Van Gaal Dituduh “Recoki” Pemain di MU

Penulis: Darmansyah

Selasa, 24 Februari 2015 | 20:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Kepelatihan Louis van Gaal di Manchester United kembali diserang karena merecoki pemain dengan gonta-ganti formasi yang membuat pemain kesulitan beradaptasi. Di samping itu pemain juga ketakutan karena kerasnya van Gaal melakukan rotasi dengan skema yang tidak jelas.

Serangan tentang formasi dan ketakutan pemain terhadap sikap van Gaal terhadap adaptasi pemain dilancarkan mantan asistennya, yang kini menukangi Southampton, Ronald Koeman.
Menurut Koeman, gaya Van Gaal telah membuat para pemain merasa ketakutan.

Koeman menjadi asisten Van Gaal di Barcelona tujuh belas tahun lalu selama tiga musim. Kombinasi keduanya menghasilkan gelar La Liga untuk Barca pada enam belas tahun lalu. Ketika Van Gaal meninggalkan Barca pada tahun berikutnya, Koeman ikut pergi dari Camp Nou.

Koeman juga pernah bersama van Gaal enam tahun kemudian. Saat itu, Koeman menjadi pelatih Ajax Amsterdam dan Van Gaal baru saja ditunjuk sebagai direktur teknik Ajax.

Kedatangan Van Gaal rupanya menjadi masalah bagi Koeman. Pasalnya, Van Gaal tak cuma mengurusi masalah jual-beli pemain, tapi juga ikut mencampuri urusan taktik dan strategi tim — yang harusnya menjadi wilayah Koeman sebagai pelatih.

Koeman dan Van Gaal akhirnya benar-benar berseteru. Tak berselang lama, Van Gaal mengundurkan diri dari posisinya. Koeman sendiri juga ikut mundur beberapa bulan kemudian.

Pada musim panas lalu, Koeman dan Van Gaal sama-sama merantau ke Premier League.
Koeman dipercaya melatih Southampton, sedangkan Van Gaal ditunjuk sebagai manajer Manchester United.

Tim-nya Koeman dan Van Gaal saat ini sedang bersaing memperebutkan tiket ke Liga Champions musim depan. Southampton berada di posisi kelima klasemen dengan koleksi 46 poin, sementara MU satu tingkat di atasnya dengan selisih satu poin.

Di tangan Van Gaal, MU memang belum benar-benar konsisten. The Red Devils sempat melalui tujuh laga tak terkalahkan sebelum akhirnya takluk 1-2 di kandang Swansea City pada akhir pekan lalu.

“Ketika Anda mendatangkan Van Gaal, Anda mendatangkan kualitas. Tapi, Anda juga mendatangkan seseorang yang berpikir dia tahu segalanya. Dan itu akan menyebabkan perselisihan,” tutur Koeman kepada “Mirror”.

“Ada perbedaan besar antara dirinya dan saya sebagai manajer. Saya adalah asistennya di Barcelona setelah Piala Dunia 1998. Saya belajar banyak hal dari dia,” sambung Koeman.

“Namun, cara dia menangani para pemain benar-benar berbeda dengan cara kerja saya. Saya tidak membebani para pemain dengan banyak tekanan,” ujarnya.

“Ketika Van Gaal yang memimpin, ada rasa takut di dalam timnya. Para pemain punya rasa takut kepada mister Van Gaal. Itu tidak selalu bagus,” kata Koeman.

Tidak hanya serangan Koeman terhadap van Gaal, Daley Blind mengakui betapa sulitnya hari-hari pertamanya bergabung dengan Manchester United September tahun lalu. Sejak laga pertamanya di laga-laga Premier League.

Blind diboyong dari klub Eredivisie, Ajax Amsterdam pada transfer musim panas tahun lalu. MU harus merogoh kocek hingga empat belas juta poundsterling untuk merekrut pemain serba bisa itu.

Kemenangan MU atas QPR menandai debutnya di Inggris.

Sejak tampil di pertandingan tersebut Blind sudah merasakan perbedaan antara Premier League dengan liga di Belanda. Dia sempat dibuat kewalahan dengan gaya permainan sepakbola Inggris. Tapi juga dibuat terkesan dnegan persaingan yang ada.

“Perbedaan yangmencolok antara Eredivisie dengan Liga Inggris adalah di sini sepakbola dimainkan dengan tempo yang lebih tinggi.”

“ Di Belanda Anda memiliki beberapa poin dalam pertandingan ketika bilang, “oke, ayo beristirahat selama beberapa menit dan main-mainkan bolanya”.

“ Pertama kali aku memainkan sepakbola di sini, aku langsung merasakan perbedaannya dan sedikit lelah,” kata Blind seperti dikutip situs resmi klub.

“Ya, seperti itu. Permainan bola dengan tempo yang tinggi itu lama-lama sangat kusukai. Selain itu setiap tim punya peluang untuk saling mengalahkan satu sama lain. Jadi tidak cuma tempo yang tinggi tapi sudah level yang tinggi. Kalau di Belanda, cuma empat atau lima tim yang benar-benar bertarung untuk berebut titel,” ucap dia.

Bersama MU, Blind mencetak dua belas gol dan satu assist. Blind juga punya mengalaman harus ditangani tim medis dalam sebuah pertandingan. Kala itu, MU menghadapi Burnley.

Di menit ke-tiga puluh delapan Blind ditarik keluar lapangan karena kulit bagian atas atas mata robek akibat benturan dengan pemain lain. Blind juga merasakan naik turunnya MU di papan klasemen Premier League.

Komentar