Bangunan Makam Uje Jadi Dibongkar

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 Oktober 2013 | 10:41 WIB

Dibaca: 5 kali

Bangunan makam Uje jadi dibongkar. Pembongkaran itu akan dilakukan setelah suasana mendingin bersamaan dengan telah dikirimnya surat pemberitahuan tentang tatacara membangun makam di pemakaman umum.
Pihak keluarga besar Uje juga telah menurunkan tensi suaranya, yang semula menantang pembongkaran bangunan makam, dengan mempersilakan pihak pengelola menegakkan aturannya.

Setelah memantik polemik seputar pemugaran makam Uje, sembari mengedepankan gertakan dan tuduhan secara emosional, Faisal Aswan, abang almarhum ustazd Jefry, melunak setelah menerima surat penjelasan dari sub dinas pertamanan Jakarta Pusat mengani aturan tata bangunan di pemakaman umum.

Uje dimakamkan di Karet Tengsin, yang merupakan pemakaman milik publik dan dikelola oleh dinas permananan. Makam Uje, tanpa sepengetahuan dan izin dinas pertamanan telah dipugar oleh keluarga besar Uje dengan mengabaikan tata bangunan pemakaman.

Pemugaran ini menjadi polemik panjang setelah Pipiek Dian Irawati, janda mandiang Uje menyatakan ketidaknyamanan atas bangunan makam yang mengesankan kemewahan sehingga mengasingkan kuburan Uje dengan makam yang lainnya.

Selain mewah, dengan lapisan marmar kelas satu dan bertenda permanen, makam Uje juga mencolok dengan makam disekitarnya karena lebih tinggi. Pipek sempat melontarkan wasiat Uje tentang keinginannya memiliki makam sederhana sesuai dengan keseharian kehidupannya ketika hidup.

Pernyataan Pipiek ini ditanggapi dengam emosional oleh ibu Uje, Umi Tatu, dan abangnya, Aswan Faisal. Umi Tatu menyatakan bahwa pemugaran makam itu untuk menghormati Uje. Sedangkan Aswan Faisal menuding Pipek sebagai provokator dan sempat menyebut statusnya sebagai mantan istri Uje.

Polemik ini juga ditanggapi oleh Majelis Ulama Indonesia yang mengatakan, makam di tempat umum tidak layak untuk dipugar dengan kemewahan. MUI lewat ketuanya Haji Amidan menasehatkan agar makam Uje dikembalikan ke aturannya.

Bahkan, Dinas pertamanan DKI juga mengingatkan keluarga besar Uje agar mematuhi aturan yang telah di”perda”kan untuk bangunan di pemakaman umum. Pada saat itu, Aswan Faisal bersama “geng” ustaz seleb-nya menantang pembongkaran bangunan makam Uje.

Bahkan Aswan dengan lantangnya berani mengatakan, kalau bangunan makam Uje di bongkar akan berhadapan dengan jamaahnya. Tantangan ini tidak ditanggapi oleh dinas pertamanan. Mereka meredakan situasi dengan membiarkan suasana mendingin untuk kemudian memberitahu kepada keluarga aturan yang telah disepakati.

Makam Uje terletak di areal milik Pemda diharuskan memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan. Pemugaran makam Uje dinilai tidak tepat, karena menyalahi ketentuan.

Pihak keluarga, yang sebelumnya berapi-api melontarkan argumentasi tentang kebenaran pemugaran makam Uje yang serba “wah” itu, setelah sang janda Pipiek mengatakan ketidaksetujuannya, kini, sepertinya menarik diri untuk memberi komentar.

Usai melontarkan ancaman, Aswan sempat menghilang dan penjelasannya hanya diwakili oleh manajemennya. Pada saat itu manajemen Aswan sempat melunak dan mengatakan akan taat pada aturan.

“Ini masih dalam proses, kita lihat perkembanganya seperti apa,” kata Panca, seorang lelaki yang mengatasnamakan perwakilan pihak manajemen Aswan. Panca yang tidak diketahui statusnya sebagai apa, menegaskan, akan mengikuti proses dan aturan yang telah ditetapkan Pemda tentang peraturan pemakaman.

“Ya sebagai warga negara yang baik kita akan menaati segala peraturan,” tutup dia.

Seperti yang diketahui, pemugaran makam Uje yang dilakukan oleh seorang pengusaha marmer, atas persetujuan ibu dan kakaknya, Umi Tatum dan Aswan Faisal, telah membuat keributan antara keluarga besarnya dengan Pipiek dan pihak Pemda Jakarta.

Komentar