Zidane Bantah Sering Mabuk dan Begadang

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 Maret 2019 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Zinedine Zidane mengatakan dirinya adalah pemain yang selalu menjaga diri sebagai aset saat masih jadi pesepakbola.

Zidane saat ini kembali menangani Real Madrid setelah sempat hengkang dari klub tersebut.

Mantan gelandang Los Blancos tersebut terbilang sukses sebagai juru taktik di klub itu dengan mempersembahkan tiga Liga Champions dan satu La Liga Spanyol.

Zidane sempat mundur usai membantu Madrid juara Liga Champions musim lalu lantaran bersitegang dengan Presiden Real Madrid Florentino Perez. Ia kemudian kembali lagi dengan alasan kecintaan tanpa syarat atas klubnya itu.

Ia kemudian berbagi cerita masa remajanya ketika memutuskan untuk menjadi pesepakbola profesional, karier yang sempat dilarang orang tuanya.

“Sejak momen itu, saya berjuang untuk menjadi pemain terbaik. Saya pastikan harus beristirahat yang cukup.”

“Saya tidak pernah ke kelab malam dan mabuk-mabukan untuk membuat bodoh diri saya. Saya selalu menjaga diri saya, minum air putih yang banyak dan terus melakukan latihan,” ujar Zidane seperti dikutip dari AS.

Dengan kerja keras dan kedisiplinan yang dilakukannya, Zidane terus meraih sukses di sepak bola hingga sekarang menjadi pelatih. Kedua orang tuanya pun disebutnya semakin bangga.

Berita lainnya mengungkapkan bahwa  Sergio Ramos diklaim yang melobi klub itu kembali mendatangkan Zinedine Zidane ketimbang Jose Mourinho.

Zidane sendiri akhirnya kembali ke Los Blancos untuk menggantikan Santiago Solari. Sebelumnya, sempat berembus kabar bahwa Madrid berencana mendatangkan kembali Mourinho yang juga pernah menangani klub raksasa Spanyol itu.

Mourinho sendiri hingga kini masih menganggur setelah didepak dari Manchester United.

Sejumlah pemain Los Merengues termasuk Ramos kemudian dikabarkan tak ingin Presiden Los Blancos saat ini, Florentino Perez, kembali merekrut pelatih asal Portugal itu.

Santiago Solari yang menggantikan Julen Lopetegui dinilai belum memiliki kemampuan mengangkat Madrid dari keterpurukan. Terlebih, Los Merengues menderita dua kegagalan dalam waktu berdekatan di Copa del Rey dan Liga Champions.

Kepada Love Sport Radio dikutip dari Sportskeeda, Calderon mengklaim Sergio Ramos kemudian melobi Perez agar membujuk Zidane kembali ke Madrid karena dinilai sebagai sosok yang tepat mengangkat motivasi para pemain.

“Tentu saja bagus bagi Real Madrid. Perbincangan di ruang ganti terungkap setelah perdebatan antara Sergio Ramos dan Presiden [Perez]. Presiden berpikir Mourinho merupakan sosok yang tepat karena dianggap memiliki ketegasan di ruang ganti pemain.”

“Namun, para pemain dan Sergio Ramos mengatakan kepadanya [Perez], bahkan ia sudah menyampaikan ke publik bahwa Perez]harus mempertimbangkan pelatih-pelatih yang pernah sukses memenangkan La Liga Spanyol: Vicente Del Bosque,  Ancelotti, dan Zidane. Itu tak ada hubungannya soal gaya permainan,” ujar Calderon dikutip dari Sportskeeda.

Jauh sebelum Zidane menerima permintaan ‘rujuk’ dari Madrid, Ramos disebut-sebut sudah lebih dulu berkomunikasi dengan pelatih asal Prancis tersebut.

“Ide tentangnya [Zidane] sudah ada sejak Juni, namun akhirnya ia baru menerima tawaran tersebut saat ini untuk sisa musim ini dan tiga musim ke depan. Akhirnya kami akan berada di jalur kemenangan lagi,” tegas Calderon.

 

Komentar