infotanment sebuah tayangan televisi, Aswan, kaka Uje, menyebut Pipiek sebagai mantan istri sang ustazd “gaul” itu dalam hubungan dengan heboh kasus pemugaran makam adiknya.

Pipiek sendiri, kepada wartawan dengan suara merendah mengatakan, tidak mau mempermasalahkan tentang status dirinya yang dikatakan mantan istri almarhum Ustadz Jefri Al-Buchori, yang akrab disapa Uje

“Saya hanya ingin jawab, Alhamdulillah. Biarkan Allah saja yang tahu bagaimana diri saya,” ungkap Pipik dalam sebuah program profil di sebuah stasion televisi. Menurut Pipik, saat ini, dia tengah diuji kesabarannya. Karena itu, dia enggan menggubris komentar yang menyebut dirinya mantan istri Uje.

“Saat ini saya sedang ditransfer pahala. Hidup ini kan cuma cari satu, mencari selamat di dunia dan akhirat,” tandas dia. Pipiek mengaku banyak mendapat ujian setelah kepergian sang suami tercinta.

“Ya saya banyak sekali terima ujian berat,” ujarnya. Bahkan, dalam kasus pemugaran makam almarhum suaminya, dirinya sempat drop.. Terlebih semakin lama dirinya terus diterpa cobaan. “Memang kemarin sempat drop. Makin ke sini, hati ini terus ditempa,” aku ibu empat anak itu.

Namun, Pipik yakin cobaan yang dialaminya akan segera berakhir. Dirinya yakin ada hikmah dari semua cobaan yang dialaminya. “Saya yakin Allah yang menguji, ada kasih sayang Allah di dalamnya. Tapi sebenarnya tidak ada ujian berat kalau Allah yang menguji. Akan selalu ada rahmat Allah,” ujarnya kalem.

Sepertik diketahui, Pipik mengaku kaget makam Uje dipugar dengan marmer setinggi pinggang orang dewasa. Pemugaran makam itu dilakukan keluarga Uje. Pipik dan keluarga Uje pun sempat beradu argumen karena Pipik menolak pengistimewaan makam Uje. Pipik takut hal itu akan membuat makam Uje dijadikan sarana berbuat musyrik.

Pro dan kontra terhadap pemugaran makam Ustadz Jefry Al Buchori, rupanya tidak berpengaruh pada masyarakat yang datang berziarah. Terbukti, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang berdatangan ke tempat Uje di TPU Karet Tengsin, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Para peziarah tersebut datang dari Bandung, Garut, dan Blitar. Jujun Junaidi, peziarah asal Bandung, setuju dengan sikap Pipiek dan tidak sepakat dengan pemugaran makam. Guru Madrasah Al Barokah itu berpendapat, pemugaran tidak sesuai karakter sederhana Uje.

“Baiknya sih, serah saja ke wasiat Uje dulunya seperti apa. Memang sih, baiknya jangan terlalu tinggi-tinggi,” ujar Jujun.

Komentar