close
Nuga Bola

“Gaal, Kami ‘Muak’ Rooney dan Romero”

Suporter Manchester United, lewat “nyanyian di Twitter, “memaki” penampilan Wayne Rooney dan Sergio Romero ketika mereka kalah dalam laga tandang melawan Swansea ke Liberty Stadium, Minggu malam WIB, 30 Agustus 2015.

“Makian” suporter yang dilepaskan lewat media sosial itu, selain muak dengan penampilan keduanya, juga meminta pertanggungjawaban atas kekalahan itu kepada pelatih Louis van Gaal atas penempatan mereka sebagai starter.

“Keduanya mereka sudah tidak layak sebagai starter. Kenapa Anda tidak memasang David de Gea dan menarik Rooney keluar karena bermain buruk,” tulis sebuah akun twitter Senin, 31 Agustus 2015, yang ditujukan kepada van Gaal.

Rooney memang tampil impresif di leg kedua kualifikasi Liga Champions melawan Club Brugge, tapi striker ini terpuruk di ajang Liga Primer hingga pekan keempat gelaran kompetisi bergengsi di Inggris tersebut

Kritikan tajam mengarah kepada kapten tim Manchester United ketika umpan Luke Shaw dari sisi kanan tak mampu dijangkau Rooney, namun di posisi tiang jauh Juan Mata hadir dan langsung menembakkan bola ke dalam gawang pada menit ketiga.

Rooney masuk dalam jajaran skuat utama Manchester United di empat laga Liga Primer Inggris. Konon, suporter Setan Merah pun mulai tak sabar melihat performanya.

Tak hanya Rooney, kiper Sergio Romero juga mendapat kecaman lantaran tak mampu menggagalkan gol kedua Bafetimbi Gomis. Beberapa suporter mengungkapkan kekesalannya lewat akun media sosial mereka.

Sergio Romero sempat membuat pendukung Manchester United terkesima lantaran sukses mengakhiri tiga pekan awal tanpa kebobolan. Namun melihat proses terjadinya dua gol yang dibukukan oleh Swansea, kekhawatiran terhadap Romero pun kembali mencuat.

Sementara itu, s van Gaal tetap bersikeras untuk terus memasang Romero dan mengesampingkan David de Gea yang dianggapnya sudah tak sepenuh hati bermain untuk United. Pilihan Van Gaal terbukti tepat di tiga pekan awal, namun tidak untuk laga lawan Swansea.

Sebelum kemasukan dua gol, penampilan Romero sendiri terlihat mengkhawatirkan karena caranya menempatkan posisi sebagai penjaga gawang saat menghalau bola kurang meyakinkan.

Jika bukan karena ketidaktenangan Bafetimbi Gomis dan Gylfi Sigurdsson, Romero sudah kebobolan dua gol di babak pertama. Musnahnya dua peluang Swansea itu dikarenakan tembakan yang mereka lakukan menyamping dan bukan lantaran halauan dari Romero.

Keberuntungan pada akhirnya tak selalu berpihak pada Romero. Di babak kedua, ia kebobolan oleh sundulan Andre Ayew dan tembakan Gomis.

Untuk gol Ayew, sepertinya sulit bagi Romero untuk bereaksi karena momen tersebut berlangsung sangat cepat.

Namun untuk gol kedua Gomis, Romero jadi pihak yang bersalah karena tak mampu membaca alur bola dan membuat keputusan tepat, apakah tetap berdiri di gawang atau bergerak cepat keluar untuk mempersempit ruang gerak Gomis.

Posisi Romero yang tanggung menguntungkan Gomis dan tendangan pelan mendatar yang dilepaskan Gomis makin memperlihatkan ketidakcakapan Romero.

Dua mantan pemain nasional Inggris, Gary Neville dan Ian Wright pun menilai Romero gagal membuktikan kualitasnya sebagai kiper pilihan utama United.

“Sebagai kiper United, kamu hanya perlu melakukan satu hingga dua penyelamatan penting di sebuah pertandingan dan hari ini Romero gagal melakukannya,” ucap Neville.

“Saya lebih memilih untuk menempatkan David de Gea sebagai penjaga gawang, tak peduli apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Karena pastinya tidak mungkin De Gea akan sengaja membiarkan bola masuk ke gawang bukan?” tutur Wright.

Bukan hanya Neville dan Wright, kritik terhadap penampilan Romero juga datang dari para pendukung United.

Banyak dari mereka yang menyesalkan keputusan Van Gaal untuk terus menyimpan De Gea. Lalu ada pula yang menyebut keputusan United merekrut Romero sebagai sebuah blunder karena sebelumnya Romero pun dibuang oleh tim papan tengah Italia macam Sampdoria.

“Kami kalah dalam tempo lima menit. Tentu hal ini menyedihkan mengingat kami menguasai jalannya pertandingan dan tampil lebih baik di delapan puluh lima menit lainnya.”

“Dalam kurun waktu tersebut, lawan mengubah pola dan kami tak mampu meresponnya dengan baik,” ucap Van Gaal seperti dikutip dari BBC Sport.

Menurut van Gaal, United menyia-nyiakan kesempatan saat tengah unggul 1-0 dengan membuang peluang untuk mendapatkan gol tambahan.

“Kami bisa saja mencetak gol lebih banyak namun dalam sebuah pertandingan ada saatnya bahwa kamu butuh lebih banyak keberuntungan untuk mewujudkan hal itu,” tutur Van Gaal.

“Kami tak merespon perubahan mereka mungkin karena kami terlalu dominan. Hal ini harus jadi pelajaran bagi kami,” kata mantan pelatih Barcelona ini menambahkan.

Kekalahan United di Stadion Liberty ini membuat catatan buruk United di hadapan Swansea bertambah panjang. Saat ini, United selalu kalah dalam tiga duel melawan Swansea.

“Saya menikmati permainan yang disuguhkan oleh para pemain namun dalam sepakbola, hasil adalah hal terpenting dan kami kalah hari ini,” tutur Van Gaal.

“Kami kurang banyak mengambil pelajaran dari kekalahan sebelumnya,” kata Mata mengakui

Louis van Gaal sepenuhnya sadar bahwa memainkan Sergio Romero sebagai kiper nomor satu adalah keputusan dirinya yang mutlak harus dipertanggungjawabkan.

Karena itu Van Gaal tetap membela Romero meskipun sang kiper mendapatkan kritik tajam usai kebobolan dua gol oleh Swansea City.

Van Gaal pada awalnya mendapatkan banyak dukungan saat dirinya memutuskan untuk menyingkirkan David de Gea dari posisi penjaga gawang nomor satu United.

Van Gaal beralasan bahwa sulit untuk memainkan De Gea bila fokus kiper Spanyol tersebut tidak sepenuhnya untuk United. Ketegasan Van Gaal menghasilkan banyak dukungan, terlebih United tidak kebobolan di tiga pertandingan awal.

Namun ternyata situasi kini berbalik 180 derajat. Performa buruk Romero membuat kritik mulai bermunculan pada Van Gaal. Pelatih asal Belanda itu dianggap mementingkan ego dengan mencadangkan De Gea dan tak memikirkan kepentingan tim.

Di balik tekanan yang ada pada Romero dan juga Van Gaal, mantan pelatih Bayern Munich itu tetap menilai bahwa terciptanya dua gol Swansea bukanlah mutlak kesalahan Romero.

“Kalian bisa menulis apapun yang kalian inginkan terkait penampilan Romero hari ini,” ucap Van Gaal ketika ditanya oleh wartawan usai laga lawan Swansea seperti dikutip dari ESPN.

“Namun yang selalu saya katakan adalah bertahan selalu diawali dari depan dan bukan hanya berbicara soal mereka yang ada di garis belakang,” katanya melanjutkan.

Karena itulah bagi Van Gaal tidak adil bila banyak pendapat muncul yang bernada kritik pada Romero seorang diri.

“Kalian bisa menganalisa kesalahan seseorang namun saya rasa itu bukanlah jalan terbaik.”

“Kalian harus menilai cara sebuah tim menerapkan skema pertahanan dan barulah dari sana bisa terlihat kesalahan yang jadi sebab terjadinya gol,” ujar Van Gaal menerangkan.

Selain ketidaksigapan Romero dalam membuat keputusan, lini belakang United memang terlihat banyak meninggalkan celah saat mereka sedang melakukan serangan ke lini pertahanan Swansea. Poin ini menjadi hal yang memudahkan Swansea menerapkan sebuah skema serangan balik yang berbahaya.

“Memang pada akhirnya beban yang lebih berat dalam kasus ini (kebobolan) terletak pada bek terakhir ataupun kiper.”

“Namun saya tidak setuju ketika kalian berkata bahwa hanya kiper yang tidak bermain bagus,” ucap Van Gaal.

Tags : slide