Van Gaal Tuduh Media Bohong Tentang Dirinya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 Januari 2016 | 10:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah didera “gerombol” berita “miring” dan sepihak tentang rumor pemecatannya dari Old Trafford oleh media, selama dua bulan terakhir, “Si Gila Tahan Banting, “ Louis van Gaal, menghadang wartawan dengan semprotan tiga katanya,” Saya tidak mundur.”

Sang manajer membantah keras kabar pengunduran dirinya yang sempat berembus usai takluk dari Southampton.

Tidak hanya melemparkan kata “tak akan mundur,” Louis van Gaal. Dengan wajah masam, melemparkan kecaman keras kepada media-media Inggris karena mempublikasikan rumor pengunduran dirinya sebagai manajer Manchester United.

Isu tersebut memanas di sepanjang pekan ini setelah United takluk dari Southampton di Old Trafford pada akhir pekan lalu.

Van Gaal yang merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut kemudian melampiaskan kekesalannya saat jumpa pers jelang duel kontra Derby County di babak keempat Piala FA, Sabtu dinihari WIB, 30 Januari 2016.

“Saya tidak pernah menyebutkan pengunduran diri. Anda mengarang cerita, kemudian saya diharuskan menjawab cerita tersebut. Saya tidak akan melakukannya, itu adalah sesuatu yang buruk dan mengerikan,” kecam Van Gaal.

“Saya sungguh memperhatikan hal ini, karena saya menerima banyak telepon dan SMS. Orang-orang percaya dengan apa yang Anda tulis. Ini adalah dunia di mana Anda bisa menulis apa pun dan Anda tidak perlu melakukan verifikasi.”

“Ini untuk kali ketiga saya dikabarkan bakal dipecat. Kini, lihat siapa yang duduk di sini untuk Anda.
Saya berada di sini karena saya diwajibkan untuk melakukannya jumpa pers.”

” Ada sejumlah wartawan yang saya suka karena mereka menanyakan sesuatu dengan penuh respek, namun banyak pula yang kurang sopan,” kata Van Gaal kesal.

“Saya telah menandatangani kontrak tiga tahun di sini. Ini adalah sebuah proses bukan hanya satu pertandingan, dan saya ingin melanjutkannya sampai selesai. Ketika saya tidak ingin melakukan itu, saya kira saya tidak akan mulai di sini satu setengah tahun lalu.”

Tak hanya bersama MU, Van Gaal menjelaskan saat ia melatih klub-klub lain, maka ia menegaskan kepada para pemilik dan petinggi klub bahwa dirinya butuh kepercayaan dan ingin menyelesaikan tugas hingga akhir.

“Namun itu memberi tekanan yang lebih kepada Anda, karena Anda harus memenuhi segala ekspetasi yang telah diberikan. tentu kami bisa memenuhi segala ekspetasi itu. Kami sekarang hanya setengah jalan lagi,” ujar Van Gaal seperti dikutip dari FourFourTwo.

Hujan kritik yang kerap dilanda Louis van Gaal bersama Manchester United tak pernah membuatnya bergeming.

Manajer asal Belanda itu dianggap sebagai “Si Gila” yang tahan banting itu, oleh penulis biografi nya, Maarten Meijer, kepada Manchester Evening News, Jumat, 29 Januari 2016, mengungkapkan, hal serupa pernah pula dialami van Gaal saat menukangi Barcelona dan Bayern Munich.

“Dalam beberapa hal, pengalaman yang ia rasakan di ManUtd saat ini bukan hal baru baginya,” ujar Meijer.

“Di Barcelona dan Munich dia seringkali dikritik karena dogmatis, menyalahi kebudayaan klub hingga dianggap gila dan tak memiliki hubungan yang baik dengan para pemainnya.”

Namun, Meijer melihat Van Gaal selalu membungkam segala kritikan yang mengalir lewat hasil konkret di atas lapangan melalui trofi.

“Seiring berjalannya waktu, dia selalu membuktikan ketangguhannya dan membawa timnya melewati berbagai cobaan untuk meraih trofi,” ujar Meijer yakin.

Van Gaal terus dihujani kritikan sepanjang musim ini lantaran permainan membosankan yang diperagakan ManUtd. Nasibnya di Old Trafford diklaim banyak media Inggris telah berada di ujung tanduk.

Isu kepergian manajer asal Belanda itu semakin merebak setelah Van Gaal memilih untuk kembali ke Belanda seusai ManUtd dipermalukan Southampton

Prestasi Van Gaal selama berkiprah di dunia kepelatihan sendiri memang tak bisa dipandang sebelah mata.

Telah menangani empat klub dan tim nasional Belanda sebelum merapat ke ManUtd, Van Gaal selalu menjuarai liga di setiap tim yang diasuh.

Bersama Ajax Amsterdam, Van Gaal berhasil tiga kali menjuarai Eredivisie Belanda, sebelum hijrah ke Barcelona dan meraih dua gelar La Liga.

Komentar