Anak Almarhum Uje Main Sinetron Religi

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 Juni 2013 | 08:47 WIB

Dibaca: 16 kali

Dua anak almarhum Uje, Adiba Khanza Az-Zahra dan Mohammad Abidzar Al-Ghifari bermain di sinetron religi edisi Ramadhan, “Kami Rindu Ayah”. Sinetron yang bercerita tentang kerinduan sebuah keluarga akan seorang ayah dalam bulan Ramadhan itu akan tayang di sebuah stasion televisi sejak hari pertama puasa.

Kakak kandung Pipik, Eni Susilowati mengatakan, Adiba dan Abidzar, sebelum bermain dalam sinetron religi “Kami Rundu Ayah” itu, sudah mendapat kontrak main sinetron hingga 300 episode. Namun, kedua anak ini tidak nyaman dengan dunia akting.

“Iya mereka dikontrak 300 episode. Namun saat perjalanan syuting, ternyata hanya bisa terlaksana lima episode. Adiba dan Abidzar-nya kurang nyaman selama syuting dan kami tidak bisa memaksakan,” ungkap Eni.

Selain sinetron, Adiba juga telah syuting video klip dengan penyanyi religi Opick.Mereka berkolaborasi di single bertajuk “Ayah”. Sedangkan Abizal telah syuting adzan untuk Maghrib.

“Adiba kemarin syuting video klip kolaborasi bersama Opick judulnya “Ayah”. Dalam waktu dekat akan keluar. Abizal juga syuting adzan Maghrib, Alhamdulillah banyak tawaran juga seperti talkshow dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Eni, Pipik sebagai orantua tunggal tidak melarang kegiatan baru kedua anaknya.

“Kalau Umi Pipik sih tidak melarang anak-anaknya. Justru dia mensupport anak-anaknya untuk ikut kegiatan apa saja yang bernilai positif. Dia hanya berpesan kalau mau menekuni sesuatu harus serius, jangan aji mumpung dengan membawa nama Abinya” ujar Eni menirukan pesan Pipiek.

Pipiek sendiri, selama sepekan terakhir, dalam keadaan sakit akibat kelelahan. Pipiek secara fisik memang dikenal agak rapuh sehingga mudah terserang sakit.

“Iya kelelahan, ada batuk, pilek, banyak pikiran juga dan ada BAB (buang air besar) juga. Pertama sakit tensi darahnya rendah 90/60. Dia kecapekan, karena tidak menyangka tamu yang datang setelah 40 harian almarhum masih banyak,” ujar Eni Susilowati.

Selama sakit, menurut Eni. Pipik memilih dirawat di rumah karena sakitnya masih belum berbahaya. Selain itu, Pipik tidak bisa melakukan perawatan di rumah sakit.
karena masih masa idah, dan dokternya juga bilang enggak apa-apa dirawat di rumah..

Untuk sementara ini, pihak keluarga tidak mengizinkan Pipik bertemu tamu karena kesehatannya belum pulih sepenuhnya.”Kalau untuk tamu datang, kami tidak bisa melarang ya. Hanya saja kami menjelaskan kepada tamu umi Pipik tidak bisa menyambut. Kadang kan ada juga tamu yang ingin memaksa bertemu dengan Umi Pipik,” tandasnya.

Komentar