Van Gaal Sudah Putuskan Melatih MU

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 Mei 2014 | 16:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Walau pun dijanjikan akan menjadi “partner” Louis van Gaal dalam menangani Manchester United di musim depan, Ryan Giggs, pelatih “caretaker” “The Red devils” hingga akhir musim, meminta timnya untuk tidak tergesa-gesa memilih manajer baru.

Giggs sendiri hanya diserahkan tugas menangani tim sampai musim ini berakhir. Begitu musim habis, baru dia akan membicarakan masa depannya dengan klub.

Surat kabar “The Guardian” dalam edisi “sport-football”nya, Selasa, 06 Mei 2014, menyebut, andai Van Gaal jadi menangani United musim depan, Giggs akan tetap dipertahankan.

Legenda hidup United itu disebut akan diberikan tempat dalam staf kepelatihan United.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi apakah Van Gaal benar-benar menangani United musim depan atau tidak. Giggs sendiri enggan untuk berkomentar banyak soal spekulasi tersebut.

“Ya, saya paham situasinya,” ujar Giggs kepada “Guardian.”

“Tapi, kami masih punya waktu seminggu lagi dan kapan manajer baru ini akan ditunjuk, saya tidak tahu.”

“Yang terpenting buat saya saat ini adalah mencoba memenangi dua pertandingan berikutnya,” kata Giggs.

United akan menjamu Hull City di Old Trafford tengah pekan ini, sebelum menutup musim 2013/2014 dengan bertandang ke markas Southampton.

Louis Van Gaal, pelatih timnas Belanda, yang santer dikabarkan bakal menjadi pelatih Manchester United, seperti ditulis surat kabar terbitan London, “Mirror,” Selasa, 6 Mei 2014, tak bakal menjual Luis Carlos Almeida da Cunha–nama lengkap Nani–ke klub mana pun, termasuk Juventus.

Bahkan, menurut “Mirror,” van Gaal telah mengirim pesan ke manajemen MU untuk menolak tawaran Juve sebesar sepuluh juta poundsterling.. Sebab, Van Gaal menyukai gaya permainan pemain itu dan masih membutuhkan jasanya.

Seperti diketahui, Juventus ngebet dengan pemain asal Portugal tersebut. Meskipun musim lalu menandatangani kontrak dengan MU, Nani sudah sepakat untuk pindah ke Juventus.

Nani telah dikaitkan dengan Juventus sejak setahun lalu. Pada transfer musim dingin pun, Nani menjadi bidikan si Nyonya Tua. Hanya saja, belum ada kesepakatan.

Pada musim ini Nani kalah bersaing dengan pemain lain. Dia banyak berkutat dengan cedera yang menimpanya.

Sementara itu, fans Manchester United yang mendambakan Giggs tetap di kursi pelatih harus haru merelakan keputusan manajemen untuk mendatang van Gaal. Mereka menyadari Giggs belum siap melatih klub sebesar MU.

Meski legenda klub yang memperkuat MU ini tahu betul seluk-beluk United, dalam hal kepelatihan pengalamannya masih minim.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Ed Woodward, kepala eksekutif United, untuk segera memberikan kepastian kepada pelatih asal Belanda, Louis van Gaal.

Pelatih berusia 62 tahun ini sudah menaruh keseriusan untuk melatih tim berjuluk Setan Merah tersebut.

Pekerjaan rumah yang harus dibereskan Van Gaal yaitu mengembalikan posisi United sebagai klub papan atas Liga Primer Inggris dan mengambil peran di persaingan Liga Champions.

Namun Van Gaal masih harus menyelesaikan tugasnya mengawal tim Belandake putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil, 12 Juni hingga 13 Juli mendatang.

Menurut surat kabar The Telegraph, bisa saja penunjukan Van Gaal sebagai pelatih dipercepat. Pelatih berusia 62 tahun itu akan hadir saat United menjamu Hull City di laga ke 37 Liga Primer. Kehadirannya iniuntuk memantau kebugaran Van Persie yang akan membela tim nasional Belanda di Brasil mendatang.

Terlepas dari kebutuhan cepat United, menurut Giggs yang sekarang menjadi pelatih sementara United, yang terpenting adalah menunjuk orang paling tepat dalam menangani United. Bila Van Gaal menduduki posisi pelatih United, tak dipungkiri akan banyak bakat muda seperti Adnan Januzaj di dalamnya.

Patrice Evra memaklumi derasnya kritik yang mengarah ke Manchester United pada musim ini. Menurutnya, The Red Devils memang pantas dikritik karena gagal berprestasi.

Tak ada satu pun hal yang bisa dirayakan oleh MU pada musim ini, kecuali trofi Community Shield pada awal musim. Prestasi mereka di semua kompetisi jauh dari kata memuaskan.

Di Liga Primer Inggris, MU yang berstatus juara bertahan hampir pasti finis di posisi ketujuh. Ini berarti mereka tak mendapatkan tiket untuk tampil di Liga Champions musim depan. Bahkan peluang untuk merebut tiket ke Liga Europa pun sudah sangat tipis.

Di ajang Liga Champions musim ini, MU dihentikan Bayern Munich di perempatfinal. Mereka ditumbangkan Sunderland di semifinal Piala Liga Inggris dan Swansea City di babak ketiga Piala FA.

Buruknya prestasi MU membuat David Moyes didepak dari kursi manajer. Ryan Giggs telah ditunjuk sebagai manajer interim sampai akhir musim ini.

“Musim ini adalah bencana,” ucap Evra di Sky Sports.

“Musim ini kami sangat buruk. Kami pantas menerima semua kritik. Kami tidak bermain cukup baik. Kami kalah dengan bodoh pada beberapa pertandingan,” tambahnya.

“Ketika kami berada di atas lapangan, kami berusaha untuk memenangi setiap pertandingan, tapi musim ini sangat menyakitkan. Ini adalah mimpi buruk,” kata bek kiri asal Prancis ini.

“Ketika saya melihat klasemen, rasanya sangat mengecewakan. Musim ini adalah musim yang ingin saya lupakan secepatnya,” ujar Evra.

Pada pertandingan terakhirnya, MU dipermalukan Sunderland di Old Trafford dengan skor 0-1, Sabtu (3/5/2014). Sebagian suporter yang kecewa meninggalkan stadion sebelum laga selesai, sementara sisanya yang tetap bertahan menyoraki para pemain setelah peluit panjang berbunyi.

“Tentu saja mereka (suporter) punya hak untuk melakukan itu,” kata rekan setim Evra, Phil Jones.

“Anda bisa sangat memahami itu. Mereka menjalani musim yang berat. Ini tidak mudah untuk mereka, khususnya di Old Trafford,” katanya.

“Itu cerita kami musim ini, bukan? Anda memenangi satu pertandingan, tapi Anda tak bisa mempertahankan performa. Itu mengecewakan,” tutur Jones.

Komentar