Van Gaal Muak dengan Pressing Media

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 13 Februari 2016 | 14:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Louis van Gaal yang dihujani rumor oleh media Inggris menyatakan kemuakannya dengan berita sampah dan bohong itu, serta menantang manajemen Manchester Untied untuk mencari penggantinya jika ingin memecatnya dari Old Trafford.

“Silakan cari pengganti saya. Saya tidak ingin menjadi badut di media. Mereka semua pembohong. Saya tak mampu melayani bualan mereka,” tutur van Gaal dengan nada tinggi ketika diwawancarai media Belanda terkenal “de telegraff,” Sabtu, 13 Februari 2016.

Posisi Van Gaal di kursi manajer MU sejak tiga bulan terakhir memang terus mendapat sorotan.

Dengan Liga Primer menyisakan tiga belas pertandingan, Wayne Rooney dan kawan-kawan masih berada di peringkat kelima, tertinggal enam poin dari Manchester City yang berada di posisi keempat.

Belakangan MU dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Jose Mourinho sebagai pengganti Van Gaal musim depan. Namun, rumor tersebut tidak membuat Van Gaal khawatir.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu justru menantang manajemen MU untuk segera mencari penggantinya jika merasa sudah saatnya melakukan pengantian pelatih.

“Jika mereka berpikir ingin mengganti posisi saya, mereka harus menyiapkannya dan bilang ke saya. Itu menurut saya,” ujar Van Gaal kepada The Independent.

Awal pekan ini sejumlah media Inggris santer mengabarkan rumor Mourinho telah pasti menjadi pelatih MU. Rumor itu muncul setelah The Special One memberitahu sahabatnya mengenai kesepakatannya dengan MU.

“Jika mereka merasa perlu mengganti saya, mereka hanya perlu bilang ke saya. Saya yakin mereka sudah bilang ke saya jika mau melakukannya,” tegas Van Gaal.

Van Gaal mengklaim hingga saat ini masih mendapat dukungan dari manajemen MU, termasuk dari Keluarga Glazers yang memiliki saham terbesar klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

“Saya tidak hanya memiliki hubungan yang kuat dengan Ed Woodward, tapi juga dengan Keluarga Glazers.
Saya juga punya perasaan yang bagus dengan Keluarga Glazers, itu sebabnya saya terganggu dengan pemberitaan yang saya,” ucap Van Gaal.

“Menurut media saya sudah ‘dipecat’ tiga kali, dan sekarang waktunya negosiasi dengan Mourinho. Berikutnya akan ada nama manajer lainnya,” sambung Van Gaal.

Selain menuding media, van Gaal juga menyerang balik legenda The Red Devils, Paul Scholes, yang belakangan terus mengeluarkan kritikan terhadap kinerjanya.

Scholes yang menjadi komentator untuk BT Sport, mengklaim permainan MU di bawah asuhan Van Gaal sangat membosankan.

Gelandang yang berkarier di Old Trafford sepanjang dua puluh satu tahun itu juga yakin MU tidak akan menjadi juara Liga Primer musim ini.

Berbicara kepada The Independent, Van Gaal menganggap apa yang dikatakan Scholes justru memberi atmosfer negatif bagi MU.

Van Gaal mengatakan Scholes seharusnya memberi masukan positif bagi MU.

“Apa yang dipikirkan Scholes, itu pemikirannya. Setiap orang bisa memberikan opini. Saya tidak memikirkannya, dan saya pikir itu bagus,” ujar Van Gaal.

“Masalah saya adalah, dia menciptakan atmosfer, atmosfer yang sangat negatif bagi semua orang. Jadi, seharusnya dia bisa lebih berpikir positif,” sambungnya.

Van Gaal juga memastikan tidak butuh bantuan dari asistennya yang juga sahabat Scholes, Ryan Giggs, untuk berbicara dengan gelandang yang mencetak seratus tujuh gol untuk MU di pentas Liga Primer tersebut.

“Tidak, saya tidak berpikir saya harus memberi tekanan terhadap Giggs mengenai persahabatannya dengan Scholes. Saya sudah melatih sepanjang karier saya, jadi tidak bagus untuk meminta Giggs mengatakan sesuatu,” ucap Van Gaal.

Selain menantang media dan Scholes, van Gaal juga menantang skuat Leicester City untuk menghadapi tekanan dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Hal itu diutarakan Van Gaal saat mendapatkan pertanyaan tentang keunggulan yang sedang dinikmati tim yang musim lalu hampir degradasi ini.

Kemenangan atas Manchester City di Etihad pada pekan lalu telah membuat skuat yang diarsiteki Claudio Ranieri itu kini berada di puncak klasemen.

“Mereka favorit juara karena mereka saat ini lima poin lebih banyak dari saingan terdekatnya, tetapi pada momen itu mereka harus menang sehingga membuat perbedaan lagi,” kata Van Gaal seperti dikutip dari surat kabar lokal Independent.

Mengenai peluang Leicester akan sukses menghadapi tekanan disebut Van Gaal, “Saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang pribadi-pribadi di tim tersebut. Saya tidak tahun mereka sehingga saya tidak bisa menilai.”

Namun, lanjut juru taktik asal Belanda itu, Manajer Leicester Claudio Ranieri mesti waspada dengan peluang tim itu menjadi juara.

“Sehingga kata juara akan melayang di kepala mereka,” kata Van Gaal mewanti-wanti pengalaman serupa tim-tim favorit juara kandas saat liga tinggal tersisa sedikit laga lagi.

Saat ini Manchester United berada di peringkat kelima dengan dua belas poin tertinggal dari Leicester.

Komentar